Kamis, 08 Oktober 2015

XL Ada dalam Setiap Momenku



Kalau saya ditanya sudah berapa lama saya menggunakan kartu sim XL? Terus terang, saya lupa sejak kapan. Yang pasti sudah lamaaa...banget! Tapi saya ingat, kenapa akhirnya saya menggunakan kartu XL adalah akibat digosok bapak saya secara terus menerus.

Dengan bangga, Bapak menyodorkan ponselnya ke muka saya, “Tuh, cuma habis Rp 25,-. Padahal Bapak ngobrol lama sekali .” Haha...saat itu XL memang lagi rame promo telpon Rp 25,-. Bapak ngotot pengen saya pakai XL ya biar beliau bisa sering-sering nelpon saya. Karena anak-anak beliau sudah tidak ada yang tinggal bersamanya, jadi ya kesepian gitu. Kalau semua sudah sama-sama pakai simcard XL kan gampaang..., tambah Bapak dengan gigihnya terus membujukku hihi...

Hmm...ya, mau bagaimana lagi? Ponselku kan CDMA. Mana bisa? Pikirku dalam hati. Ya, waktu itu si simcard CDMA yang itu memang masih merajai.

Namun, seiring waktu, akhirnya saya mendapat banyak kesulitan dalam komunikasi. Menggunakan nomor CDMA yang notabene lokal terasa mahal jika harus menelepon ke simcard GSM. Padahal, keluarga dan teman-teman kebanyakan pada pakai simcard GSM. Saya pun akhirnya memutuskan membeli simcard GSM.


Simcard GSM pertama yang saya beli tentu saja simcard XL, kartu dengan nomor cantik yang saya pakai hingga sekarang. Buat saya, nomor saya itu bagaikan jimat. Jimat penyambung silaturahmi, jimat mempermudah segala urusan dan jimat yang mendatangkan duit hehehe...

Kenapa begitu? Karena dengan kartu XL yang saya miliki, saya bisa menghubungi ayah, ibu, suami, adik, sepupu, paman, teman, gurunya anak-anak, tukang pijit, tukang gas dan baaanyak lagi. Mereka semua menggunakan XL. Jadi, memang tidak ada alasan kalau saya tidak menggunakan simcard XL. Ongkosnya murah, silaturahmi meriah.

Terus dibilang mempermudah urusan, karena saya sudah mendaftarkan nomor XL saya diberbagai tempat seperti bank saya, kantor saya, marketplace, ojek aplikasi, sampai restaurant delivery order. Nomor XL saya sudah seperti ID number saya. Begitu saya menyebutkan nomor XL tersebut, maka saya pun langsung terverifikasi tanpa ada pertanyaan macam-macam. Data saya langsung keluar di mereka. Hihi...memudahkan bukan?

Nah, kalau dibilang mendatangkan duit, ya karena saya menjadikan nomor XL saya sebagai nomor kontak di bisnis saya. Setiap saya ngiklan, sudah pasti nomor XL itu yang nampang di iklan. Saya merasa, nomor XL saya hoki banget. Buktinya, sampai sekarang bisnis saya lancar jaya. Entahlah, mungkin saking terkenalnya nomor XL saya, saat saya pasang aplikasi Line di smartphone, langsung orang-orang menemukan saya di Line melalui nomor XL saya tersebut. Artinya, banyak sekali orang yang menyimpan nomor XL saya itu di ponsel mereka. O,ya saya juga menggunakan nomor XL saya untuk nomor Whatsapp. 
Nomor XL sebagai nomor kontak bisnis saya


Jadi, kalau saya ditanya seberapa “Life With XL”-nya sih, saya? Menurut saya, “Life” banget lah ya. Secara, XL sudah menjadi bagian dari keseharian saya secara sosial dan bisnis. Simcard XL nggak mungkin saya lepas. Nomor itu sudah sedemikian melekat di benak keluarga dan customer saya. Bahkan saking melekatnya, kalau anak-anak ditanya nomor ponsel oleh teman-temannya, pasti mereka langsung menyebutkan nomor XL saya. Habis, gampang diingat sih, ujar anak-anak.

Terus, kalau sekarang ditanya, apa pengalaman seru, berkesan atau tak terlupakan selama kamu menjadi pengguna XL?

Bagi saya menjalani kehidupan begitu lancar adalah sesuatu yang berkesan. Silaturahmi lancar, urusan-urusan lancar, bisnis lancar. Tak putus saya bersyukur dan menikmati kehidupan saya. Sungguh saya bahagia dengan semua itu. Dan kartu XL turut berperan di dalamnya. Di dalam hidupku bersama XL.

#Life with XL
#19thBersama

Tulisan ini disertakan dalam kompetisi Live Blog Competition "Life with XL"

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih ya atas kunjungan dan komentarnya ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...