Tampilkan postingan dengan label Karya Putriku Maryam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Putriku Maryam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 April 2012

Riset Data untuk Novel



Buku-buku di atas adalah buku-buku yang aku gunakan saat membuat novel dengan setting negeri Korea. Aku menyadari, saat menulis novel aku tidak bisa membuat bahasa-bahasa puitis. Oleh karenanya aku mencoba kekuatan novelku di setting dan tentu saja konflik dan alur. 

Untuk menghasilkan setting yang betul-betul terasa nyata, salah satu caranya adalah dengan riset data. Lihat saja buku-buku di atas. Aku punya novel yang bersetting Korea, catatan traveler ke Korea, beasiswa di Korea, mahasiswa di Korea, sampai kamus percakapan bahasa Korea.

Di luar itu, aku browsing berbagai situs yang berhubungan dengan Korea di internet paling sedikit 50 situs. Aku mendata nama-nama orang korea, makanan populernya, kebiasaan masyarakatnya, artis-artisnya, kendaraannya, jalur lalu lintasnya, tempat-tempat populer dan lain-lain. Pokoknya aku ingin novelku "Korea" banget.

Begitu pula saat aku menulis novel dengan setting Afrika. Aku browsing data di internet. Aku cari data negara-negara di Afrika sesuai dengan alur cerita yang aku rencanakan. Setelah ketemu yang cocok, aku cari foto-fotonya dan aku tentukan di mana sang tokoh tinggal, bagaimana bentuk rumahnya, bagaimana lingkungannya, dan lain-lain. Supaya sang tokoh terasa hidup, aku pun mencari foto untuk contoh profil tokoh utama dan tokoh pendukung yang disertai karakter yang aku ciptakan. Dengan cara seperti itu, kita bisa lebih membayangkan perjalanan sang tokoh dalam menjalani alur dari cerita yang kita buat.

Ide riset data ini berawal dari melihat anakku, Husna yang rajin sekali surfing blog. Dia tahan berjam-jam membaca berbagai blog. Salah satu blog favorit dia adalah "Blog Misteri Enigma". Husna keranjingan sekali dengan berbagai cerita mengenai misteri alien dan crop circle. Sampai akhirnya Husna membuat novel "Petualangan Joanna" yang isinya menceritakan misteri crop circle tersebut.

Ternyata ide tentang crop circle itu tidak cukup, maka mulailah aku membantu Husna mencari data yang lain yaitu tentang ubi jalar. Pengerjaan novel Husna ini berbarengan dengan novel Maryam yang Piza Pizi Veronica. Di novel Piza Pizi Veronica, Maryam memunculkan setting tempat sebuah planet penghasil batu-batuan dan mineral. Maka di situ pun aku membantu Maryam riset tentang berbagai batuan dan mineral.

Selama riset data, aku mengantar anak-anak ke perpustakaan. Kemudian menemani anakku berdiskusi, memilah dan memilih data apa saja yang cocok dan akan dimasukkan ke bagian mana di novelnya. Sehingga hasilnya menjadi sebuah novel yang menarik dan  "berisi".

Yang lucu pada saat pembuatan novel kedua Maryam yaitu Math Garden. Aku mengumpulkan buku pelajaran matematika dari kelas 1 sampai 6 SD untuk dipilih oleh Maryam, kasus matematika mana yang akan dimasukkan ke novelnya.

Nah, sedangkan untuk novel Husna yang Mysterious Egypt, aku harus mengeluarkan isi kocek untuk membeli ensiklopedi tentang mumi yang harganya cukup mahal ini dan sebuah novel yang berlatar Mesir Kuno seperti setting yang akan digunakan Husna di novelnya tersebut. Namun ya sudahlah. Yang penting kan berbuah buku lagi hihi...























































Nah, itulah pengalamanku saat riset data untuk penulisan novel. Sayang, karena kendala teknis dan menunggu waktu, novel-novelku belum bisa terbit. Tapi, mudah-mudahan sih tidak lama lagi. Insya Allah. Amiin....

