Minggu, 08 Januari 2012

SINOPSIS PIZA PIZI VERONICA


Veronica benar-benar tak menyangka akan menjadi korban penculikan. Apalagi diculik oleh makhluk dari planet lain!

Veron sedang bekerja paruh waktu sebagai pengantar piza, ketika tiba-tiba makhluk dari Planet Everistone menculiknya. Meski merasa khawatir dengan nasibnya, tapi Veron berusaha menikmatinya sebagai tantangan. Apalagi di Planet Everistone Veron bertemu dengan Pizi, seorang pangeran, anak Raja Nafinn.

Pizi memiliki ketertarikan di bidang kuliner, begitu juga Veron yang kemudian ditunjuk sebagai juru masak istana oleh Raja Nafinn. Veron dan Pizi pun menjadi sahabat. Dari persahabatan inilah, mereka berhasil mengungkap rahasia yang ada di Planet Everistone, termasuk rahasia diri Pizi.

Siapa sebenarnya Pizi? Dan apakah Veron berhasil kembali ke bumi? Novel ini seru banget lho, teman-teman. Selain kisah petualangan dan kuliner, kamu juga bakal dapat pengetahuan tentang jenis-jenis batu-batuan dan mineral. Wow, lengkap banget kan?! So, tunggu apalagi, baca deh novel ini!

Sabtu, 07 Januari 2012

Proses Kreatif Penulisan dan Penerbitan Novel PIZA PIZI VERONICA


<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4
Tahun 2010 adalah permulaan tahun keberuntunganku dalam menulis. Setelah tulisan pertamaku akan diterbitkan di buku "Business Moms", lalu aku diundang pelatihan editing di Mizan, serta merta aku teringat pada tulisan putri pertamaku, Maryam Muthmainnah di sebuah file komputer.

Waktu itu, Maryam mengkhayalkan dirinya sebagai pengantar piza. Khayalan itu terinspirasi dari game Pizza Frenzy yang kerap ia mainkan. Aku menyarankan, kenapa kamu tidak mencoba mewujudkannya dalam bentuk tulisan cerita? Dalam cerita, kamu bisa berkhayal sepuas mungkin menjadi apa saja yang kamu inginkan. Maka, mulailah Maryam menulis.
Walaupun waktu itu ceritanya belum selesai, aku tidak menduga ternyata isi ceritanya menarik sekali. Kalau aku pernah membaca sekilas buku-buku yang ditulis oleh anak sebaya dia, rasanya… tulisan Maryam sebanding dengan mereka. Akhirnya, tulisan yang belum selesai tersebut aku pejengin di notes facebook.
Kalau kamu penasaran,kamu bisa membaca tulisan pertama Maryam di sini:
http://yasmarinaful.com/2009/09/pizza-pizzi-veronica-mania-cerita-fiksi.html
Ternyata, tulisan tersebut mendapat respon positif dari salah seorang penulis, Triani Retno. Katanya, tulisan Maryam bagus dan layak dikirimkan ke penerbit. Triani Retno menyarankan beberapa penerbit yang bisa menerima tulisan Maryam. Ungkapan positif dari Triani Retno terulang kembali saat bertemu di Training Editing Buku Bacaan Anak dari Mizan di Hotel Yeheizkel.
Pada training editing tersebut, salah satu yang menjadi bahasan Mas Benny Rhamdani adalah tentang penulisan cerita yang ditulis oleh anak. Di situ diungkapkan bagaimana peran orang tua dari para penulis cilik. Dijelaskan juga bagaimana peran editor dalam menghadapi naskah yang ditulis oleh para penulis cilik.
Aku betul-betul terinspirasi menjadi orang tua sekaligus editor bagi anakku. Salah satunya adalah aku harus mau memotivasi anak untuk terus menulis, memberi masukan dan saran, hingga memeriksa hasil tulisan anak.
Sepulang dari sana, aku pun mulai mengompori Maryam untuk menulis. Mengajaknya diskusi, mencatatkan outlinenya, membantu mencarikan bahan tulisan di intrnet sampai perpustakaan daerah, dan macam-macam lagi.
Akhirnya, selesailah tulisan Maryam dengan judul pertama waktu itu PIZZA PIZZI VERONICA MANIA.
Aku pun menghubungi salah seorang editor buku anak dari penerbit ternama melalui inbox di facebook. Aku bilang padanya, anakku memiliki naskah bergenre fantasi. Namun sayang, editor tersebut mengatakan kalau genre fantasi sudah banyak terbit, jadi disarankan menulis cerita dengan genre yang lain saja seperti realis atau misteri detektif.
Selain kecewa, sebenarnya aku bingung. Untuk menyelesaikan satu naskah saja, anakku susahnya bukan main. Bagaimana kalau harus membuat naskah baru lagi. Rasanya sudah terbayang kekecewaan dia kalau mengetahui naskahnya ditolak. Sepertinya, boro-boro dia mau menulis lagi.
Aku ingat saran dari Triani Retno. Bukankah ia pernah menyarankan beberapa penerbit yang lain. Mulailah aku hunting penerbit. Aku cari editornya. Gotcha, akhirnya aku mendapat sebuah nama yaitu Mas Ratno Fadilah. Aku melihat nama itu sebagai admin di fanpage facebook Lingkar Pena Publishing House (LPPH). Maka aku add beliau. Lalu aku menulis pesan bahwa anakku, Maryam memiliki naskah cerita anak. Apakah LPPH bersedia menerbitkannya?
Mas Ratno menerima pertemananku. Beliau membalas pesanku dengan memintaku mengirimkan naskah tersebut. Kurang dari tiga hari, Mas Ratno memberi kabar gembira bahwa LPPH bersedia untuk menerbitkan naskah PIZA PIZI VERONICA.
HORREEE!!!
Dan kabar gembira selanjutnya, PIZA PIZI VERONICA naik cetak untuk kedua kalinya dalam kurun waktu hanya dua bulan setelah di produksi 4000 eks. pada cetakan pertama. Alhamdulillah....

