Kamis, 22 Juni 2017

Belanja Melalui ShopBack, Dapatkan Voucher serta Cashback dari Olshop Favoritmu!




Belanja online sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini. Namun pernah gak sih kamu ngerasa nyesek pas sudah order online? Sebabnya karena kita baru tahu bahwa ternyata dengan memasukan kode tertentu di aplikasi olshop tersebut, kamu bisa mendapatkan diskon atau fasilitas gratis ongkos kirim. Karena kita  tidak tahu, ya sudah akhirnya kita membeli produk tersebut dengan harga yang lebih mahal. Pernah? Saya sih sering huhu…
Bagi kamu yang suka berburu diskon di online shop, mungkin kamu punya waktu khusus untuk mensurvey satu per satu online shop yang sedang melakukan promosi. Sedangkan saya, menjadi pelaku online shopper seringnya murni karena kebutuhan. Ada banyak barang yang saya butuhkan yang bisa didapat di online shop seperti obat, kosmetik, peralatan dapur, dll. Selain itu kondisi saya yang merupakan ibu rumah tangga dengan anak yang masih kecil-kecil cukup menyulitkan saya keluar rumah untuk mendapatkan barang-barang yang saya butuhkan. Jika sudah butuh, ada promo atau tidak ya tetap akan saya beli.


Nah, jika seandainya ada situs yang membantu kita ngasih tahu di olshop sini lagi ada diskon lho, di olshop sana lagi ada promo, ada yang bagi-bagi voucher pula. Eh belum selesai. Setelah belanja, situs tersebut ngembaliin uang sekian persen dari yang kita bayarkan saat belanja dalam bentuk cashback, mau nggak?
Memang ada?
Ya ada laah…
Nama situsnya: ShopBack.



Apa sih ShopBack? Ini nih deskripsi lengkapnya!
ShopBack merupakan situs di mana kamu bisa mencari dan mendapatkan penawaran & diskon menarik dari sekitar 300 toko, plus cashback! ShopBack bukan e-commerce tapi merupakan cara baru, cermat dan hemat belanja online di Indonesia di ratusan e-commerce favorit melalui ShopBack.co.id yang berisi olshop-olshop favorit seperti Tokopedia, BukaLapak, Lazada, Matahari Mall, Elevenia, eBay, AliExpress, Blibli, Groupon, Orami, Tiket.com, Zalora, Muslimarket, Berrykitchen, VIP Plaza, UBER, Gojek Indonesia, dll. Nah, jika kamu belanja melalui ShopBack maka kamu akan diberi tambahan uang cashback hingga 30%. Uang cashback yang didapat tersebut dapat diuangkan kembali ke rekening bank pribadi kamu!
Kalau digambarkan secara sederhana, ShopBack itu bagaikan pintu gerbang atau gedung tempat di mana olshop-olshop favorit kita berada. Nah jika kita masuk ke olshop-olshop tersebut melalui pintu gerbang atau gedung ShopBack, maka ShopBack bakal ngasih kita banyak kemudahan dan cashback. Jadi, meskipun kita tidak tahu di olshop tersebut sedang ada promo, asal kita belanjanya masuk melalui ShopBack, maka ShopBack bakal ngasih tahu kita dan yang terpenting bakal ngasih cashback.
Penjelasan secara lengkapnya kenapa belanja di e-commerce favorit harus lewat ShopBack dulu? Kenapa tidak langsung? Dan apa manfaatnya? Ini dia:
·      Belanja lewat ShopBack lebih hemat dan menguntungkan apabila dibandingkan dengan langsung membeli di e-commercenya, karena mendapat tambahan uang cashback hingga 40%
·         Dapat menggabungkan promo, diskon, voucher (antara lain: voucher Lazada, voucher Zalora, voucher MatahariMall, voucher blanja.com, dll), kode kupon (seperti kode promo UBER) dari e-commerce plus dapat uang cashback dari ShopBack sehingga jauh lebih murah dan hemat!
Contoh: Diskon yang diberikan VIP Plaza masih bisa mendapat cashback lagi dari ShopBack.
·         Melalui ShopBack, sekarang belanja segala macam barang atau produk bisa dapat cashback! Mau itu pulsa, gadget, smartphone, tiket pesawat, tiket kereta, tiket nonton bioskop, pesan hotel, pesan UBER, pesan Grab, voucher makan, pesan antar makanan, fashion, makeup, peralatan rumah tangga, kebutuhan ibu dan balita seperti popok dan susu, dan masih banyak lagi!
Gimana sih cara kerja ShopBack itu? Untuk lebih jelasnya kamu bisa tonton tutorialnya di video YouTube ini ya:


