Kamis, 07 Februari 2013

Dukung Masa Emas Anak dengan Pilihan Terbaik


            Saat Maryam, putri pertama saya berumur 7 bulan, saya dinyatakan telah mengandung kembali anak kedua.  Bingung, galau sekaligus haru terasa campur aduk dalam hati saya. Saya merasa gagal menjaga jarak kehamilan. Namun apa boleh buat, saya harus bisa menerima kenyataan ini. 

Terus terang, saya risau dengan kondisi Maryam ke depannya. Dengan terpaksa saya harus menyapih Maryam. Kondisi saya tidak memungkinkan untuk terus menyusuinya. Namun untunglah Maryam bukan tipe anak yang sulit. Ia mudah sekali pindah ke susu formula. Kemudian karena usianya sudah lebih dari 6 bulan, ia juga sudah mendapat asupan makanan tambahan. Untuk makanan tambahan ini saya membuatnya sendiri untuk memastikan gizi yang ia konsumsi. Tepung beras merah, fillet ikan, fillet ayam, telur, tahu, berbagai sayuran, selalu menjadi bagian dari menu makanan Maryam setiap hari. Tidak lupa buah-buahan seperti pisang, papaya, air jeruk manis dan lain-lain.


Untuk menggenapkan nutrisi yang Maryam terima, saya juga memberi ia Seven Seas Emulsion, yaitu minyak hati ikan cod dari Perairan Atlantik yang bebas pencemaran. Di dalam Seven Seas Emulsion terkandung DHA tinggi dan omega 3 yang dibutuhkan untuk perkembangan otak anak. Multivitaminnya pun lengkap terdiri dari vitamin A, D, B6, C dan E, berguna untuk mendukung pertumbuhan gigi dan tulang serta kesehatan matanya. Selain itu, Seven Seas Emulsion mengandung sari jeruk asli tanpa pengawet dan perasa buatan. Saya memberi Maryam, Seven Seas Emulsion satu sendok teh setiap hari. O,ya saya juga ikut mengkonsumsinya lho selama hamil. Rasanya, tidak membuat perih di lambung.

Syukurlah, Maryam tumbuh menjadi anak aktif dan sehat. Badannya selalu ingin bergerak. Saat Maryam bisa duduk, ia selalu ingin berdiri. Saat ia bisa berdiri, Maryam selalu ingin berjalan dengan berpegangan pada apa saja yang bisa dijadikan tumpuan. Akhirnya Maryam bisa jalan sendiri dalam usia 11 bulan. Giginya tumbuh lebih cepat dari anak seusianya. Maryam pun tidak punya kesulitan bicara. Ia dikenal sebagai anak cerewet. Segala hal selalu ia tanyakan. Namun dari semua itu, yang membuat saya takjub adalah daya ingatnya. 

Pernah pada suatu hari, di rumah saya ada arisan lingkungan RT. Sungguh tidak saya sangka, ternyata Maryam tahu nama ibu-ibu tetangga yang hadir di acara arisan tersebut. Tidak hanya itu, ia juga hapal siapa pemilik sandal yang berserakan di teras rumah saat acara arisan berlangsung. Dan pada saat acara arisan selesai, ia hapal juga nama pemilik payung yang payungnya tertinggal di rumah saya, hehe…

Melihat kelebihan Maryam, saya tidak berdiam diri. Saya jadi semakin tertarik untuk lebih mengembangkan daya kreatifitas anak yang dimiliki Maryam. Saya pun membeli buku yang berisi petunjuk latihan-latihan apa saja yang bisa dilakukan untuk anak seusia dia.

Kamar Maryam dan adiknya, Husna penuh dengan 'hiasan dinding'
Untuk lebih mengasah daya ingatnya, saya menempelkan berbagai gambar dan poster berisi nama-nama hewan, nama buah-buahan, angka-angka dan huruf, hapalan doa harian, dan lain-lain di kamarnya. Selain itu, saya juga mengajarkan berbagai lagu anak dan surat-surat pendek dari kitab suci. Surat-surat pendek itu saya tulis sendiri dan saya tempel di dinding supaya bisa dilihat Maryam. Maryam tidak memerlukan waktu lama untuk menghapalnya. Di usia tiga tahun, ia hapal semua surat pendek. Dan ketika ia lulus dari taman kanak-kanak, Maryam hapal juz amma. Sekarang surat-surat pendek yang saya tulis itu, saya simpan di satu map.


Masa-masa bersama Maryam itu, sungguh merupakan kenangan indah yang tersimpan dalam diari kehidupan saya. Meski saya tengah hamil, saya tetap mencoba dekat dengan Maryam. Demikian pula ketika Husna, adiknya telah lahir. Saya selalu berusaha menjadwalkan waktu berdua dengan dirinya. Aktifitas beryanyi, menghapal menjadi momen spesial bagi kami berdua. Saya akan bertepuk tangan dan memeluknya saat dia selesai menghapal satu surat pendek. Dan Maryam akan tertawa tergelak-gelak di pelukan saya. 

