Minggu, 31 Agustus 2014

Syaamil Al-Qur’an "New Miracle The Reference", Investasi Berharga Dunia Akhirat



Syaamil Al-Qur'an "New Miracle The Reference"

Saya mengenal Penerbit Syaamil Qur’an sebagai penerbit yang concern dalam penerbitan Al-Qu’ran. Produk-produknya inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Karenanya, saya mempercayakan pengadaan Al-Quran bagi saya dan keluarga pada Al-Qur’an terbitan Syaamil Quran.

Apalagi Al-Qur’an terbitan Syaamil Quran ini disusun dengan cermat dan sudah mendapat legalisasi dari Kementrian Agama RI sebagai Al-Qur’an yang memenuhi standar bacaan Qur’an.
Lihat saja standarisasinya:

  • Khat Rasm Usmani: Tulisan Al-Qur’an terbitan Syamil Qur’an, menggunakan khat yang tipis dan lancip sehingga nyaman ketika membacanya. Tulisannya pun stabil dan jelas, tidak melelahkan mata.
  • Standard Kementerian Agama RI: Mushaf Al-Quran dari Syaamil Qur’an mengacu kepada standar penulisan Kementerian Agama RI
  • Tashih Kementerian Agama RI: Produk Al-Qur’an dari Syaamil Qur’an telah diperiksa dengan teliti oleh pihak lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kementerian Agama RI, dengan mengeluarkan surat tashih sesuai peruntukannya.

Oleh karenanya, saya tidak ragu-ragu lagi menggunakan Al-Qur’an dari Syaamil Qur’an. 
Beberapa produk Syaamil Quran yang saya pakai antara lain:


BUKHARA, AL-QUR’AN TAJWID & TERJEMAH

Saya membeli Al-Qu’ran ini dalam jumlah cukup banyak karena dibutuhkan untuk pengajian mingguan keluarga di rumah dan dibawa oleh anak-anak saya ke sekolah. Kenapa saya memilih Al-Qur’an ini? Alasannya karena ukurannya pas, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Di dalamnya ada terjemah dan tajwid yang ditandai dengan warna-warna berbeda sehingga memudahkan saat membaca. Ada pula materi tambahan asbabun nuzul, hadits-hadits sahih, keutamaan surah, intisari ayat, dan indeks klasifikasi ayat Al-Qur’an. Selain itu Al-Qur’an Bukhara ini jilidnya tebal sehingga tidak mudah rusak dan lecet saat dibawa anak-anak ke sekolah.


AL-QUR’AN AZALIA

Al-Qur’an bersampul kulit cantik ini, saya pakai apabila sedang bepergian. Ukurannya yang mungil namun tetap jelas dibaca memungkinkan untuk dimasukkan ke dalam tas wanita. Al-Quran ini dilengkapi pula dengan blok ayat-ayat tentang wanita dan keluarga sehingga para muslimah dapat dengan mudah menemukan ayat-ayat yang berkenaan dengan dirinya.


SYAAMIL AL-QUR’AN MIRACLE THE REFERENCE

Nah, Al-Qur’an ini yang sebetulnya ingin saya ceritakan lebih panjang lebar. Alasannya mushaf Al-Qur’an ini benar-benar istimewa. Ini Al-Qur’an terlengkap yang pernah saya tahu. Alhamdulillah saya memilikinya.

Sebagai seorang penulis buku anak Islam, saya membutuhkan buku-buku referensi yang terpercaya. Referensi pertama dan utama saya tentu saja Al-Quranilkarim. Untuk Al-Qur’an sebagai referensi ini, saya mempercayakan pada Syaamil Al-Qur’an New Miracle The Reference. Ya, kenapa tidak? Isinya begitu lengkap dan komprehensif. 

