Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Minggu, 14 September 2014

Hore...Bikin Perkedel Lebih Gampang!


Biarpun saya jualan alat-alat masak, namun belum tentu saya memiliki semua jenis alat masak yang saya jual. Kalau kayak gitu, alamat tekor ya Bo'. Dari dulu barang yang saya idam-idamkan itu Jumbo Chooper. Alat semacam blender tapi khusus untuk mengiling yang berat-berat. Bukan menggiling batu juga. Yang dimaksud seperti daging dan kentang. Memang menggiling daging dan kentang itu berat ya? Coba, saja.

Daging itu seratnya kuat. Pengalamanku nge-blend daging (blender kan alatnya) pakai blender biasa, blender langsung "ngahiung". Mesinnya ngeluh gak kuat muterin si pisau. Pisau terperangkap di antara serat daging yang alot. Beberapa teman cerita kalau blendernya langsung mengeluarkan asap dan memercikan api. Kebakar. 


Bagaimana dengan kentang?

Jumat, 12 September 2014

Minta Buku Gratis? Perhatikan Etikanya!



Gambar dari sini


Pagi ini saya membaca status facebook seorang teman. Ia menyampaikan kekesalannya saat menghadapi orang yang meminta buku gratis seenaknya. Seketika perasaan tidak nyaman menelusup kembali di hati saya. Baru saja kemarin saya menghadapi kejadian tidak mengenakkan yang berkaitan dengan dunia penulisan saya. Malamnya saya masih sempat curhat sama anak-anak tentang “orang itu” yang seingat saya sudah tiga kali bikin saya bete.

Untuk mudahnya sebut saja dia si X. Dari beberapa kali interaksi yang tidak mengenakkan dengan si X itu, akhirnya saya berpikir memang si X itu tipe orang yang harus saya perlakukan tegas. Disyukuri memang, saya orangnya tipe lambat menangkap sebuah kejadian. Sehingga ketika seseorang bersikap menyebalkan, saya tidak gampang terbakar. Paling hati saya saja merasa kok nggak nyaman ya. Lalu saya bengong terheran-heran. Setelah lamaaa direnungkan baru ngeh, oh...dia bersikap aneh ya...

Nah, sekarang Si X sudah tiga kali berulah. Artinya, kalau saya bertemu dia lagi saya harus waspada. Harus menyiapkan jawaban-jawaban yang bisa membuat dia tahu bahwa saya tidak mau diperlakukan seenaknya. Eh, saya belum cerita ya, dia berulah apa saja pada saya selama ini? Oya belum. Ini dia.