Dalam beberapa tahun ke belakang,
anak-anak Indonesia mengenal berbagai makanan cepat saji (fastfood) dan
beragam makanan ringan (snack), baik yang diiklankan melalui televisi maupun
yang mereka temui di warung-warung dekat rumah.
Rasanya yang gurih membuat anak-anak suka. Sayangnya, semenjak lidah
anak-anak dibiasakan mengecap makanan gurih, biasanya anak-anak jadi tidak suka
makanan-makanan yang memiliki rasa lebih hambar seperti sayur-sayuran dan
kacang-kacangan.
Demikian pula dengan olahan daging dan ikan hasil masakan ibu di rumah.
Bisa jadi kalah menarik dibanding makanan cepat saji yang ditampilkan oleh
artis-artis idola anak. Sehingga anak-anak tidak mau menyentuhnya. Selain itu,
iming-iming hadiah yang ditawarkan oleh restoran cepat saji itu membuat
anak-anak menjadi semakin ‘mabuk kepayang’.
 |
Anak-anak sekarang lebih suka makanan cepat saji dan makanan ringan |
Apabila hal ini dibiarkan, kemungkinan
anak bisa tumbuh menjadi anak yang pemilih makanan (picky eater) dan
tidak memiliki nafsu makan kecuali pada makanan-makanan yang memiliki rasa
tajam seperti gurih, asin dan manis. Padahal syarat agar anak tumbuh sehat dan
cerdas, maka anak harus mendapatkan asupan makanan yang mengandung zat gizi
seimbang. Gizi seimbang bisa didapat dari makanan sehari-hari yang mengandung
zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan
memerhatikan keanekaragaman makanan, aktivitas fisik, kebersihan dan berat
badan ideal.
 |
Anak-anak sebaiknya mengonsumsi berbagai jenis makanan |
Sayangnya dalam kasus anak sulit
makan, mereka hanya akan memakan makanan tertentu saja yang mereka sukai.
Padahal setiap manusia membutuhkan makanan yang beraneka ragam karena tidak ada
satu pun makanan yang mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan tubuh.
Zat Gizi Apa Saja yang Dibutuhkan
anak?
- Karbohidrat
merupakan makanan pokok, bisa
didapat dari nasi, roti, jagung, kentang dan lain-lain.
- Protein
nabati bisa
didapat dari kacang-kacangan termasuk produk olahannya seperti tahu, tempe dan
oncom. Selanjutnya protein hewani seperti daging, ikan, telur, susu dan
produk susu seperti mentega, keju, yoghurt dan lain-lain.
- Vitamin
dan Mineral bisa
diperoleh dari sayur-sayuran dan buah-buahan.
- Air sebaiknya dikonsumsi sebanyak 2
liter setiap hari secara bertahap.
- Lemak,
gula, garam dibutuhkan
seperlunya untuk menjaga keseimbangan gizi.
 |
Piramida Gizi (gambar di ambil dari sini) |
Anak-anak yang memiliki masalah
sulit makan dan pemilih dalam menentukan makanan yang akan dikonsumsinya rentan
terancam kekurangan (defisiensi) zat gizi terutama zat gizi mikro (mikronutrient)
seperti zat besi dan seng (zink).
Banyak penelitian dilakukan oleh
berbagai pihak, di antaranya P3GM Kemenkes, Departemen Gizi Fakultas
Universitas Indonesia, dan Asian Development Bank (ADB), menyebutkan
bahwa kekurangan zat gizi mikro, terutama zat besi dan seng masih menjadi
persoalan kesehatan anak-anak Indonesia. Salah satunya mengatakan bahwa sekitar
22 juta anak di Indonesia terkena anemia gizi besi (AGB), yang menyebabkan
hilangnya IQ 5 sampai 15 poin. Hal ini tentunya bisa mengakibatkan buruknya
prestasi sekolah dan kerugian potensi masa depan hingga 2,5%. Kalau seandainya
kondisi ini tidak segera diperbaiki, sungguh kasihan nasib anak-anak kita di
masa yang akan datang.
Apa Saja Kegunaan Zat Besi Itu?
Kalau kita melihat betapa besar pengaruh zat besi pada tubuh manusia, tentu kita harus tahu sejauh mana kegunaan dari zat besi itu untuk tubuh kita. Di bawah ini adalah kegunaan dari zat besi bagi tubuh manusia.