Al-Qur’an New Miracle The Reference dilengkapi keunggulan-keunggulan sebagai berikut:

  1. Terjemah Tafsiriyah Per Kata: Al-Qur'an terjemah yang menampilkan arti setiap kata dalam Al-Qur'an (dalam bahasa Indonesia) yang diletakkan tepat di bawah kata-kata tersebut.
  2. Keyword: blocking ayat atau pewarnaan dengan blok pada ayat-ayat dalam Al-Qur'an Terjemah Tafsiriyah Per Kata yang berfungsi sebagai kata kunci bahwa ayat-ayat yang diblok tersebut akan dibahas pada materi-materi yang terletak pada halaman sebelahnya.
  3. Sistem Pewarnaan Tajwid: Metode pewarnaan tajwid yang digunakan oleh Syaamil Al-Qur'an merupakan metode praktis dan sistematis.
  4. Panduan Hukum Tajwid: untuk mempermudah Anda melihat kembali aturan tajwid sehingga Anda  dapat  membaca  Al-Qur’an  secara  tartil  sesuai  contoh  Rasulullah  saw.
  5. Terjemah Kementrian Agama RI: Versi terbaru terjemah Al-Qur’an resmi Kementrian Agama RI sebagai rujukan utaman penerjemahan Al-Qur’an.
  6. Munasabah Ayat dan Surah: Materi munasabah ayat dan surah menerangkan hubungan antar-ayat atau antar surah.
  7. Tafsir Ath-Thabari: Tafsir At-Tabari adalah kitab tafsir Al-Qur’an paling lengkap, paling tua, dan paling populer di kalangan ulama dan pencari ilmu. Ditulis oleh Imam Muhammad (Abu Ja’far) bin Jarir At-tabari (838-923 M), ulama asal Tabaristan (Persia)
  8. Tafsir Ibnu Katsir: Tafsir ini sudah dikenal oleh ummat Islam sebagai tafsir yang sering digunakan sebagai rujukan oleh para ulama.
  9. Hadits sahih: Materi Hadits Sahih pada dasarnya merupakan penjelasan lain untuk memperkuat pemahaman ayat-ayat terkait. Demi menjaga kesahihan Materi Hadis, digunakan dua kitab hadits yang sudah diakui kalangan ulama di seluruh dunia yaitu riwayat Al Bukhari dan Muslim.
  10. Doa dan Zikir: Doa dan zikir ini seluruhnya diambil dari karya-karya monumental Imam An-Nawawi. Beberapa referensi yang digunakan adalah Al Adzkar Al Muntakhabah min Kalami Sayyidil Abrar, Shahih Muslim Syarh Imam Nawawi, dan Riyadussalihin.
  11. Kosakata: Tujuan utama penggalan dan penjelasan kosakata ini supaya masyarakat bisa memahami kata dalam Al-Qur’an secara benar, kendati tidak semua kata disampaikan dalam produk ini.
  12. Asbabunnuzul: Penyusunan Asbabunnuzul ini mencakup ayat-ayat yang memiliki sebab turun ayat yang telah disepakati oleh para ulama.
  13. Doa Dalam Al-Qur’an: Materi doa dilengkapi dengan judul doa dan penjelasan berdasarkan tafsir Al Misbah Al Munir fi Tahzib Tafsir Ibnu Kasir
  14. Khazanah Pengetahuan: Berisi penjelasan ringkas mengenai ayat-ayat tentang ibadah, hukum-hukum, sejarah, tanda-tanda kebesaran Allah, tempat bersejarah, tokoh, dan wawasan keislaman lainnya.
  15. Tanda-tanda Dalam Al-Qur’an: Materi tambahan yang berisi tentang tanda-tanda waqaf, penjelasan tentang ayat sajdah, tanda-tanda sifir, serta penjelasan singkat tentang ayat-ayat garibah. Selain itu, dijelaskan pula struktur atau bagian-bagian dalam Al-Qur’an yang meliputi surah, ayat, juz, hizb, ruku’, dan manzil, juga berbagai tips-tips menarik seputar Al-Qur’an.
  16. Asmaul Husna Effect: Materi ini akan menuntun Anda untuk mengaplikasikan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari.
  17. Indeks Tematik: Susunan indeks tematik berdasarkan empat tema pokok Al-Qur’an, yaitu akidah, akhlak, syariah, dan siroh.
   