Senin, 26 Maret 2012

Gathering PCPK Lover di IBF 2012


Hari sabtu, 17 Maret 2012, minggu kemarin, anak-anakku, Maryam, Husna, Hamzah dan Ovi ikut "Gathering PCPK Lover", di moment IBF 2012. Tempatnya di Kids Korner Istora Senayan. Acaranya sih kumpul-kumpul pecinta buku seri PCPK Lingkar Pena (sekarang Penerbit Nourabooks) yang dipandu oleh kru Penerbit Nourabooks. Jadi, bagi anak yang punya naskah atau sudah ngirim naskah tapi belum ada kabar, bisa tanya-tanya langsung sama editornya. Selain itu, ada juga acara bookswap atau tukeran buku. Tiap peserta memang diwajibkan bawa satu jilid buku untuk acara bookswap ini. Kayaknya acara ini yang paling heboh. Soalnya bukan tukeran 'baik-baik' hehehe... melainkan buku digelar di panggung. Kemudian peserta diberi aba-aba untuk ngambil buku bareng-bareng sesuai dengan yang diinginkannya. Jadinya tentu saja rebutan daaan.... rusuh hehehe..... Rusuh dalam arti seru, kok :)

Kita berangkat dari Bandung pukul 9.30. Padahal rencananya pukul 8.00 pagi! Penyebabnya, Mas Sopir nganter istrinya dulu yang hamil besar ke rumah orang tuanya (ternyata hari minggunya, istrinya bener-bener melahirkan. Hah, untunglah!). Kenapa pagi banget? Padahal acaranya dimulai pukul 16.00 sore. Ya, baiklah... Karena kita jarang pergi-pergi, maka pas ada moment keluar rumah, kita pengen manfaatin sebaik-baiknya.

Taman Bermain, RM Ayam Goreng Jakarta, Cianjur

Rencananya kita pergi lewat puncak, pengen berhenti di puncak, makan jagung bakar. Kalau keburu,  pengen ke taman mini atau sekedar jalan-jalan di Monas. Tapi kenyataannya, semua itu lewat! Alasan pertama, karena kita berangkatnya telat. Alasan kedua pas nyampe Cianjur anak-anak udah lapar, jadi kita berhenti makan dan shalat di Rumah Makan Ayam Goreng Jakarta, Cianjur. Di tempat itu kita nyampe pukul 12.00. Makan, sholat, main di taman sampai pukul 14.00.

Karena kita khawatir terlambat, jadi pas di Puncak kita gak berani berhenti. Apalagi pas di depan gerbang taman safari, Cisarua, Bogor macet 1 jam. Alhasil kita nyampe ke senayan pukul 16.30. Di tambah lagi kita nyasar-nyasar dulu di lantai 1. Hwuaa.... gak baca detil ternyata acaranya di Lt. 2. T_T

Ternyata acara IBF 2012 itu padet sangat. Untuk sampai ke lokasi sampai berdesak-desakan. Dan benar saja, acaranya sudah di mulai. Di situ ada panggung dan sudah tampil beberapa penulis cilik PCPK yang kebetulan hadir. Di antaranya Billy, Cheryl, Dias, dan lain-lain. Mereka sedang mengadakan sesi tanya jawab yang dipandu host laki-laki dan perempuan. Sementara di sekeliling panggung duduk para peserta lainnya.