Saya pun langsung tertarik menggunakan ShopBack untuk belanja online. Biar lebih praktis, saya menggunakan aplikasi ShopBack yang bisa diunduh di Playstore. Ya memang, ShopBack kini telah hadir dalam bentuk aplikasi ShopBack di Google Play Store dan Apple App Store, dan yang menariknya lagi, untuk pengguna app nya akan mendapatkan promo eksklusif.
 

Nah, bagi kamu yang tertarik menggunakan ShopBack untuk belanja onlinenya, bisa melakukan registerasi DI SINI. Jangan lupa ya, Solusi Belanja Cermat dan Hemat? ShopBack-in Aja!

Jumat, 16 Juni 2017

Sahabat Beda Usia


Tujuh tahun sudah saya tinggal di komplek perumahan di kawasan Bandung Timur ini. Saya merasa betah karena dekat dengan sekolah anak-anak, dekat dengan fasilitas umum, luas tanahnya cukupan, kontur tanah rata, suhu udaranya pas dan banyak faktor lainnya. Kabarnya komplek perumahan ini dibangun sudah sejak lama. Awalnya merupakan komplek perumahan untuk tentara. Namun saking lamanya, orang-orang yang menempati sekarang kebanyakan sudah bukan berprofesi tentara lagi. Ada yang tinggal istrinya, anaknya, cucunya atau malah sudah dijual ke masyarakat umum.
Ketika awal tinggal di sana, sebagai orang baru tentu saya masih merasa kaku. Meski begitu saya berusaha mendekati tetangga di kanan kiri untuk menjalin silaturahmi. Syukurlah tetangga di sini baik-baik. Mereka langsung mengajak saya mengikuti pertemuan para ibu-ibu PKK di lingkungan RT. Sekalian arisan, ujar mereka.
Di tempat arisan, saya lebih banyak diam karena khawatir salah bersikap. Hampir semua ibu-ibu yang hadir di sana umurnya jauh di atas saya. Rata-rata mereka sudah punya cucu. Sedangkan saya waktu itu, anak paling besar pun baru menginjak kelas 1 SMP.
Waktu terus berjalan dan alhamdulillah hubungan saya dengan tetangga semakin baik. Akhirnya dalam 2 tahun ini saya diberi tugas menjadi sekretaris PKK di RT. Semakin kesini, anak-anak semakin besar, waktu saya cukup luang, saya pun menambah aktivitas di luar rumah. Walaupun ya baru sekitaran rumah saja sih. Selain mengikuti pertemuan PKK, saya pun mengikuti kegiatan majelis taklim di lingkungan RT. Ternyata peserta majelis taklim 99% sudah pada sepuh semua. Ya tidak apa-apa. Itu tidak menghalangi saya untuk belajar agama.

