Selasa, 30 Oktober 2012

Liputan Pabers di Koran Pikiran Rakyat

Liputan tentang Komunitas Penulis Bacaan Anak (Pabers) di HU Pikiran Rakyat, Kamis 18 Oktober 2012

Syarat Komik KKPK Next-G

Komik KKPK dan Komik KKPK Next G

Ada yang pernah baca Komik Kecil-Kecil Punya Karya Next-G?
Itu lho yang isinya terdiri dari beberapa cerita dari beberapa penulis. Penulis anak tentunya. Gambar komiknya ada dua versi. Yang pertama versi penulis aslinya. Yang satunya lagi versi ilustrator komik asli.

Buat kamu yang suka menggambar dan masih sulit menulis cerita panjang-panjang, membuat komik untuk buku Komik KKPK Next-G ini bisa jadi pilihan. Tapi tentu ada syarat-syaratnya.

Ini dia syaratnya:
1. Penulis berusia 8-12 tahun
2. Isi cerita sebanyak 4-6 halaman
3. Gambar komik sebanyak 2 halaman
4. Kirim ke alamat:
Muffin Graphics
Jl. Cinambo No. 137 Cisaranten Wetan,
Ujungberung, Bandung, 40294
Telp. (022-7834317)
5. Setiap karya yang dikirimkan harus mencantumkan formulir yang bisa kamu dapatkan di lembaran akhir buku Komik KKPK Next-G

Contoh formulir naskah Komik KKPK Next-G
Nah, selamat berkarya!
Sumber dari sini

Selasa, 16 Oktober 2012

Hadiah Liburan ke Pulau Socotra



Hamzah dan buku Kania's Dream

Judul Buku: Kania’s Dream

Pengarang: Nelfi Syafrina

Penerbit: DAR! Mizan

Cetakan: I, Januari 2012

Tebal: 196 halaman

Kania suka sekali memanjat pohon. Selama berjam-jam ia duduk di dahan pohon jambu Pak Rahman sambil memandang Gunung Marapi dan Singgalang. Ketika Kania tahu uniknya bentuk pohon-pohon di Pulau Socotra, ia ingin sekali pergi ke sana. Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan lomba memasak di kotanya yang berhadiah liburan ke Pulau Socotra.

Syarat lomba masak yang diikuti Kania ialah membuat makanan berdasarkan resep tradisional. Kania dibantu Daren sepupunya, bekerja keras menciptakan makanan yang unik tapi lezat. Sayang sekali dalam lomba tersebut Kania dicurangi oleh Helga, teman yang selama ini selalu iri padanya. Oleh panitia, Kania dianggap gugur di tahap pertama.

Bagaimanakah nasib Kania selanjutnya? Berhasilkah ia pergi ke Pulau Socotra? Sebuah cerita yang tidak hanya menghibur tapi juga mengenalkan jenis kuliner asli Indonesia. Asal tahu saja, buku ini diberi pengantar oleh Chef Bondan Winarno. Itu lho, chef yang sering tampil di televisi dengan ucapan “mak-nyuss”-nya. Chef Bondan sangat senang karena bidang kuliner dikenalkan pada anak-anak melalui cerita.

Kamis, 27 September 2012

Membuat Komik Sebagai Alternatif Cara Anak Mengekspresikan Diri



Contoh komik hasil karya anak yang diterbitkan (karya Chaca di Komik KKPK Next G)


Beberapa hari lalu, aku nerima kontrak penerbitan naskah dan gambar komik Hamzah dan Ovi. Pastilah aku gembira sekali. Satu hal yang aku tidak pernah bayangkan sebelumnya adalah ternyata gambar-gambar mereka  layak terbit.

Selama ini, pikiranku sempit. Untuk bisa diterbitkan, anak harus bisa nulis cerita, minimal cerpen. Namun untuk anak seumur Ovi  (9 tahun) dan anak cowok seperti Hamzah (11 tahun), pasti sulit sekali duduk menulis meskipun hanya satu halaman . Mungkin mereka bisa dengan dorongan full aku. Tapi, selain aku nggak tega, sepertinya untuk sekarang ini aku tidak punya banyak waktu lagi.
Berbeda dengan kakak-kakaknya dulu. Aku masih bisa fokus ke mereka. Sekarang sih, Si Kakak-kakak sudah ku lepas. Aku merasa sudah menurunkan ilmu-ilmuku pada mereka (jiyyaaah...sombong banget sih punya ilmu dikit juga. *dilempar sendal hehe...). Lanjut deh. Kalaupun mereka sekarang kesulitan, aku bisa ngasih saran-saran yang lebih pas karena aku sudah tahu gaya mereka. Lagi pula merekanya juga sekarang banyak kesibukan ekskur.
Balik lagi ke naskah Hamzah dan Ovi ya.
Awalnya, Hamzah dan Ovi aku ikut sertakan workshop komik di sebuah penerbit. Biayanya sih sebenarnya relatif ya. Untuk yang tidak pernah ikut pelatihan, mungkin biaya untuk dua pertemuan itu dibilang mahal. Tapi, kalau menurutku sih, untuk sebuah ilmu dan pengalaman, harga itu tidak sebanding. Hamzah dan Ovi yang pada dasarnya memang senang membuat gambar-gambar bisa menyalurkan kesenangannya itu.
Etapi, jangan dibayangkan gambar mereka itu seperti gambar para pelukis profesional ya. Atau gambar yang diwarnai dengan gradasi warna ala lomba-lomba gambar dan mewarnai jaman sekarang. Tidak sama sekali. Menurutku, asal mereka mampu menggambarkan bentuk tubuh manusia dan benda-benda  hingga pembaca tahu gambar apa itu, itu sudah cukup. Intinya, gambar itu bisa menjadi alat komunikasi antara pembuat gambar dan pembaca gambar.
Nah, itu masalah gambar. Yang keduanya adalah alur cerita. Ini yang bikin aku terharu. Mereka membuat cerita dengan sebuah konflik walaupun sederhana tapi itu adalah gambaran imajinasi original mereka yang ingin mereka sampaikan kepada kita. Sungguh perasaan yang luar biasa bagi orang tua yang mengikuti perkembangan anaknya sejak kecil.
Mungkin sharing pengalaman ini bisa menjadi inspirasi buat anak-anak lain atau orang tua yang ingin anaknya memiliki kegiatan dan keterampilan positif. Yang terpenting adalah anak-anak tahu salah satu cara bagaimana mengekspresikan dirinya. Masalah ternyata naskah itu ternyata dibeli oleh penerbit dengan nilai di atas biaya workshop? Ya, seneng juga sih :D.

Syarat pengiriman naskah komik KKPK Next-G, ada di sini:

Komik buatan Ovi dg judul Hantuuu... ada di Komik KKPK Next G Muffin Girls
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...