Pas datang kita bingung juga sih. Kok, gak ada yang kenal sih... Host-nya juga aku nggak kenal. Kita terus jalan mengitari panggung. Aha! Ada Mbak Icha Paprika, salah seorang editor yang pernah menggarap naskah anak-anak. Kita pun langsung nyamperin Mbak Icha. Akhirnya Maryam dan Husna dibawa Kak Icha dan dikenalkan pada Mas Noor H Dee. Dan langsung dibawa ke panggung. Kasihan juga sih, anak-anak baru dateng sudah didaulat ke panggung. Resiko seleb hahaha.... lebe banget sih :D

Sementara anak-anak sibuk dengan editor dan fans, aku ngobrol sedikit dengan Mbak "Dee" Rahmadiyanti Rusdi (Direktur Lingkar Pena). Isinya seputar naskah anak-anak, termasuk naskah Hamzah dan Ovi. Duh, senangnya :)

Akhirnya hari beranjak sore, dan acara pun selesai. Menarik, pada saat-saat pulang host pria itu mengajak berkenalan. Eh, ternyata dia Kak Koko Nata yang selama ini sudah sering wara-wiri dan kontak di fb. Haha... akhirnya bisa kopdar juga.

Ya, udah. Setelah pamitan dengan seluruh kru Nourabooks, kita pulang. Hari sudah mulai gelap. Tapi kita pengen jalan-jalan keliling Jakarta dulu. Ya...just keliling-keliling. Kita ingin ngebuktiin nama-nama jalan yang selama ini hanya kita dengar di tivi hehe...

Setelah puas, kita pun meluncur menuju jalan tol keluar dari Jakarta. Kita sempet mampir di rest area KM 19 untuk makan dulu di KFC. Kemudian kita juga nengok tantenya anak-anak juga di Karawang yang lagi hamil 3 bulan dan sedang sakit. Akhirnya kita nyampe di Bandung pukul 01.00 malam. Alhamdulillah....

Minggu, 11 Maret 2012

Sinopsis PCPK Girls Rule



Yup, ini buku buat kamu, girls! Khusus buat kamu-kamu yang pengen pede, keren, dan oke! Di sini, kita bakal ngobrolin persahabatan, idola, musik, mode, pubertas, juga ngobrolin ortu! (ssssttt...!).

Tema lainnya? Oh, tenaaang, masih banyak. Dijamin kamu banget, deh! Yuk, berbagi kisah di sini. Percaya deh, buku ini akan jadi sahabat yang menemani hari-harimu!


TENTANG PENULIS

Maryam Muthmainnah (Maryam): Girls Rule adalah karyanya yang ketiga. Dua novelnya yang pernah diterbitkan Lingkar Pena sebelumnya adalah Piza Pizi Veronica dan Math Garden. Math Garden terpilih sebagai salah satu nominator buku fiksi anak terbaik di Islamic Bookfair Award 2011.

Husna Salsabila (Husna): Karya pertamanya adalah Petualangan Joanna (Lingkar Pena, 2010). Buku ini banyak berisi pengetahuan tentang makhluk luar angkasa. Satu novelnya yang akan terbit juga penuh dengan pengetahuan, yaitu sejarah Mesir Kuno.

Dias Nuryamsi (Dias): Buku pertamanya berjudul Yummy World (Lingkar Pena, 2011). Selain itu Dias juga telah menerbitkan buku di penerbit Edelweiss, yaitu Trio Detektif Cilik (Edelweiss, 2011).

Cheryl Kanza (Cheryl): Karya pertamanya adalah My New Mom (Lingkar Pena, 2011). Kemudian disusul dengan Kejutan Untuk Jane (Edelweiss, 2011).

Annisa Arigayota (Chicha): Cerpennya telah diterbitkan di buku Supermanda (DAR! Mizan, 2009), dan Strawberry Secret (DAR! Mizan, 2010). Selain cerpen, ia juga menulis novel yang berjudul Faquella Girls (Lingkar Pena, 2011).

