Kamis, 06 Februari 2014

Storycake for Your Life: Backpackers



Judul: Storycake for your life: Backpacker
Penulis: Lygia Pecanduhujan, dkk
Editor: Fridia Novi Arimbi
Perwajahan Isi: Shinzy & Fajarianto
Perwajahan sampul: Mila Hidajat
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Ukuran/ halaman: 135 x 200 cm, 252 hal
ISBN: 978-979-22-9862-8
Harga: Rp 53.000,00

Kontributor: Lygia Pecanduhujan, Lalu Abdul Fatah, Yas Marina, Irin Febrian, Mochammad Taqdis, Ma’rifah, Renifa, Niza A. Elangit, Risahmawati Tholib, Widiantiwidianti, Dee An, Wida Waridah, Nur Maulidiyah, Ida Fitri Astuti, Fifi Hafizhah Nurul Fikri, Satu Cahaya Langit, Endah Wahyuni, Fe Maendallah, Karguna Purnama Harya, Romi A. Sinaga, Sri Widiyastuti, Bang Aswi, Andreas Dwi Setiawan, Ipeh the Pooh, Wuri Nugraeni, Roza Rianita, Prienz, Archa Bella, Dissa Syakina Ahdanisa, Ima Rochmawati, Imazahra Fatimah
 
Sinopsis:
Sepanjang perjalanan ini, rautmu tergambar di pelupuk
Rindu yang tak tereja, menggenang manis dalam sisa hujan sore ini
Langutkan aku dalam melodi-melodi panjang, tentang harap dan keabadian
Sepanjang perjalanan ini, senyummu menjelma cahaya
Menembus kedalaman jiwa yang nanar meraba jarak
Entah ribuan kilometer atau hanya sejengkal menembus hujan: menghampirimu
Sepanjang perjalanan ini, derak roda kereta menghantarkan derai kenangan
Membasahi tepian jendela dengan lamunan
Namamu ada dalam sisa es teh di hadapan, rautmu menjelma dalam riuh lalu lalang lautan manusia
Sosokmu nyata dalam jarak pandang
Dan sepertinya, Teman..., kau ada: Sepanjang Perjalanan Ini
—Sepanjang Perjalanan, Lygia Pecanduhujan

Hidup bagaikan persinggahan dalam menjalani suatu perjalanan. Terkadang kita berhenti sejenak melepas lelah, menatap sekitar, menyaksikan polah tingkah orang-orang yang sama sekali tidak kita kenal. Mempelajari aneka rasa—sedih, marah, kecewa, bahagia, juga hampa.

Perjalanan bagaikan alur yang sangat beragam, penuh kejutan di sana-sini yang terkadang sama sekali tak terduga. Petualangan hidup ini bisa dilakukan dengan cara apa pun, bahkan cukup dengan membawa ransel lusuh kemudian mengembara ke mana saja, mencoba mencatatkan jejak di bumi-Nya yang teramat luas.

Dalam buku Storycake for Your Life: Backpackers ini, tiga puluh tiga kisah dikedepankan sebagai sarana berbagi dan sumber inspirasi bagi Anda pencinta petualangan. Ditulis oleh backpacker dan bikepacker dengan latar budaya dan daerah asal yang beragam, Anda bisa menikmati kisah perjalanan unik, juga tak terlupakan, yang kocak, seru, dan kadang mengharukan. Selamat membaca, selamat menentukan tujuan perjalanan Anda!

 

Rahasia Cheerful Flowers, terbit!

KKPC Rahasia Cheerful Flowers


Judul: Rahasia Cheerful Flowers
Seri: Karya Keren Penulis Cilik
Penulis: Fairuz Shofia
Penerbit: Pelangi Indonesia
Harga: Rp 29.000,-

SINOPSIS:

Apa sih, Cheerful Flowers?
Yang pasti, bukan nama sejenis bunga, lho! Walaupun, wanginya seperti bunga.
Ini juga yang membuat semua anak berebut duduk di dekat Elena.
Apalagi, selain Cheerfull Flowers, Elena juga mempunyai Morning Dew, Evening Sky, Snow Princess, Lemon Fun, Strawberry Maniac, dan baaanyak lagi!
Itu semua yang membuat Elena wangi setiap hari.

Saking penasarannya, teman-teman Elena pun pergi ke rumahnya. Mereka melihat taman bunga yang berwarna-warni, dan bertemu dengan nenek Elena.
Apakah rasa penasaran mereka terobati? Jawabannya ada di cerpen "Rahasia Cheerful Flowers" di buku ini, ya!