Anatomi Syaamil Al-Qur'an "New Miracle The Reference"


          Bagaimana? Bukankah isinya sungguh luar biasa? Memiliki Al-Quran New Miracle The Reference ini seakan-akan saya memiliki berbagai kitab pendamping Al-Qur’an. Jadi sekali buka, banyak hal yang bisa saya dapatkan. Sebagai contoh, suatu ketika saya sedang menulis kisah tentang Qorun. Ada satu ayat di Surah Al-Qasas yang saya betul-betul tidak memahami maksudnya. Alhamdulillah, dengan penjelasan Tafsir At-Tabari yang tercantum di Al-Qur’an New Miracle The Reference, saya dapat tercerahkan dengan cepat. Aktifitas menulis buku pun kembali berjalan lancar.
 Sebetulnya membeli Al-Qur’an New Miracle The Reference, kita tidak hanya mendapatkan mushaf Al-Qur’an-nya saja, melainkan ditambah dengan berbagai suplemen bonus.


Ini dia bonus-bonus yang menyertainya:

#Bonus DVD

Saya mendapatkan 2 keping bonus DVD yang isinya berupa kisah-kisah hikmah, audio murratal dari beberapa imam, tuntunan ibadah dan berbagai e-book. Karena kisah-kisah hikmah itu berbentuk audiobook, maka saya biasa mendengarkannya sambil mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Demikian pula dengan murratal, saya biasa mendengarkannya di pagi hari sambil menyiapkan anak-anak sekolah. Bicara tentang imam yang melantunkan murrotal, imam favorit saya adalah Imam Farris Abbas. Lantunan qiro’at-nya sungguh mampu membuat air mata saya bercucuran.


Kalau ingin tahu lebih lengkapnya isi konten DVD 1, saya sebutkan di bawah ini:

  1. Aplikasi digital dari 22 konten Al-Qu’ran Miracle the Reference
  2. Murattal Imam Musyari Rasyid
  3. Murattal Imam Ali Al Ajmi
  4. Murattal Imam Sa’ad Al-Ghamidi
  5. Murattal Imam Shodiq Al-Mansawi
  6. Video belajar membaca Quran metode Syabana
  7. Video tuntunan ibadah Haji & Umrah
  8. E-book Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1
  9. E-book Tafsir Ibnu Katsir Jilid 2
  10. E-book Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3
  11. E-book Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4
  12. E-book Tafsir Ibnu Katsir Jilid 5
  13. E-book Tafsir Ibnu Katsir Jilid 6
  14. E-book Tafsir Ibnu Katsir Jilid 7
  15. E-book Tafsir Ibnu Katsir Jilid 8
  16. E-book Tafsir Ibnu Katsir Jilid 9
  17. E-book Tafsir Ibnu Katsir Jilid 10
  18. E-book Bulughul Maram
  19. E-book Sirah Nabawiyah, sejarah perjalanan hidup dan dakwah Nabi Muhammad saw.
  20. E-Book 101 Doa Penuntun Hidup Sukses
  21. E-book Complete Book of Zikir
  22. E-Book Rahasia Kekayaan Tertinggi

Sedangan isi konten DVD 2, adalah:

  1. VideoTuntunan Praktis Shalat
  2. VideoTuntunan Praktis Thaharah
  3. Video belajar membaca Quran metode Asy Syaamil
  4. Audio Kisah Kematian Penggugah Iman
  5. Audio Secret of Happiness
  6. Audio Muslim Abad 21
  7. Audio Menjadi Pasangan paling Bahagia
  8. Audio 114 KisahDoa yang dikabulkan
  9. Audio Ibadah Muslim Kosmopolitan
  10. Audio Keajaiban Al-Qur’an
  11. Audio Rahasia Kekuatan Doa melalui Asmaul Husna
  12. Audio agar Malaikat berdoa untukmu
  13. Audio Murattal Imam Muhammad Jibril
  14. Audio Murattal Imam Faris Abbas
  15. Audio Murattal Imam Hani Ar Rifa’i
  16. Audio Murattal Imam Ali Al Hudzaifi

#Bonus Buku Saku

Buku-buku ini terdiri dari Atlas Dakwah Nabi Muhammad saw. beserta Analisis Peta dan Sirah Nabawiyah. Di sebaliknya terdapat Al-Ma’surat, Wirid-wirid Rasulullah saw. Pagi dan Petang dilengkapi dengan Riwayat dan Fadhilahnya. Kemudian ada juga buku Tuntunan Praktis Ibadah Cara Nabi Saw. yang dijadikan 2 buku kecil. Buku-buku ini benar-benar bermanfaat baik bagi ibadah saya sehari-hari maupun untuk referensi saat saya menulis kisah Rasulullah Muhammad. Saw.