KEUNGGULAN BUKU:
- Isi buku berbeda dengan PCPK yang biasa, yaitu kumpulan tulisan (non-fiksi) dengan tema-tema khas anak perempuan (yang lebih mengarah ke remaja).
- Tema-tema yang ‘berbau’ perempuan masih sangat digemari oleh sebagian besar pembaca  PCPK.
- Buku PCPK pertama yang ditulis secara bersama-sama (antologi).
- Merupakan lini PCPK (Penulis Cilik Punya Karya) yang telah memiliki banyak penggemar

Sumber: http://www.bukukita.com/Buku-Novel/Anak-Anak/92522-PCPK-:-Girls-Rule.html

Sabtu, 28 Januari 2012

Proses Kreatif Penulisan Buku Antologi Nonfiksi Girls Rule


Waktu itu, Husna dan Maryam nunjukkin ke aku, katanya mereka diminta Mbak Icha (Editor PCPK, Lingkar Pena) untuk memilih 2 judul dari 10 judul yang ditawarkan untuk buku Girls Rule. FYI, Girls Rule adalah buku seri PCPK tapi bersifat non fiksi. Jadi mereka diminta membuat artikel berdasarkan judul tersebut. Kalo nggak salah, ada pilihan tulisan tentang orang tua, internet, idola, cinta monyet, fashion, dan lain-lain.

Kaget juga sih waktu Husna milih cinta monyet dan ortu. Tapi, ya...tidak semata-mata dia milih kaan..., berarti di kepalanya memang dia udah punya bahan. Nah, kalau Maryam milih tema idola dan gank.

Karena diberi dedlen, maka anak-anak pun langsung bekerja. Terutama Maryam, dia langsung menuliskan artikelnya. Kalau Husna, sepertinya dia bingung dari mana harus mulai. Selalu seperti itu, pikirku.

Ya, Husna memang luas wawasannya. Tapi karena saking luasnya, dia suka tidak tahu harus mulai dari mana dulu atau apa dulu yang harus ditulis. Wajarlah. Namanya anak-anak, sistematika berpikirnya belum sempurna.

Lain dengan Maryam. Setengah jam dia menyelesaikan satu tulisan dengan panjang sekitar 5 halaman. "Bu, tolong edit," katanya. Waktu aku baca, aku malah bingung, mana yang harus diperbaikinya. Syukur deh, dia udah bisa nyelesein tugasnya sendiri.

Melihat Husna bengong di depan komputer, aku putar otak. Akhirnya aku tanya, kenapa dia milih judul tersebut, misalnya cinta monyet. Aku minta supaya dia menceritakan hal apa saja yang dia kuasai tentang judul tersebut. Maka dia pun dengan lancar menceritakan tentang kisah teman-temannya di kelas yang mulai mengalami cinta monyet.

Ooo, jadi begitu toh, kenapa Husna ingin milih judul tersebut. Aku pun ternganga-nganga mendengar 'sisi lain' dari kehidupan teman-teman Husna di kelasnya.

Akhirnya, setelah dia selesai menceritakan semuanya, aku membantunya membuat sistematika penulisan. Caranya, aku membuat daftar pertanyaan berdasarkan bahan yang aku dengar tadi dari Husna. Jadi pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya sama dengan outline. Hanya aku yang menentukan mana yang harus ditulis duluan dan mana yang selanjutnya dan selanjutnya.

Karena Husna memang menguasai bahannya, ia menulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu dengan lancar. Setelah selesai, aku bilang, "Tuh, kamu lihat urutannya kan? Dari pertanyaan nomor 1, sampai terakhir? Itu menunjukkan urutan tulisan yang harus kamu tulis. Sekarang tinggal kamu pindahkan ke dalam bentuk cerita."

Rupanya Husna mengerti, dia menuliskan dengan lancar paragrap per paragrap. Dan, taraaa... jadilah sebuah artikel yang siap dikirim.

Sinopsisnya bisa dibaca di sini

Kamis, 12 Januari 2012

Math Garden Masuk Nominasi IBF Award 2011


Sungguh mengejutkan sekaligus mengharukan. Math Garden masuk nominasi (Islamic Book Fair) IBF Award 2011 yang diselenggarakan di Senayan. Secara, nominator yang lain adalah para penulis dewasa. Jadi, buku Maryam adalah satu-satunya buku yang ditulis oleh anak-anak yang lolos di ajang nominasi tersebut.