Undangan Training Editing dari Mizan


Melalui facebook, aku membaca informasi. Mizan akan menyelenggarakan Training Editing Buku Bacaan Anak. Untuk mengikutinya, calon peserta harus mengirimkan essai tentang alasan kita ingin mengikuti training tersebut.

Aku pikir, kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Oleh karenanya aku segera membuat essai dan mengirimkannya melalui email. Alhamdulillah, ternyata aku mendapat surat panggilan untuk mengikuti training tersebut.

Training Editing Buku Bacaan Anak di selenggarakan di Hotel Yeheizkel, Bandung pada tanggal 25 Februari 2010. Acara dibuka oleh Mbak Pangestuningsih selaku CEO Mizan Publishing. Kemudian materi diisi oleh Bapak Hernowo Hasyim, Ibu Dra. Elia Daryati R., Psi., dan Mas Benny Rhamdani. Acara tersebut diselingi juga dengan kuis yang dipimpin oleh Kang Dadan Ramadhan. Di kuis itu aku mendapat buku tentang Cara Mendongeng karya Andi Yudha Asfandiyar.

Whuaah… pokoknya aku merasa beruntung banget bisa ikut training itu. Selain mendapat ilmu yang banyak tentang prinsip-prinsip editing dan psikologi anak, aku juga bertemu dengan penulis-penulis yang sudah terkenal. Aku bertemu dengan Triani Retno, Tethy Ezokanzo, Indah Juli Sibarani, Lisdyawati Rahayu, Erlina Ayu dan banyak lagi. Dari situ pula, gambaran tentang dunia penulisan terasa semakin terbuka lebar. Pokoknya, sepulang dari sana aku merasa semakin bersemangat sekali. Malamnya sampai susah tidur hihihi….

Business Moms (Gramedia), Buku Pertamaku Terbit!


Waktu itu, seorang penulis ternama, Triani Retno membuka audisi penulisan yang bertajuk “Business Moms”. Tulisan-tulisan yang terpilih, akan dibukukan menjadi antologi yang berisi kisah bisnis ibu-ibu rumah tangga.