Isi dari buku-buku Penuntun Praktis Ibadah Cara Nabi saw.:

Konten Buku Penuntun Praktis Ibadah Cara Nabi -1

  1. Thaharah
  2. Shalat
  3. Doa & Zikir Sehari-hari

Konten Buku Penuntun Praktis Ibadah Cara Nabi-2

  1. Shaum
  2. Zakat – Infak – Sodaqoh
  3. Haji – Umrah



Dan yang lebih menakjubkan, seluruh isi cetakan paket Al-Quran Miracle The Reference bisa dibaca dengan pena elektronik atau e-pen. E-pen berfungsi sebagai audio yang bisa membaca dan melapalkan ayat-ayat Al-Qur’an yang ditunjuk oleh ujung alat tersebut. E-pen untuk New Miracle the Reference ini pernah meraih Rekor MURI sebagai e-pen Al-Quran terlengkap. Oya, E-pen ini dapat dibeli terpisah dengan mushafnya, ya.

Subhanallah...betul-betul mushaf Al-Qur’an yang dahsyat! Pantas saja kalau Al-Qur’an ini best seller di Indonesia, Malaysia dan Singapura karena merupakan mushaf Al-Qur’an terlengkap di Dunia!

Saya merasa beruntung memilikinya. Bagi saya, New Miracle The Reference merupakan investasi berharga dunia dan akhirat. Sebagai referensi untuk menghasilkan buku-buku berkualitas dan sebagai tuntunan bagi hidup dan ibadah saya sepanjang masa. Insya Allah, aamiin...

 Tulisan di atas di ikutsertakan dalam Parade Blog IKAPI JABAR - SYAAMIL QURAN

Sabtu, 30 Agustus 2014

BBN (Badan Buku Nasional) sebagai Badan Pemberantas Bahaya Kebodohan



 
Bapusipda Jabar sebagai layanan peningkatan edukasi masyarakat (foto dari sini)
Buku adalah benda yang paling memikat hati saya dibanding apa pun. Berada di toko buku, pameran buku atau perpustakaan bagi saya rasanya seperti di surga yang penuh dengan bunga-bunga indah nan wangi. Rasanya ingin menikmati pengalaman menyentuhnya, mengisap wanginya dan meresapinya.
 Dulu, buku apa pun saya baca. Keinginan membaca bagaikan dahaga yang terus menerus minta dipuaskan. Hal ini membuat saya jadi lebih waspada saat melihat anak-anak saya mengalami hal yang sama. Saya khawatir mereka membaca sembarang buku tanpa kontrol demi menghapus lapar baca mereka.

Terus apakah karena hal itu saya jadi tukang belanja buku? Nggak juga. Karena terus terang pada awalnya saya tidak punya bujet khusus untuk membeli buku. Karenanya saya putar otak mengakalinya.

Buku Diskon
 
Cara Saya Mendapatkan Buku:

  • Menjadi anggota perpustakaan seperti Bapusipda dan berbagai taman bacaan
  • Membeli buku-buku bekas
  • Membeli buku-buku diskon, baik di toko maupun di pameran
  • Ikut kuis-kuis berhadiah buku baik di radio, pameran maupun media sosial
  • Akhirnya mencari penghasilan, khusus untuk belanja buku, seperti menulis artikel dan buku-buku.

Pertimbangan Membeli Buku

Omong-omong tentang belanja buku, fokus jenis buku yang saya beli sekarang bergeser pada kebutuhan akan bahan referensi tulisan. Kalau dulu buku apa saja saya tertarik membacanya. Kalau sekarang saya hanya tertarik pada buku-buku yang bahannya ingin saya garap menjadi sebuah tulisan. Kecuali, ya kecuali ada buku di luar itu yang benar-benar menarik dan ramai dibicarakan orang. Saya pasti penasaran ingin membacanya.

 
Buku sebagai referensi menulis
Mengenai harga, selama kualitas isinya sesuai dan saya mampu membelinya, saya tidak masalah. Karena kalau referensinya berkualitas tentu saya bakal menghasilkan buku yang berkualitas pula.