Sabtu, 26 Oktober 2013

Progress Kisah Seru 25 Nabi dan Rasul

Kisah Seru 25 Nabi dan Rasul bersama Bp. Dedi Mizwar, wagub Jawa Barat di Pameran Buku, Landmark Bandung, 2 Oktober 2013


Gambar cover buku Kisah Seru 25 Nabi dan Rasul dijadikan latar stand buku Penerbit Salamadani di Pameran Buku di Landmark Bandung, 2 Oktober 2013.


Kisah Seru 25 Nabi dan Rasul menduduki peringkat ke 3 di topten Gramedia Metropolitan Mall, Bekasi


Baner Kisah Seru 25 Nabi dan Rasul di Tokbuk Togamas Buah Batu Bandung

Kisah Seru 25 Nabi dan Rasul jadi koleksi perpus masjid di rest area Km. 57 Bandung-Jakarta

Sabtu, 03 Agustus 2013

Kamis, 01 Agustus 2013

[GA: AKU DAN POHON] Salah Panggil



Di halaman rumah nenekku yang luas, tumbuh pohon rambutan yang cukup besar dan rindang. Hampir seluas halamannya tertutup oleh daun dari pohon rambutan tersebut. Bagiku dan sepupuku, Early, kadang-kadang keberadaan pohon itu cukup mengesalkan. Pasalnya, kamilah yang bertugas menyapu daun-daunnya yang berguguran.

Tapi, setiap yang kita lakukan pasti ada imbalannya. Melihat apa yang kami lakukan *walaupun agak terpaksa*, Emak *panggilan kami pada nenek* tidak pernah pelit dengan buah-buahan yang beliau miliki. Misalnya, ketika pohon rambutan itu berbuah lebat. Begitu aku merengek ingin segera memakan buah rambutan tersebut, Emak menyuruhku memanggil orang untuk memetik rambutan.

“Panggilin Mang Emuh, ya. Nanti kamu boleh makan sepuasnya,” kata Emak.

Tanpa membantah, aku segera mengajak Early ke rumah Mang Emuh. Aku tahu rumahnya, pikirku. Mang Emuh kan yang punya warung. Aku sering disuruh mamahku beli krupuk di warung yang dijagain Nyai Sari, istrinya Mang Emuh. Selain itu, Mang Emuh adalah paman dari teman sekelasku, Imas. Beberapa kali aku bertemu dengan Mang Emuh saat bermain bersama Imas.

Sampai di rumah Mang Emuh.

“Punten.” Aku mengucapkan salam khas Sunda.

“Mangga,” jawab Nyai Sari yang sedang sibuk membuat adonan bakwan.

“Nyai, saya disuruh Emak. Kata Emak, tolong supaya Mang Emuh metikin rambutan di rumahnya,” ujarku.

Nyai Sari tidak segera menjawab permintaanku. Sepertinya ia malah memikirkan sesuatu. Tiba-tiba muncul Mang Emuh dari ruangan lain. Nampaknya ia mendengar ucapan kami.

“Ada apa, Neng?” tanya Mang Emuh ramah.

“Kata Emak, Mang Emuh diminta metik rambutan.”

Aku melihat Mang Emuh berpandang-pandangan dengan Nyai Sari. Sampai akhirnya dia menjawab, “Baik, nanti Emang ke sana.”

Dengan suka cita, aku segera kembali ke rumah Emak. Sudah terbayang di benakku, aku bakal menikmati buah rambutan Emak yang dikenal sangat manis sekali rasanya.

Setelah memberi laporan pada Emak bahwa Mang Emuh bersedia memetik rambutan, tanpa firasat apapun, aku pun pamit pada Emak untuk berangkat ngaji.

Sepulang ngaji, Early menemuiku dan memberikan kabar ala breaking news. Mengagetkan!

“Yas, tahu tidak kalau Emak marah sama kita?”

“Hah? Kok bisa sih?” tanyaku heran.

“Iya, soalnya Mang Emuh yang dimaksud Emak bukan Mang Emuh yang kita panggil. Jadi dari tadi Emak ngomel terus. Kayaknya dia merasa malu deh. Soalnya, Emak kan tidak kenal sama Mang Emuh yang itu,” terang Early.

“Waduh! Habis Emak nggak ngejelasin juga Mang Emuh yang mana,” kelitku.

“Ya, pokoknya kejadiannya begitu.”