Namun tanpa disangka, 6 bulan lalu saat pergantian kepengurusan, saya malah ditunjuk menjadi ketua majelis taklim. Waduuh...ilmu agama saya masih pas-pasan kok ya dipilih memimpin ibu-ibu yang sudah pada pandai ngajinya? Apalagi ibu-ibu yang saya pimpin sudah sepuh-sepuh. Saya jadi merasa melangkahi mereka. Lalu dapatkah saya terus membina hubungan baik dengan para ibu sepuh tersebut? Tapi kata mereka, biarlah yang muda saja yang memimpin supaya tertib administrasinya. Ibu ustadzah yang mengisi pengajian pun terus meyakinkan saya bahwa saya mampu bersosialisasi dengan ibu-ibu yang sudah sepuh ini.
Tinggal di lingkungan dengan tetangga-tetangga yang lebih tua dari kita, memang perlu beberapa trik supaya hubungan tetap nyaman. Diantaranya inilah yang saya lakukan:
Pertama, posisikan diri kita sebagai anak. Anggap tetangga sebagai ayah dan ibu kita. Banyak tetangga saya yang anaknya sudah menikah dan tidak tinggal bersama mereka lagi. Nah, keberadaan kita setidaknya bisa menghilangkan kesepian mereka di hari tuanya. Apa yang dilakukan seorang anak kepada orang tuanya? Berkunjung, menanyakan kabar mereka, mengajak bicara, merangkul, meminta nasihat, mendengarkan cerita-ceritanya dan berbagai pendekatan personal.
Kedua, maklumi karakternya sebagai orang tua. Orang tua biasanya merasa lebih berpengalaman. Saat kita mendapat suatu kejadian, mereka biasanya berpendapat lebih banyak dan merasa pendapatnya paling benar. Jika kita tidak setuju, tidak perlulah kita membantah. Kita cukup mengucapkan terima kasih dan tersenyum. Toh mereka tidak akan intervensi pada kebijakan rumah tangga kita. Sebenarnya mereka tahu, kita keluarga yang berbeda dengan mereka, yang memiliki aturan hidup sendiri. Jadi jangan terlalu khawatir.
Ketiga, sekali-kali memberikan perhatian dengan pemberian-pemberian kecil yang ada di rumah kita. Sebetulnya ini berlaku bagi kehidupan bertetangga secara umum. Mengirim masakan, membagi oleh-oleh dari luar kota, berbagi makanan acara syukuran, dll. Tapi kalau saya lihat, reaksi orang tua itu lebih terlihat terkesan saat mereka diberi dibanding kita memberi pada orang-orang yang lebih  muda. Mungkin orang tua lebih melihat kepada perhatian kita yang tidak melupakannya. Atau karena mereka sudah tua sehingga tidak tahu hal-hal terbaru atau jarang kemana-mana. Sehingga ketika mereka mendapat sesuatu, mereka menganggap sebagai hal besar. Entahlah, yang pasti mereka seperti lebih terkesan.

Nah, kemarin juga saya datang berkunjung ke tetangga sepuh terdekat, Ibu Suci untuk memberi dan memperlihatkan produk teh yang saya konsumsi, Teh Kepala Djenggot.
Begitu melihat kemasannya, Ibu Suci langsung berkomentar, “Oh ini sih teh sehat!”
Ya di usia senja tentu banyak berbagai keluhan penyakit yang mendera tubuh seperti kolesterol, osteoporosis, jantung koroner, stroke, kanker hingga alzheimer dan parkinson. Nah, teh ini merupakan salah satu solusi untuk menjaga kesehatan dengan cara menghambat datangnya penyakit-penyakit tersebut. 
Teh yang memiliki nama latin Camillia Sinesis ini memiliki kandungan Catechin Antioxidant yang mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan memperkuat kekebalan tubuh.
Teh Kepala Djenggot diambil dari tiga daun pucuk teh yang ditanam di perkebunan teh dengan ketinggian di atas 1.250 meter dari permukaan laut. Pada ketinggian ini, tanaman teh tumbuh lebih lambat sehingga dapat mempertebal rasa, aroma dan kandungan unsur-unsur yang ada pada daun teh.
Menurut sebuah penelitian di Journal Obesity, pada tahun 2011 disebutkan bahwa ekstrak teh hijau mampu menghambat pembentukan lemak dalam tubuh. Dengan catatan, ekstrak teh hijau diseduh dan dikonsumsi langsung. Baik berupa teh seduh maupun teh celup. Daun teh hijau yang diseduh, memiliki konsentrat EGCG yang tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menghambat pertumbuhan kanker kandung kemih, payudara, paru-paru, perut, pankreas, dan kanker kolorektal; mencegah penyumbatan arteri, membakar lemak, melawan stress oksidatif pada otak, mengurangi risiko gangguan saraf seperti Alzheimer dan Parkinson, mengurangi risiko stroke, dan menurunkan kadar kolesterol. Jika teman-teman ingin tahu lebih dalam tentang Teh Kepala Djenggot atau ingin melihat pengalaman orang-orang dengan Teh Kepala Djenggot, cobalah klik link ini.