Masalah Krusial dalam Dunia Penerbitan Indonesia

Jujur karena saya bukan orang penerbitan, saya tidak tahu persis masalah jelasnya yang terjadi dalam dunia penerbitan. Sebagai konsumen buku, paling saya hanya merasakan harga buku yang masih cukup mahal dibanding kualitas fisik buku. Sedangkan sebagai penulis, saya merasa hak-hak penulis masih terabaikan. Sedangkan sebagai pengamat minat baca dan tulis di masyarakat, saya memandang penggunaan buku sebagai produk dari penerbitan belum diterima dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat. Yang ada, khusus untuk buku pelajaran, masyarakat malah ngedumel karena sekolah mewajibkan anaknya memiliki buku-buku penunjang pelajaran.

Dalam hal ini, menurut saya, yang seharusnya bertindak adalah pemerintah sebagai pemangku kekusaan. Mau ada organisasi penerbitan, banyak penerbitan berdiri, banyak penulis bermunculan, banyak buku-buku diterbitkan, selama tidak ada perhatian yang lebih khusus dari pemerintah dalam hal penerbitan buku, maka yang terjadi dunia penerbitan akan berjalan apa adanya saja. Tidak menghasilkan sesuatu yang maksimal.  Kalau seandainya pemerintah menyadari akan pentingnya membangun masyarakat yang cerdas, mestinya dibuat lembaga khusus yang menangani masalah perbukuan.

Saya setuju dengan harapan Pak Bambang Trim dalam bukunya, Apa & Bagaimana Menerbitkan Buku. Di situ tertulis: “Pemerintah memang perlu membentuk sebuah badan yang bertanggung jawab langsung kepada presiden, yaitu Badan Pengembangan Perbukuan Indonesia yang bertugas memantau percepatan industri kreatif penerbitan buku untuk dapat bersaing di negeri sendiri maupun di luar negeri, terutama peningkatan minat membaca dan minat menulis. Badan seperti ini juga telah banyak dimiliki negara-negara lain, seperti Singapura yang memiliki National Book Development Council  dan Malaysia yang memiliki National Book Council of Malaysia di bawah Kementrian Pendidikan Malaysia.”

Saya menyempatkan diri mengunjungi laman badan buku milik salah satu negara tetangga. Duh, saya merinding deh baca kata pengantar Dr. A ‘Azmi bin Shahri selaku direktur MBKM (Majelis Buku Kebangsaan Malaysia/National Book Council of Malaysia) di website MBKM, terutama bagian yang ini:

“The Council’s members consisted of representatives from several ministries and government agencies, book industry organisations and non-governmental organisations that were linked to the industry and its development, as well as individuals who were regarded to own specific skills to safeguard the Council’s interest and assist the Council in achieving its objectives.”

Itukan harapan saya bangeeet.... Kapan dong, Indonesia punya badan buku/book council kayak mereka? T_T

Tampilmereka?? , ,an Book Coucil of Singapore

Pentingnya Badan Perbukuan Nasional 

Kalau kita ingin mengukur sepenting apakah keberadaan badan ini. Coba buat sebuah perbandingan. Pemerintah merasa perlu membuat BNN (Badan Narkotika Nasional) untuk memberantas peredaran narkotika yang bisa merusak masyarakat Indonesia. Atau pemerintah merasa perlu mendirikan BIN (Badan Intelejen Nasional) untuk menjaga keamanan bangsa Indonesia dari ancaman teroris. Nah, kenapa pemerintah tidak merasa perlu membuat BBN (Badan Buku Nasional) dalam upaya mencerdaskan masyarakat melalui buku? Mengapa kebodohan bukan dianggap sebagai sebuah bahaya yang harus diberantas? Bukankah dampaknya sama saja merusak masyarakat Indonesia?

Dengan adanya lembaga negara khusus yang menangani masalah perbukuan, setidaknya saya punya harapan sebagai berikut:

  • Pengadaan  buku-buku untuk pendidikan lebih diperhatikan kualitas isi, penerbitan dan distribusinya.
  • Penggalakan minat baca masyarakat lebih ditingkatkan lagi dengan menyebar buku-buku bacaan bermutu ke tingkat masyarakat paling bawah.
  • Adanya perhatian pada para penulis buku berupa kesejahteraan dan penghargaan sehingga para penulis terpacu untuk membuat tulisan-tulisan berkualitas
  • Memantau dan menyokong penerbit untuk membuat buku-buku berkualitas dengan harga terjangkau

Nah, bagaimana? Siapkah Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu ahli perbukuan mengemban tugas tersebut kalau seandainya presiden benar-benar mendirikan Badan Buku Nasional? Saya percaya, orang-orang perbukuan adalah orang-orang yang mencintai dunia literasi. Begitu kepercayaan ada di tangan, maka saat itulah perubahan akan dimulai. Insya Allah...