Kenapa terharu? Ya, karena aku berpikir, siapa sih kita? Maryam dengan background keluarga bukan dari penulis terkenal? Aku, ibunya memang suka menulis tapi belum pernah menghasilkan tulisan yang benar-benar 'jreng!'. Hihi...istilah apa lagi?

Tapi, kita bersyukur kok pada Allah SWT. Artinya, Allah telah memberikan penghargaan yang begitu besar dan membukakan pada kita akan talenta yang kita miliki. Mudah-mudahan bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Amiin....

O,ya proses penulisan Math Garden itu sendiri memakan waktu yang cukup panjang. Sama dengan lahirnya Piza Pizi Veronica dan Petualangan Joanna. Anak-anak selalu berdiskusi dulu dengan aku. Mulai dari menelurkan ide, membuat outline, mencari bahan sampai penulisan itu sendiri.

Pokoknya, tertawa, kesal, uring-uringan sampai ngambek pasti mewarnai acara diskusi ini. Tapi, semangat yang tinggi untuk menyelesaikan tulisan, selalu mampu mengembalikan keadaan menjadi baik dan akhirnya, taraaa.... selesai juga dan terbit!

Ouw, kalau sudah terbit begitu sih, semuanya senang....hahaha....

O,ya ini dia daftar karya-karya unggulan dalam IBF Award 2011:

Kategori Fiksi Anak

1. Salman, Detektif Cilik oleh Deasylawati P, Penerbit Indra Media Kreasi
2. Penulis Cilik Punya Karya: Math Garden oleh Maryam Muthmainah, LPPH
3. Princess Noura Jelajah Istana Fantasi oleh Dian Meliantari, DAR! Mizan
4. Senyumlah Bunda dan Kisah-Kisah Teladan Lainnya oleh Fuad Abdurahman, DAR! Mizan

Pemenang: Senyumlah Bunda dan Kisah-Kisah Teladan Lainnya oleh Fuad Abdurahman, DAR! Mizan

Kategori Non-Fiksi Anak

1. 50 Cerita Islami Terbaik untuk Anak, oleh Muhammad Yasir Lc, Al-Kautsar for Kids
2. 50 Kisah Edukatif Islami Pengantar Tidur, oleh Luthfi Yansyah El Sanusy, Zikrul Kids
3. 99 Nama dan Sifat Allah, oleh Aan Wulandari, Al-Kautsar for Kids
4. "Clink! Light Up 'Ur Life!", oleh Arini Izzataddini, Cicero Publishing
5. Islam for Kids, oleh Irfan Amalee, DAR! Mizan

Pemenang: 50 Cerita Islami Terbaik untuk Anak, oleh Muhammad Yasir Lc, Al-Kautsar for Kids

Kategori Fiksi Dewasa

1. Bumi Cinta, Habiburrahman El Shirazy, Basmala Adikarya Legendaris
2. Dalam Mihrab Cinta, Habiburrahman El Shirazy, Ihwan Publishing
3. Existere, Sinta Yudisia, LPPH
4. Putri Sio, M. Hilmi As'ad, Katakita
5. Sang Pencerah, Akmal Nasery Basral, Mizan Pustaka

Pemenang: Sang Pencerah, Akmal Nasery Basral, Mizan Pustaka

Kategori Non-Fiksi Dewasa

1. Api Sejarah 2, Ahmad Mansur Suryanegara, Salamadani
2. Fiqih Manajerial, Prof. Dr. H. Aziz Fahmi Mahdi dan Dr.Mahyudin Lc, SS, MM, Penerbit Al Mawardi Prima
3. Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan, Ahmad Syafii Maarif, Mizan
4. Islamic Leadership, Prof.Dr.Veithzal Rivai MBA dan Ir.H. Arviyan Arifin, Bumi Aksara
5. Kritik terhadap Studi Al Quran Kaum Liberal, Fahmi salim, MA, Perspektif GIP