Saya baru sadar ternyata Teh Kepala Djenggot sudah dikenal orang sebagai teh sehat, atau sebut saja sehatea. Seperti Ibu Suci, tetangga sepuh saya yang sudah sehatea (sehati) dengan saya. Sehati dengan tetangga menjadikan kehidupan terasa lebih nyaman, sehat lahir batin.
Nah, bagaimana dengan teman-teman? Punyakah pengalaman bersama sahabat yang “berbeda namun #sehatea”? Bagi dong ceritanya di komentar sini atau di blog pribadimu. Mudah-mudahan ceritamu bisa menginspirasi semua orang.

Sabtu, 10 Juni 2017

Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Pilih Baju Koko Anak Laki laki


Bulan   Ramadhan   tiba,   masjid   pun   penuh   dengan   umat   muslim   yang   ingin melaksanakan shalat tarawih. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun ramai perg ke masjid untuk shalat dan bermain bersama teman sebaya.
Melihat   anak-anak   mengenakan   baju   koko   ke   masjid,   rasanya   memang menyenangkan. Apalagi jika baju kokonya terlihat pas dan cocok dikenakan. Kita pun mulai berpikir bahwa ibunya pintar sekali memilihkan baju koko untuk anaknya.
Sebenarnya, memilih   baju  koko anak   laki   laki   bisa   dikatakan  gampang-gampang susah. Karena tidak seperti orang dewasa yang sudah bisa menentukan model dan bahan kesukaannya.   Untuk  anak-anak,  mereka  masih harus dicari tahu apa yang mereka suka. Karena kalau tidak suka, baju koko tersebut tidak akan dikenakan lagi.
Sayang, kan?
Nah, untuk menghindari hal tersebut, kami memiliki beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memilih baju koko anak laki laki agar cocok dikenakan dan si kecil betah memakainya. Apa saja? Simak berikut ini.

Perhatikan kualitasnya
Kualitas sangat penting diperhatikan sebelum memilih baju koko untuk anak. Karena beberapa   anak   memiliki   sensitivitas   kulit   terhadap   bahan   tertentu.   Jadi,   pilihlah bahan 100% katun, kalau bisa yang organic agar kulit tidak alergi. Perhatikan pula model serta kualitas kancing dan retsletingnya.

Ukuran
Pertumbuhan anak yang cepat seringkali membuat kita bingung ingin membelikan baju koko yang awet. Karena bisa saja baju yang dibeli tahun ini, tahun depannya sudah tidak muat lagi. Untuk itu, belikan baju koko anak laki laki dengan 1 atau 2 ukuran di atasnya. Supaya tahun depan masih bisa dikenakan lagi. Tetapi jika terlihat sangat kebesaran, lebih baik pilih yang ukurannya pas di badan.

Model Baju
Ada beragam model baju koko yang ditawarkan berbagai toko, seperti misalnya pada website MatahariMall. Model baju ini dapat Anda pilih sesuai dengan kesukaan si kecil. Jika ia belum paham, pilihkan model yang sederhana dengan motif dan warna yang tidak terlalu ramai agar si kecil terlihat keren saat mengenakannya. Selamat berbelanja.


Sabtu, 03 Juni 2017

SELIMUT KONVENSIONAL ATAU BED COVER?