Tulisan di atas di ikutsertakan dalam Parade Blog IKAPI JABAR - SYAAMIL QURAN
 

Jumat, 29 Agustus 2014

Penerbit Berjaya, Masyarakat Bahagia


Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bambang Trim, yang telah menyusun buku berjudul APA & BAGAIMANA MENERBITKAN BUKU, Sebuah Pengalaman Bersama IKAPI. Saya bersyukur bisa mendapatkan buku yang benar-benar dapat membuka wawasan saya selaku pecinta dunia literasi Indonesia. Buku yang diterbitkan oleh IKAPI ini mengulas dari A-Z tentang dunia buku dan penerbitan. Meski begitu isinya cukup ringkas dan mudah dipahami. Izinkan saya mengutip sedikit isinya untuk ditulis di blog ini ya, Pak.
gambar dari sini
TENTANG IKAPI

Pada bab pertama tentang Selayang Pandang Dunia Penerbitan Buku Indonesia, di situ diceritakan awal berdirinya Ikatan Penerbit Indonesia atau yang disingkat IKAPI. Organisasi profesi penerbit ini lahir pada tanggal 17 Mei 1950 di Jakarta atas prakarsa Sutan Takdir Alisjahbana, M.Jusuf Ahmad, dan Nyonya A. Notosoetardjo. Di masa awal, IKAPI beranggotakan 13 penerbit dengan ketua pertama Ahmad Notosoetardjo. Belakangan tanggal 17 Mei tidak hanya menjadi hai lahir IKAPI melainkan dijadikan Hari Buku Nasional dan Hari Jadi Perpustakaan Nasional juga.

“Selain didorong semangat untuk menggantikan posisi penerbit asing, khususnya Belanda, yang masih memonopoli kegiatan penerbitan buku di Tanah Air, lahirnya IKAPI juga dijiwai hasrat yang besar untuk membantu pemerintah dalam membangun masyarakat Indonesia yang cerdas.” (Wikipedia)

Di bagian akhir buku disampaikan secara singkat namun jelas mengenai berbagai hal tentang IKAPI, seperti kepengurusan, visi misi, jumlah anggota dan persyaratan menjadi anggota IKAPI.

Selama periode kepengurusannya, IKAPI telah dipimpin oleh 15 orang ketua. Sedangkan saat ini, kepemimpinan IKAPI Pusat dijabat oleh Dra. Lucya Andam Dewi.

Pada tahun 2012, IKAPI yang merupakan satu-satunya organisasi penerbit buku di Indonesia ini beranggotakan 1.126 penerbit dengan konsentrasi penerbit terbesar ada di Pulau Jawa dan sisanya tersebar di Sumatra serta Indonesia Timur, termasuk Bali, NTT, NTB, dan Papua.


Adapun visi dan misi ideal IKAPI adalah sebagai berikut:

Visi IKAPI adalah menjadikan industri penerbitan buku di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan dapat berkiprah di pasar internasional.

Misi IKAPI adalah ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui upaya penciptaan iklim perbukuan yang kondusif, pengembangan sistem perbukuan yang kompetitif, dan peningkatan profesionalisme asosiasi serta para anggotanya sehingga perbukuan nasional mampu berperan secara optimal demi mempercepat terbentuknya masyarakat demokratis terbuka dan bertanggung jawab.
Buku karya Pak Bambang Trim

Sebetulnya masih banyak informasi penting berkaitan dengan buku dan penerbitannya di buku karya Pak Bambang Trim ini. Misalnya bab mengenai jenis-jenis buku, bagaimana mendirikan penerbit buku, jejaring industri kreatif penerbitan buku, mengintip bilik editorial, mengintip bilik pemasaran dan memasuki era penerbitan digital. Namun saya khususkan kepada yang berkaitan dengan IKAPI saja sesuai dengan tema yang diminta panitia.