“Tapi jadi kan Mang Emuh yang kita panggil metik rambutan?”

“Ya jadi sih. Mang Emuh-nya kan udah datang ke Emak. Masa Emak bilang nggak jadi. Pasti Emak tambah malu.”

“Hihi… iya juga yah. Tapi aku jadi nggak berani nemuin Emak.”

“Eh, jangan gitu dong. Kasihan sama Emak. Setidaknya dengan ngomelin kamu, mungkin hati Emak bisa sedikit lapang,” ujar Early terkekeh.

Akhirnya…

Walau dengan berat hati, aku menemui Emak. Yah, sedikit diomelin sih. Tapi lumayan terbayar dengan manisnya buah rambutan.



Sekarang, pohon rambutan Emak dan seluruh kisahnya tinggal kenangan saja. Sejak Emak wafat, rumah dan pohon rambutannya bukan milik keluarga kami lagi. Rumah tua Emak pun sudah berubah menjadi tempat produksi sarang burung wallet.
 



Yuk Kenalan dengan Pohon dan Buah Rambutan
  
Rambutan adalah tanaman tropis yang tergolong ke dalam suku lerak-lerakan atau Sapindaceae, berasal dari daerah kepulauan di Asia Tenggara. Kata "rambutan" berasal dari bentuk buahnya yang mempunyai kulit menyerupai rambut.

Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki "rambut" di bagian luarnya (eksokarp). Warnanya hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning hingga merah ketika masak/ranum. Endokarp berwarna putih, menutupi "daging". Bagian buah yang dimakan, "daging buah", sebenarnya adalah salut biji atau aril, yang bisa melekat kuat pada kulit terluar biji atau lepas.


Jenis Tanaman Rambutan 

Dari survey yang telah dilakukan terdapat 22 jenis rambutan baik yang berasal dari galur murni maupun hasil okulasi. Dari sejumlah jenis rambutan diatas hanya beberapa varietas rambutan yang digemari orang dan dibudidayakan diantaranya:

1) Rambutan Rapiah buah tidak terlalu lebat tetapi mutu buahnya tinggi, kulit berwarna hijau-kuning-merah tidak merata dengan beramut agak jarang, daging buah manis dan agak kering, kenyal, ngelotok dan daging buahnya tebal.

2) Rambutan Aceh Lebak Bulus pohonnya tinggi dan lebat buahnya, kulit buah berwarna merah kuning, halus,rasanya segar manis-asam banyak air dan ngelotok.

3) Rambutan Cimacan, kurang lebat buahnya, kulit berwarna merah kekuningan sampai merah tua, rambut kasar dan agak jarang, rasa manis, sedikit berair.

4) Rambutan Binjai buah cukup besar, dengan kulit berwarna merah darah sampai merah tua rambut buah agak kasar dan jarang, rasanya manis dengan asam sedikit, daging buahnya ngelotok.

5) Rambutan Sinyonya warna kulit buah merah tua sampai merah anggur, dengan rambut halus dan rapat, rasa buah manis asam, banyak berair, lembek dan tidak ngelotok.



Kandungan Gizi dan Manfaat Buah Rambutan

Di dalam buah rambutan tersimpan khasiat obat yang tak ternilai harganya. Menurut kajian pakar tanaman obat, buah rambutan memuat besi, kalium, sampai vitamin C. Dalam setiap 100 gram (sekitar 3 buah rambutan) terkandung 69 kalori, 18,1 gram karbohidrat, serta 58 mg vitamin). Kadar serat rambutan juga cukup tinggi, sekitar 2 gram per 100 gram berat buah. Karakter buah seperti ini cocok dikonsumsi orang-orang yang tengah berdiet menurunkan atau menjaga berat badan.

Bagian tumbuhan ini yang dapat digunakan sebagai obat adalah kulit buah digunakan untuk mengatasi disentri dan demam, kulit kayu digunakan untuk mengatasi sariawan, daun digunakan untuk mengatasi diare dan menghitamkan rambut, akar digunakan untuk mengatasi demam, dan biji digunakan untuk mengatasi kencing manis (diabetes mellitus).



Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Rambutan
http://agromaret.com/post/jenis_tanaman_rambutan/91217113620
http://www.itd.unair.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=316:kandungan-gizi-dan-manfaat-buah-rambutan&catid=40:health-news&Itemid=113


Tulisan di atas diikut sertakan pada Lomba  “Give Away Aku dan Pohon”



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...