- Untuk pembentukan sel darah merah
- Membantu membawa oksigen ke dalam otak
- Membantu memproduksi energi dalam tubuh
Dampak Kekurangan Zat Besi Pada Anak
Kekurangan zat besi pada anak bisa
menimbulkan penyakit yang disebut anemia gizi besi atau AGB. AGB sering terjadi
pada anak penderita sulit makan yang berlangsung lama. Anemia atau kekurangan
sel darah merah adalah suatu keadaan di mana komponen di dalam darah, yakni
hemoglobin (Hb) dalam darah, jumlahnya kurang dari kadar normal. Hemoglobin
adalah unsur utama penyusun sel darah merah yang merupakan protein kaya zat
besi dan berfungsi membantu sel darah merah menganggkut oksigen dari paru-paru
ke seluruh tubuh.
Tubuh yang mengalami anemia akan
menunjukkan gejala seperti lemah, lesu, lunglai, letih, muka pucat, kurang
bergairah, mata berkunang-kunang, daya tahan tubuh menurun dan keringat
dingin. Pada kasus yang lebih parah, anemia menyebabkan denyut jantung
bertambah cepat, nafas tersengal dan pingsan.
Pada anak, anemia menimbulkan dampak
buruk ke otak. Anak akan mengalami gangguan konsentrasi, daya ingat rendah,
kemampuan memecahkan masalah rendah, gangguan prilaku, dan tingkat IQ yang
rendah. Sedangkan pada fisik, anak akan mudah terkena infeksi. Akibatnya adalah
penurunan prestasi belajar dan kemampuan fisik anak.
Makanan Sumber Zat Besi
Sebenarnya, bila anak mendapatkan
makanan bergizi yang cukup, sangat kecil kemungkinan mereka mengalami
kekurangan zat besi. Mineral ini dapat diperoleh dengan mengonsumsi sayuran
hijau, kacang-kacangan, daging merah dan makanan atau minuman yang di-fortifikasi
(diberi tambahan vitamin dan mineral).
Selain zat gizi tidak seimbang
karena sulit makan, anak-anak pun bisa terkena anemia karena rendahnya tingkat
ekonomi orang tua mereka, hingga tidak bisa menyediakan makanan bergizi tersebut
di atas.
Apa
Saja Manfaat Zat Gizi Seng?
Selain zat besi, mineral yang tidak kalah pentingnya adalah seng. Berikut adalah manfaat dari zat gizi seng:
- Membantu pertumbuhan manusia dan meningkatkan imunitas
karena zat gizi seng berperan dalam menstimulasi aktivitas 100 macam enzim dan
terlibat sebagai kofaktor pada 200 jenis enzim lainnya.
- Membantu kemampuan indera perasa dan penciuman karena seng
memengaruhi saraf-saraf yang mengirimkan rangsangan ke otak. Jika tubuh anak
memiliki kandungan seng yang tinggi, selera makannya pun akan tinggi.
- Secara biokimia, seng terlibat dalam biosintesis DNA (asam deoksiribonukleat).
 |
Anak tidak berselera makan bisa jadi karena kekurangan zat gizi seng (gambar diambil dari sini) |
Dampak
Kekurangan Zat Gizi Seng Pada Anak
- Ratusan enzim yang berguna untuk tubuh tidak bisa berfungsi.
Sehingga akan mengganggu pertumbuhan anak. Tanda anak kekurangan zat gizi seng
biasanya sering sakit, lemah, lesu dan mencret.
- Membuat indera perasa (lidah) pada anak hanya bisa merasa
makanan yang rasanya ekstrim seperti sangat gurih, asin dan manis. Akibatnya,
anak-anak tidak memiliki nafsu makan karena merasa makanan pada umumnya terasa
tidak enak. Akhirnya, anak-anak hanya suka mengonsumsi makanan yang gurih, asin
dan manis saja, yang bisa jadi itu semua ada pada makanan cepat saji atau snack.
 |
Susu yang sudah difortifikasi zat besi dan seng |
Makanan
Sumber Zat Gizi Seng
Pemenuhan kebutuhan tubuh akan zat
gizi seng bisa didapat dengan mengonsumsi bahan makanan seperti daging merah,
gandum utuh, biji-bijian dan kacang-kacangan. Dalam jumlah yang lebih sedikit,
seng bisa diperoleh dengan mengonsumsi sereal yang telah diolah, beras, ayam,
daging berlemak, ikan, seafood
(makanan laut, seperti tiram), umbi-umbian dan beberapa sayuran hijau.