Sekarang Maryam sudah tumbuh besar. Memiliki tubuh tinggi dibanding anak seusianya dan berotak cerdas hingga terpilih sebagai finalis olimpiade matematika tingkat nasional. Saya sangat bersyukur ternyata sungguh tidak sia-sia semua usaha yang telah saya lakukan di masa kecilnya itu. Saya telah memilih segalah hal yang terbaik untuk dirinya.
Maryam dan Husna, tumbuh tinggi, sehat dan cerdas

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes Blog Baby & Moms Diary Seven Seas Emulsion

Rabu, 30 Januari 2013

Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Daya Konsentrasi Anak



Ini cerita saya, Bunda.
Anwar dan Yahya, mereka dua buah hati saya dengan karakter berbeda. 

Anwar, 5 tahun tipikal anak kalem. Sepanjang pertumbuhannya Anwar hampir tidak membuat saya repot. Dia anteng saat memegang mainan. Anwar juga anak penurut. Ia tidak mau mendekati barang-barang yang saya larang mendekatinya. 
         Di usianya yang ketiga, Anwar senang menonton televisi. Melalui iklan televisi, ia hapal merek-merek produk. Hal itu memancing ide di benak saya. Saya mencoba menuliskan kembali merek-merek produk itu dengan tulisan saya sendiri di selembar kertas. Hasilnya, Anwar bisa menyebutkan kembali merek-merek tersebut. Hal itu mengantarkannya pada kemampuan membaca di umur 3,5 tahun.   

Anwar selalu ingin tahu berbagai informasi

           "No body perfect", itu kata pepatah. Tidak ada manusia yang sempurna. Demikian pula dengan seorang anak, termasuk Anwar. Untuk kegiatan fisik seperti berenang, bersepeda dan main bola, Anwar susah diajari. Anwar cepat menyerah ketika dia merasa kesulitan.


         Lain dengan Anwar, lain pula Yahya, 2,5 tahun. Yahya anaknya aktif. Setiap aktifitas dilakukan dengan berlari atau melompat. Dia tidak pernah menangis saat jatuh. Paling meringis dan kembali berlari.
        Dengan keadaan Yahya seperti itu, saya betul-betul 'prepare'. Pertimbangannya karena khawatir pada keselamatan Yahya, juga supaya saya tidak lebih repot dengan hasil perbuatannya. Yahya suka mengacak isi lemari baju, membuka kran dispenser, bermain sabun, menggunting rambutnya, mencoret-coret dinding, memanjat dan masih banyak hal ‘merepotkan dan berbahaya’ lainnya.

Yahya, anaknya aktif dan pemberani
Melihat Yahya, saya pernah khawatir kalau Yahya mengalami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Yahya susah sekali dibujuk atau diminta perhatiannya.
Eh, tapi tunggu dulu! Di usianya yang kedua, Yahya saya belikan mainan lego dan pasel. Ternyata ia asyik sekali memainkannya. Di usia sekarang, Yahya pun dengan cepat bisa memainkan sepeda roda tiganya. Saya lega karena hal itu jelas menunjukkan bahwa Yahya tidak memiliki gangguan dalam konsentrasi. 





Pelajaran yang saya ambil dari kasus kedua anak saya tersebut antara lain:
  • Ternyata setiap anak memiliki minat dan bakat yang berbeda.
  • Anak lebih mudah konsentrasi pada sesuatu yang diminatinya.
  • Orang tua berkewajiban membantu anak untuk menemukan dan mengembangkan minat dan bakatnya.
  • Orang tua harus melatih dan menstimulus anak dalam mengoptimalkan daya konsentrasinya di berbagai bidang dengan cara bertahap dan tidak memaksa anak.
  • Konsentrasi yang optimal akan membantu anak belajar maksimal.

Menurut literatur yang saya baca, ternyata daya konsentrasi dipengaruhi faktor-faktor seperti lingkungan, psikologis dan kondisi fisik anak.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, saya senantiasa terus berupaya memberikan pengasuhan yang terbaik. Saya juga belajar mengasah kepekaan diri untuk mengetahui berbagai ketidaknyamanan yang dirasakan anak. Sedangkan untuk masalah gizi, saya berusaha memperhatikan asupan makanannya. 


Salah satu asupan yang bisa meningkatkan kondisi fisik anak adalah susu. Saat ini banyak sekali produk susu dijual di pasaran. Adalah bijaksana apabila saat membeli susu, kita memperhatikan dulu kandungan yang dimiliki produk susu tersebut. Hal ini sangat penting karena akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak kita.

Anmum Essential, Susu Pertumbuhan Bergizi Lengkap Tanpa Gula Tambahan

          Anmum Essential adalah produk susu yang saya pilih. Anwar saya beri Anmum Essential 4. Sedangkan Yahya saya beri Anmum Essential 3.
Selain mengandung zat-zat gizi utama seperti karbohidrat, protein, lemak, multivitamin, kalsium dan serat yang berguna bagi pertumbuhan anak, dalam Anmum Essential 3&4 terkandung gangliosida, asam sialat, DHA, asam amino dan asam lemak esensial yang berperan penting dalam perkembangan otak anak.
Penting juga untuk kita ketahui bahwa Anmum Essential 3&4 tidak mengandung gula tambahan yang bisa menyebabkan karies gigi, obesitas dan menurunnya daya konsentrasi anak.