Pemenang: Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan, Ahmad Syafii Maarif, Mizan

Kategori Buku Terjemahan

1. Fiqih Jihad, Yusuf Qardhawi, penerjemah Irfan Maulana Hakim dkk, Mizan
2. Gejolak Api Permusuhan, Ibnul Arabi, penerjemah Muhammad Suhaidi Lc, Akbarmedia
3. Miracle of The Quran, Caner Taslaman, penerjemah Ary Nilandari, Mizan
4. Shaid Al Khatir Nasihat Bijak Penyegar Iman, Ibnu Al Jauzzi, penerjemah Abdul Majid Lc, Darul Uswah
5. Syarah Arbain Nawawiyah, Imam Nawawi, penerjemah Abdul Rosyad Shiddiq, Akbarmedia

Pemenang: Miracle of The Quran, Caner Taslaman, penerjemah Ary Nilandari, Mizan

Tokoh Nasional IBF: Ahmad Syafii Maarif


Artikel Math Garden di Annida Online

Sinopsis Math Garden


Marsha terjebak dalam jaringan komputer. Semua itu terjadi karena Ley, si manusia hologram yang berasal dari masa depan, menarik paksa Marsha ke dalam komputer. Ley membutuhkan pertolongan Marsha agar dirinya bisa menjadi manusia normal kembali.

Di dalam jaringan komputer itulah Marsha dan Ley memulai petualangannya. Segala macam rintangan harus bisa mereka hadapi. Mereka terjebak di dalam rubik ajaib, terperangkap dalam jam raksasa, berjumpa dengan seekor naga yang super ganas, dan bertemu dengan Monster Batu yang sedang bersedih. Dan, semua rintangan itu hanya bisa dihadapi dengan rumus matematika, sebab ternyata mereka sedang berada di dalam Math Garden.

Apakah Math Garden itu? Mengapa Ley bisa menjadi manusia hologram? Lalu, apakah Marsha dan Ley berhasil melewati rintangan-rintangan tersebut? Dan bisakah Ley menjadi manusia normal?


Launching Novel Piza Pizi Veronica



Acara yang semula dijadwalkan pukul 13.30 siang, bergeser menjadi pagi pukul 10.00. Pasalnya, Maryam diundang juga untuk menjadi bintang tamu pada training penulisan di sebuah sekolah SMP Islam. Kalau nggak salah nama SMP-nya Al Jihad yang terletak di kawasan...... mmm....hehe...lupa lagi, udah kelamaan!

Kami berangkat dari rumah pukul 07.00 karena harus mampir dulu di Karawang menjemput kakek-neneknya serta tantenya Maryam. Di Karawang, kita makan dulu. Maklum, gak mungkin lah kita melewatkan acara makan kalau yang masak mamahku sendiri..hehehe....

Dari Karawang, kita menuju Bekasi dan berjanji ketemuan di sebuah pom bensin dengan Mbak Lia Chulyana. Setelah ketemu Mbak Lia, barulah kita berangkat ke lokasi SMPIT tersebut.

Aku, Maryam dan Husna turun. Eh, ternyata suami dan anggota keluarga malah bilang, " Kita nunggu aja di Bekasi Mega Mall. Kalau acaranya udah, call aja kita buat jemput."

Ya, udah. Kayaknya mereka nggak enak, kalau harus berombong-rombongan masuk ke sekolah. Padahal yang diundang ke situ kan cuma Maryam. Hahaha... takut dikira numpang beken kali yaa....

Ternyata, training penulisan yang digawangi oleh kakak-kakak FLP Jakarta itu sudah berlangsung 2 hari. Di situ aku berkenalan dengan Mas Taufan E Prast (Ketua FLP), Mbak Erawati (Istri Mas Taufan), Mas Sokat Rahman dan lain-lain.