Selain terdapat dalam bahan pangan
alami, asupan zat gizi seng juga dapat diperoleh melalui konsumsi pangan
tambahan yang telah difortifikasi dengan tambahan zat gizi mikro serta beberapa
produk makanan pelengkap untuk anak seperti susu.
Tips
Agar Anak Mau Makan
Orang tua tetap harus mengusahakan
supaya anak mau mengonsumsi makanan-makanan bergizi. Di bawah ini ada beberapa
tips yang bisa dicoba oleh orang tua.
- Ajak anak berbelanja dan mengolah
bahan makanan. Ciptakan suasana menyenangkan pada saat memasaknya.
- Ceritakan pada anak manfaat dari
makanan-makanan tersebut bagi tubuh kita. Buku-buku cerita yang berkaitan
dengan manfaat sayur dan buah bisa membantu imajinasi positif anak pada
makanan.
- Bentuk atau cetak makanan semenarik
mungkin dan sajikan dalam perangkat makanan berwarna menarik dan bergambar kartun
favoritnya. Cara makan yang menarik, bisa juga membuat anak tertarik untuk
memakannya.
- Ajarkan dengan contoh. Anak akan
tertarik mencoba suatu makanan apabila melihat orang tua terlihat begitu
menikmati makanannya.
- Jangan paksa anak untuk langsung
menghabiskan dalam porsi besar.
- Beri anak pujian jika ia mau memakan
makanannya.
- Buat permainan menarik pada saat
makan. Sebagai contoh, katakan pada anak, apabila ia mau menghabiskan lima
sendok makan, berarti ia lolos level 1. Apabila anak mau menambah lima sendok
lagi, berarti ia lolos level 2. Demikian seterusnya supaya anak terpacu untuk
makan lebih banyak lagi.
- Makan sambil bermain atau sambil
piknik di taman bisa menjadi pilihan supaya anak mendapat pengalaman menyenangkan
saat aktivitas makan.
Sambil terus berusaha supaya anak
mau mengonsumsi makanan bergizi, orang tua harus terus mengupayakan makanan pengganti
untuk memenuhi kebutuhan gizi anak setiap harinya. Mengonsumsi susu adalah
solusi agar gizi anak tetap terpenuhi karena susu mengandung vitamin dan
mineral lengkap yang dibutuhkan oleh tubuh anak.
 |
PT. Danone
Dairy Indonesia dengan PDGMI (Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia)
bekerja sama mengembangkan susu Milkuat botol tiger untuk mengatasi
masalah gizi anak Indonesia |
Dalam hal ini, PDGMI (Perhimpunan
Dokter Gizi Medik Indonesia) menyarankan supaya anak-anak mengonsumsi makanan
tambahan yang telah difortifikasi dengan zat gizi mikro. Susu Milkuat botol
tiger, yang merupakan produk dari produsen makanan terpercaya Dairy Danone
adalah contoh produk yang membantu menyeimbangkan kekurangan gizi mikro yang
dialami banyak anak Indonesia. Produk susu ini mengandung ekstra kalsium,
fosfor, vitamin B kompleks, vitamin A dan vitamin D. Selain itu, Milkuat botol
tiger menyediakan 15 persen dari jumlah asupan harian zat besi dan seng yang
dibutuhkan anak.
Dengan mengonsumsi asupan zat besi
dan seng yang cukup, maka anak-anak dapat terhindar dari masalah anemia gizi
besi (AGB) yang bisa mengancam kesehatan dan masa depannya. Selain itu
kecukupan zat gizi seng bisa membuat anak-anak makan lebih lahap lagi.
Link sumber:
- http://medicastore.com/penyakit/154/Anemia_Karena_Kekurangan_Zat_Besi.html
- http://pickyeaterschild.wordpress.com/2011/12/29/anemia-zat-besi-komplikasi-tersering-pada-anak-sulit-makan/
- http://milkuat.co.id/mom/tentang_gizi/