Nah, bagaimana dengan Bunda? Pasti kita ingin yang terbaik untuk anak-anak kita, bukan? Saya berharap, semoga sharing saya ini bisa bermanfaat bagi semua.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Writing Competition Anmum Bunda Inspiratif bersama IIDN (Ibu-ibu DoyanNulis)


*****


Saya dan buku Emak Gokil (buku hasil karya anggota IIDN)
 Link Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis: https://www.facebook.com/groups/ibuibudoyannulis/

Jumat, 18 Januari 2013

Saya dan KEB


Bagi saya, memiliki blog seperti memiliki rumah kedua. Diurus, didandani dan digunakan.
Tahun 2009, saya membuat blog, motivasinya adalah sebagai tempat curhat dan sharing. Saya memang suka nulis di diari. Pikir saya waktu itu, ada beberapa curhat yang kayaknya bagus untuk disharing. Mudah-mudahan bermanfaat buat yang baca. Setidaknya bisa menghibur. Isinya sih, tidak jauh dari bahasan anak dan rumah tangga.
Nah, ketika saya mulai mengenal dunia maya, pemikiran seperti itu seperti tersalurkan. Dengan otodidak, tanpa ada yang ngajarin, saya mencoba membuat blog. Saya mulai posting tulisan-tulisan. Ada yang tulisan asli dari saya, ada juga tulisan copas dari blog lain (tentu saja saya tulis sumbernya), dengan pertimbangan isinya bermanfaat buat saya.
Sayangnya, saat saya menekuni dunia penulisan buku, blog saya malah tidak terurus. Saya sibuk memfokuskan diri di penulisan buku.
Baru pada akhir tahun 2011, saya kembali aktif mengurus blog dengan format blog yang baru dan bertema. Blog saya sekarang mengkhususkan kepada bidang penulisan. Isinya ada ilmu menulis, pengalaman menulis, peluang menulis, lomba menulis, komunitas penulisan, biografi penulis terkenal, dan lain-lain. Pokoknya yang menyangkut dunia penulisan yang saya ikuti.
Hal ini saya lakukan, pertama ingin berbagi pengalaman selama saya menerjuni dunia penulisan. Yang kedua, saya ingin menorehkan seluruh jejak pengalaman saya di dunia penulisan. Ya, meskipun mungkin tidak besar, tetapi mudah-mudahan bisa menjadi tabungan kenangan manis di masa yang akan datang.
Selama bulan januari 2012 saya running mengumpulkan data-data yang tercecer selama saya menerjuni dunia penulisan buku sejak tahun 2010. Alhamdulillah, akhirnya dalam waktu sebulan, blog saya sudah siap tampil dengan wajah baru bertajukkan "PENULIS PEMULA".
Kenapa memilih judul itu?
Alasannya, saya ingin berbagi pengalaman kepada para penulis pemula yang pengalamannya mungkin tidak jauh berbeda dengan saya. Mengalami banyak kebingungan, tidak tahu darimana harus memulai dan sebagainya. Selain itu, saya pun menyasar para penulis cilik. Hal ini berdasarkan pengalaman saya saat membimbing anak-anak saya menjadi penulis.
Alhamdulillah, sejak blog ini rutin diisi dan dipromosikan, kunjungannya meningkat cepat. Setiap hari selalu ada kunjungan atau komentar.
Ke depannya saya ingin, blog saya bisa dipasangin iklan semacam Google Adsense. Namun sampai saat ini, saya belum tahu caranya. Ya, bertahap sajalah... :)
Omong-omong, kalau saya melihat blognya para blogger sejati, saya sering menemukan istilah-istilah khas para blogger. Entah ya, apakah saya pantas tmenyandang nama blogger? Mengingat saya tidak tahu banyak istilah-istilah itu. Saya hanya berpikir bagaimana menggunakan fasilitas blog sebaik-baiknya. Itu saja.
Nah, dengan bergabungnya saya dengan KEB (Komunitas Emak-Emak Blogger), saya berharap bisa menambah wawasan saya tentang dunia per-blog-an melalui teman-teman seprofesi 'emak-emak' :D
Saya memang bukan member aktif di komunitas tersebut, tapi saya bangga dan senang ada di sana. Saya merasa sama dengan emak-emak di KEB karena sama-sama suka ngeblog. Saya juga sering dapat info menarik seperti lomba-lomba penulisan. Pokoknya saya berterima kasih banget dengan keberadaan KEB.
Hari ini, tanggal 18 Januari adalah hari ulang tahun KEB yang pertama. Saya berharap KEB semakin eksis, bisa mewadahi para emak-emak blogger untuk tetap 'keep sharing' dan yang terpenting bisa menjadikan para emak-emak yang merupakan pendidik utama generasi penerus bangsa, jadi tambah pinter lagi, horeee...! #krik...krik...krik...

Ya, sudahlah. Itu sedikit curhatku sebagai bukti kecintaan saya pada KEB. Happy Birthday KEB...!!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...