Walaupun awal-awal, Maryam terlihat grogi. Namun acara di sana digelar dengan sukses. Pas selesainya, ternyata kita diantar ke Bekasi Mega Mall pakai mobil mas Taufan. Namun sebelum acara dimulai, Mbak Lia mengajak kita makan di sebuah rumah makan sunda. Setelah itu baru deh kita memasuki mall dan naik ke lantai atas menuju tempat acara.

Acara talkshow yang dihadiri oleh para orang tua dan guru berlangsung dengan lancar. Yang menjadi pembawa acara adalah Mbak Dee (Rahmadiyanti Rusdi).

Terakhir ada acara sesi foto-foto. Banyak orang yang meminta tanda tangan dan foto bersama dengan Maryam sampai Ovi, adiknya Maryam merasa heran. "Kenapa banyak orang yang minta foto bareng Teteh, Bu?"

Hihi...rupanya Ovi belum mengerti kalau tetehnya jadi seleb di situ.

Selasa, 10 Januari 2012

Yang Belia Yang Berkarya



Sumber: Koran Tempo, 27 Juni 2010

Meski memasuki masa liburan, bukan berarti Maghfira Meutia Dewi alias Fira Meutia, 12 tahun, bisa berleha-leha. Selain sibuk memilih sekolah lanjutan pertama yang akan dimasukinya, ia tengah berkonsentrasi menuntaskan buku yang bercerita tentang perubahan iklim.

“Buku tentang global warming sudah aku tulis 30 halaman,” kata peraih Internet Sehat Blog Award 2009 kategori Student Blog yang juga menjadi connector (pembawa pesan perubahan iklim) The Climate Project Indonesia itu saat ditemui di rumahnya, Vila Pamulang, Kamis lalu.

Sejak Mei lalu, kumpulan cerpen perdananya, Liontin Amery, yang diterbitkan Mizan, mengisi rak-rak toko buku. Dua naskah lainnya, Petualangan Asma di Dunia Maya dan kumpulan tulisannya di blog Mau Tahu Keripik Setan atau Pesan Berantai?, masih menunggu kepastian dari penerbit.

Di tempat lain, di salah satu sudut Kota Bandung, Maryam Muthmainnah, 13 tahun, juga tak bisa sepenuhnya santai di libur panjang ini. Finalis Olimpiade Matematika siswa SD tingkat nasional itu bertekad menuntaskan novel keduanya. Novel pertama, Piza Pizi Veronica, yang ditulis dalam tempo lebih dari setahun, diterbitkan Lingkar Pena, juga pada Mei 2010.

Buku setebal 96 halaman itu bercerita tentang petualangan Veronica Jean Holmes dengan makhluk luar angkasa. “Idenya dari game tentang pizza,” kata Muti, panggilan Maryam di rumah. Selain sanggup melahap 30 judul buku dalam sebulan, ia keranjingan bermain video game.

Untuk novel kedua, Muti mengaku belum memiliki judul. Tapi isinya berkisah tentang tokoh-tokoh matematika. Pelajaran matematika, yang paling disukainya di sekolah, pernah mengantarnya sebagai finalis Olimpiade Matematika siswa SD tingkat Jawa Barat. “Baru nulis sembilan halaman, kok. Targetnya 40 halaman,” kata anak baru gede kelahiran 28 September 1997 itu.

Tak cuma Fira dan Muti yang sudah menerbitkan karya tulis saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Sejak Abdurahman Faiz mempublikasikan kumpulan puisinya, Untuk Bunda dan Dunia, yang fenomenal pada awal 2004, bermunculan penulis-penulis belia berbakat lainnya, seperti Sri Izzati, Qurrota Aini, Putri Salsa atau Caca, Arifia Sekar Seroja, dan Ayunda Nisa Chaira atau Bella.

Saking banyaknya penulis cilik, penerbit Mizan sejak 2008 memprakarsai hajatan khusus bagi mereka. Tahun ini acara bertajuk “Konferensi Penulis Cilik Indonesia” itu digelar di Kementerian Pendidikan Nasional pada 10 Juni lalu. Walau tahun ini tidak bertemu dengan Presiden untuk memperkenalkan diri, seratusan anak peserta konferensi itu cukup puas bertemu dengan Menteri Pendidikan M. Nuh dan tujuh istri menteri, yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu.