Kebetulan aku memang memiliki bisnis rumahan yaitu membuat bolu brownies bakar bermerk “Infiru”. Usaha itu sudah aku jalankan sejak aku keluar dari bangku kuliah. Sebenarnya saat itu aku sudah tidak terjun langsung dalam bisnis kuliner tersebut. Kesibukanku mengurus anak-anak membuat aku hanya ikut andil dalam urusan manajemennya saja. Sedangkan urusan produksi sudah aku serahkan pada salah seorang saudaraku.

Aku memang lumayan berhasil dalam bisnis ini. Walau tidak kupungkiri, saat pertama kali dirintis banyak mendapat bantuan dari teman-teman kuliahku. Hingga akhirnya aku berkeluarga, usahaku ini sudah mempekerjakan beberapa karyawan untuk bagian produksi dan marketing.

Alhamdulillah, tulisan tentang pengalamanku membangun bisnis ini lolos. Maka pada bulan Mei 2010, terbitlah buku tersebut dengan judul “Business Moms, 15 Ibu Rumah Tangga Berbagi Tips Sukses Jadi Pengusaha” yang diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

Whuaah… alangkah senangnya hatiku. Untuk pertama kalinya, tulisanku diterbitkan. Oleh penerbit ternama lagi. Selain itu untuk pertama kalinya aku mendapat honor dari tulisanku itu. Aku pun jadi tambah bersemangat untuk menulis.

Kamis, 05 Januari 2012

BERMULA DARI MENULIS DIARI

Kamu suka nulis diari? Hihi… sama dong. Tahu nggak, aku nulis di diari sejak aku umuran SD. Yah, isinya sih, sederhana-sederhana saja. Seperti nulis kegiatan sekolah, biodata diri, biodata teman. Tapi semakin lama, tulisannya berkembang. Pas SMP lebih banyak curhat-curhatnya. Biasalah, anak masuk usia puber. Kalau ngomong ke orang mungkin kan malu ngaku naksir siapa. Nah, pelariannya ke diari deh hehehe…

Karena sudah keenakan mencurahkan segala perasaan ke dalam bentuk tulisan, akhirnya menulis diari berlanjut hingga SMU, kuliah dan berumah tangga. Terakhir, aku merasakan sekali manfaatnya membiasakan diri menulis diari. Sehingga aku pun mendorong anak-anakku untuk memiliki diari dan mengisinya dengan tulisan-tulisan mereka.

Mau tahu manfaat menulis diari bagiku? Ini dia:

  • Selektif dalam berbicara. Ketika hati sedang galau dan perasaan tidak tenang, aku lebih suka mendahulukan diari sebagai tempat curhatku. Sehingga saat aku harus bicara pada seseorang, isi pembicaraanku sudah lebih dulu tersaring. Jadinya, aku tidak asal bicara akibat terbawa emosi.
  • Jiwa lebih sehat. Dengan menuliskan apa yang aku rasakan, beban-beban pikiran dan perasaanku terasa lebih ringan. Hati lebih tenang dan pikiran lebih jernih. Sehingga memudahkan dalam mencari solusi.
  • Berlatih berpikir sistematis. Tulisan biasanya menyuguhkan alur yang teratur. Misalnya kita menceritakan suatu peristiwa dari A sampai Z. Kebiasaan tersebut akan membentuk pola pikir kita lebih teratur dan sistematis.
  • Menambah keterampilan. Secara tidak sadar, kini aku punya kemampuan menulis yang ternyata tidak semua orang memilikinya. Kemampuan menulis merupakan sebuah keterampilan yang bermanfaat karena bisa dijadikan peluang untuk mendapatkan penghasilan.

Alhamdulillah, sampai saat ini aku sudah berhasil membuat lumayan banyak tulisan yang tersebar dalam beberapa buku, majalah dan surat kabar. Dan jangan kaget, anak-anakku pun berhasil menerbitkan buku-buku serta beberapa tulisannya dimuat di majalah. Jadi, jangan menyepelekan kebiasaan menulis di diari ya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...