gambar dari www.mataharimall.com

Sebagai orang Bandung yang memiliki kerabat dari tempat-tempat berhawa panas semacam Karawang, Jakarta dan Lampung, saya sangat mengerti. Jika mereka berkesempatan menginap di rumah, salah satu yang saya perhatikan adalah soal kenyamanan saat mereka tidur. Problemnya apalagi kalau bukan rasa dingin, yang menurut laporan mereka begitu menusuk-nusuk tulang. Katanya, air bak mandinya saja seperti air kulkas hahaha…😂😂😂
Memang sih ada yang bilang kalau Bandung sekarang tidak sedingin dulu. Saya saja kerap merasa kepanasan baik siang maupun malam. Mungkin karena saya sudah terbiasa ya. Tapi kenyataannya bagi yang tidak terbiasa dengan hawa Bandung, tetap saja mereka merasa kedinginan. Atau kita lihat sebaliknya deh. Buat saya, lokasi tempat tinggal saya di Bandung bukanlah tempat yang terlalu dingin seperti di kawasan Bandung Timur sana. Namun saat saya menginap di Karawang, Jakarta, dan Lampung, waduuh…panasnya luar biasa. Saya hampir tidak bisa tidur kalau tidak ditemani kipas angin atau pendingin udara. Keringat terus saja bercucuran di dahi, leher dan punggung. Mau mandi berapa kali pun, rasanya tetap saja tidak berasa mandi hahaha…😅😅😅
Betul, kalau siang hari Bandung memang tidak terasa terlalu dingin. Tapi saat pukul 2.00-3.00 dini hari, di situlah biasanya mulai terasa hawa dinginnya. Nah, kalau begitu apa yang perlu saya siapkan untuk menyambut hawa dingin di malam hari ini untuk menemani para tamu saya tidur? Selimut? Baju hangat? Bukan! Saya lebih memilih memperbanyak koleksi bed cover.
Bed cover terbuat dari dua kain yang ditangkupkan dengan diisi silikon atau dakron kemudian dijahit sehingga memiliki ketebalan tertentu. Ukuran bed cover biasanya lebih lebar dari ukuran seprai atau tempat tidurnya. Nah, kenapa saya lebih memilih memperbanyak bed cover dibanding selimut konvensional? Jawabannya karena bed cover memiliki banyak kelebihan. Apa saja kelebihannya? Ini dia:
  1. Memiliki Banyak Fungsi
Selain bisa berfungsi sebagai selimut untuk menghangatkan badan, bed cover juga memiliki fungsi untuk menghangatkan tempat tidur, pemanis tempat tidur, menutup seprai sehingga menjaga kebersihan seprai.
  1. Motif Sesuai dengan Seprai
Terus terang saya suka sekali dengan seprai hahaha…😄 Soalnya seprai itu bagaikan sebuah layar yang menyajikan pemandangan indah berupa motif-motif cantik. Asyiknya lagi motif bed cover bisa disamakan dengan seprai, bantal dan guling sehingga terlihat lebih serasi.
  1. Motifnya Lebih Banyak
Nah karena bisa disesuaikan dengan seprai itulah sehingga motif bed cover pun tidak monoton. Kita bisa memilih bed cover dengan motif batik, kartun, bunga, dan banyak lagi. Benar-benar memanjakan pemandangan di kamar tidur kita.
  1. Lebih Ringan
Kalau kita bandingkan berat selimut konvensional dan bed cover dengan ketebalan yang sama. Biasanya lebih tebal selimut maka lebih terasa berat. Berbeda dengan bed cover. Tetap bisa menghangatkan tapi lebih terasa ringan di badan.
  1. Mengurangi Dampak Alergi
Banyak selimut konvensional yang memiliki bulu-bulu. Hal ini sangat saya hindari karena saya memiliki penyakit sesak napas akibat alergi debu atau bulu. Selain bulunya, debu pun kerap bersembunyi di antara bulu-bulu selimut. Kadang hanya dengan melihat selimutnya saja, saya sudah tersugesti untuk bersin-bersin. Wah…repot juga ya 😔.
  1. Lebih Adem
Percaya atau tidak, di cuaca panas kadang saya malah selimutan dengan bed cover lho. Hahaha…iya 😀, soalnya bed cover yang berbahan dasar kain katun memiliki efek mendinginkan kulit juga. Penasaran? Silakan coba hehe…😁

Nah, itu dia kenapa saya lebih memilih memperbanyak bed cover di rumah dari pada selimut konvensional. Dari sekian banyak kelebihannya, motifnya itu lho yang gak nahannya minta ampun hahaha…😂  Mataharimall menjual bed cover murah juga lho, plus teman-teman bisa lihat koleksi bed cover cantiknya di sana. Aaa…mau lebaran?! 😮  Kayaknya itu bisa jadi hadiah terbaik buat orang tua atau mertua. Secara, kita kan bakal tidur di rumah-rumah beliau hahaha…😉😉😉

Baca juga: SEMUA BISA MEMBERI
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...