KIPRAH IKAPI

Setelah membaca tentang apa dan bagaimana IKAPI, mungkin kita penasaran kiprah apa sajakah yang sudah dilakukan IKAPI? Di sini saya akan mencuplik beberapa penjelasan dari Ibu Lucya Andam Dewi yang tercantum di bagian pengantar buku tersebut.


Saya sarikan saja isinya, ya:

  • Membangun kemitraan strategis dengan pemerintah terutama Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyediakan buku-buku pelajaran dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
  • Terlibat dalam aktivitas perbukuan secara internasional dengan mengikuti pameran buku terbesar di dunia, frankfurt Book Fair, serta berbagai pameran regional ASEAN, termasuk mulai dirintisnya kerja sama pameran di Timur Tengah.
  • Untuk menjamin ketersediaan tenaga kerja profesional perbukuan seperti penulis, editor, layouter, ilustrator dan desainer buku, IKAPI menggiatkan kursus, lokakarya, dan seminar tentang penerbitan buku sembari mendorong kalangan perguruan tinggi untuk membuka program kuliah penerbitan hingga tingkat S-2, bahkan S-3.
  • Lewat Kompartemen Diklat-Litbang-Informasi, IKAPI pun tengah berusaha membina profesionalitas para anggota lewat kegiatan-kegiatan yang bersifat mendorong kemajuan perbukuan Indonesia.
  • Meningkatkan minat membaca masyarakat , di samping juga minat menulis yang tidak kalah penting.

Demikian yang saya tangkap dari uraian Ibu Lucya Andam Dewi. Tentunya, apa yang beliau sebutkan itu hanyalah sebagian kecil usaha yang sudah dilakukan oleh IKAPI dalam dunia literasi. Tapi setidaknya kita bisa menilai sejauh mana dan sebesar apa kiprah IKAPI sampai saat ini. Untuk lebih rincinya, kita bisa melihat event apa saja yang sudah dan tengah digelar IKAPI, silakan buka laman situs resmi Ikatan Penerbit Indonesia ini di http://ikapi.org/ .

Salah satu event yang akan diikuti oleh IKAPI

Harapan Saya pada IKAPI

Kalau mengingat posisi saya sebagai pembaca, ingin rasanya saya memiliki organisasi Ikatan Pembaca Buku Indonesia yang memiliki kekuatan di mata pemerintah setara dengan IKAPI. Namun kalau melihat misi IKAPI yang berpihak kepada masyarakat agaknya tidak mengapa kalau saya mempercayakan sebuah harapan melalui IKAPI.

Harapan saya sebagai konsumen buku adalah supaya masyarakat Indonesia bisa mendapatkan buku murah dan berkualitas. Baik untuk buku umum maupun buku pelajaran. Saya ingat di masa saya SD, saya tidak pernah membeli buku pelajaran karena sekolah menyediakan. Mungkin saat itu ada program semacam inpres, ya. Saya tidak tahu kenapa sekarang hal itu tidak diberlakukan lagi. Yang ada malah hampir tiap tahun, buku pelajaran diganti. Okelah, mungkin alasannya karena mengikuti perkembangan jaman yang pesat. Tapi kan tidak semua materi. Kenapa tidak dibagikan saja lembaran khusus revisinya saja. Tidak harus ganti buku. Sayang sekali kan buku lama jadi mubazir. 

Buku-buku yang disediakan sekolah untuk siswa jaman dulu (foto: dari sini)

Namun karena IKAPI juga ikatan para penerbit yang memiliki kepentingan komersil, tentu saya tidak bisa seenaknya berharap sesuatu yang bisa merugikan pihak penerbit. Saya kira, di sinilah tugas IKAPI sebagai penengah dari berbagai kepentingan supaya semua pihak bisa diuntungkan. Penerbit berjaya, masyarakat juga bahagia.

Sedangkan untuk dunia penulisan, saya berharap supaya IKAPI bekerja sama dengan pemerintah dapat mengadakan event penghargaan yang lebih besar kepada para pekerja perbukuan seperti penulis, penerjemah, editor, ilustrator dan desainer buku. Saya membayangkan event itu bisa sebesar acara-acara penghargaan para pekerja seni baik dibidang pertelevisian, perfilman, musik dan periklanan. Wah, sungguh menggairahkan saya membayangkannya pun. Saya yakin kalau acaranya se-spektakuler itu, para pekerja perbukuan akan lebih terpacu untuk meningkatkan kualitasnya. Selain itu bisa juga menjadi kampanye minat baca pada masyarakat dan mengenalkan profesi pekerja perbukuan sebagai profesi yang bergengsi. Eh, saya tidak terlalu bermimpi kan.

 
Ajang penghargaan insan perbukuan Indonesia

Sebetulnya masih banyak harapan-harapan saya sehubungan perkembangan dunia baca tulis. Tapi mengingat saya juga adalah penulis, mungkin yang paling saya harapkan adalah adanya kedekatan antara IKAPI dengan para penulis yang tersebar di Indonesia. Penulis sebagai bagian dari penerbitan buku membutuhkan edukasi, pengelolaan dan perwakilan. Banyak dari mereka yang memiliki minat dan bakat menulis tidak terkelola dengan baik. Padahal kalau potensi mereka itu dibuka, tentu akan membantu penerbitan buku. Selain itu karena kebanyakan penulis adalah para pembelajar otodidak, sehingga perkembangan kemampuannya pun seadanya tergantung dari usaha si penulis itu sendiri. Kebanyakan penulis juga merupakan pekerjaan perorangan/freelance sehingga jarang ada yang memperjuangkan nasib mereka. Akibatnya motivasi menulis dari para penulis pun terancam surut saat menulis tidak bisa dianggap sebagai profesi yang mensejahterakan.


Jika Saya Menjadi Pengurus IKAPI

Pada akhirnya, kalau kita menjadi bagian dari sebuah sistem, kita akan tahu dalamnya sistem tersebut. Begitu pula dengan IKAPI. Seandainya saya menjadi pengurus IKAPI, mungkin saya akan melihat harapan-harapan yang saya angan-angankan itu sebenarnya sudah ada di sana. Namun karena sebuah keterbatasan, siapa pun  bakal sulit mewujudkannya. Entah keterbatasan itu berupa kebijakan pemerintah, entah keadaan masyarakat sendiri yang sulit.

Terlepas dari berbagai keterbatasan itu, boleh dong saya berandai-andai demi perkembangan dunia baca tulis di Indonesia. Boleh.


Baiklah. Seandainya saya menjadi pengurus saya akan:

  • Mendorong penerbit-penerbit untuk mendekati para pekerja perbukuan dan mengedukasi mereka secara gratis supaya meningkat kualitasnya. Penerbit harus menyetorkan daftar pekerja perbukuan yang telah berhasil mereka edukasi secara berkala.
  • Membuat aturan royalti minimum bagi para penulis berdasarkan  kualitas. Kalau perlu ada sertifikasi penulis.
  • Menyelenggarakan acara penghargaan bagi insan perbukuan Indonesia dan mengirimkan karya-karya terbaik dari para pekerja perbukuan Indonesia tersebut ke event-event award tingkat internasional.
  • Mendorong Perpusnas untuk mengelola buku baik sumbangan penerbit maupun dari APBN (ada kan alokasinya dari situ?) supaya sampai ke lingkungan masyarakat terkecil. Misalnya, tiap RW harus memiliki taman bacaan yang bukunya disokong Perpusnas dan masyarakat itu sendiri.

Sudah, sementara itu dulu. Toh presiden juga hanya mengutamakan beberapa program di 100 hari kepemimpinannya. Apalagi saya, jadi pengurus pun belum. Saya cukupkan saja sekian. Maaf ya, banyak bercandanya. Itu semata-mata biar pembaca tidak merasa kaku. Konten boleh serius, tapi membacanya harus tetap asyik dan santai. Mudah-mudahan lebih bisa dipahami isinya.
  
Kesimpulan dari semuanya, saya hanya berharap semoga IKAPI bisa menjadi wakil dan penengah kepentingan antara penerbit, insan perbukuan serta masyarakat konsumen buku. 

Demikian. See you, terima kasiiih...


Tulisan di atas di ikutsertakan dalam Parade Blog IKAPI JABAR - SYAAMIL QURAN
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...