Saat berdiskusi, para penulis cilik itu bertanya soal dunia anak-anak, tentang pajak, juga menyampaikan keinginan agar sekolah-sekolah membuka pendaftaran khusus bagi penulis cilik. “Selama ini kan yang dianggap berprestasi cuma dari olahraga dan kesenian,” kata Manajer Buku Anak dan Remaja Mizan Benny Rhamdani.

Penulis Tias Tatanka, yang mengikuti konferensi, menilai acara semacam itu sangat bagus karena dapat membuka wawasan si anak. Bahwa anak-anak itu tak sendiri menjalani profesi tersebut, tapi ada banyak anak yang punya kemampuan serupa dengannya. “Di sana mereka bisa sharing soal pengalaman menulis, sehingga menjadi bahan untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

Novelis Gol A Gong menyebutkan, booming penulis cilik antara lain dimotori oleh anak-anak para penulis terkemuka. Seperti Faiz, putra Helvy Tiana Rosa; Caca (Asma Nadia), Fira, yang merupakan putri penyair dan novelis Dianing Widya Yudhistira; serta putrinya sendiri, Bella.

Selain itu, banyak bermunculannya penulis cilik dimungkinkan berkat prakarsa anak-anak muda kreatif dan inovatif yang bersedia menerbitkan karya-karya anak. “Kalau di era saya kan penerbit cuma Gramedia. Sekarang ada Mizan, yang menjadi pelopor penerbitan buku-buku karya anak,” kata Gol A Gong.

Kenapa karya penulis anak mendapat respons cukup baik? Karena gaya bahasa dan idiom-idiom yang digunakan, kata dia, lebih “nyambung”. Berbeda dengan cerita anak yang ditulis orang dewasa. Selain gaya bahasanya cenderung ketat mengikuti kaidah tata bahasa yang baik dan benar, isinya cenderung menggurui.

Penulis novel Balada Si Roy, yang populer di ea 1980-an, itu mengaku sempat mendengar ada kritik terhadap karya-karya penulis cilik tersebut. Gaya bahasa mereka dianggap merusak kaidah tata bahasa Indonesia. Tapi dia justru menilai yang dihasilkan anak-anak itu sebagai hal lumrah akibat pengaruh bacaan dan akses terhadap informasi melalui Internet. Makanya ide ceritanya bisa lokal, tapi penggunaan nama-nama tokohnya bagi sebagian orang dianggap tak membumi. “Bagi saya, kecerdasan linguistik dan fantasi mereka itu aset luar biasa,” kata Gol A Gong.

Tias secara khusus mencermati proses kreatif para penulis cilik. Menurut dia, ada tiga tipe penulis cilik, yakni para penulis murni, yang hanya mendapat sentuhan tanda baca. Soal ide, struktur penulisan, dan gaya bahasa seutuhnya milik mereka. Penulis yang didampingi orang tua dalam proses penulisannya, lalu karya yang sudah selesai dibawa ke penerbit, dan ada penulis yang hanya punya ide cerita. “Tapi struktur cerita masih melompat-lompat, terus dibantu oleh editor di penerbit,” ujarnya.

Dianing mengaku tak pernah mengojok-ojok Fira mengikuti jejaknya. Ia juga tak terlalu “ngopeni” tulisan putri sulungnya itu sebelum dikirim ke penerbit. “Paling cuma mengoreksi penggunaan tanda baca,” ujarnya. Kegemaran Fira menulis cerita dan puisi, dia melanjutkan, sudah muncul sejak kelas III SD. Fira juga biasa mencuri-curi membaca naskah-naskah cerita pendek atau novel yang ditulis Dianing sebelum dikirim ke media massa atau penerbit. “Aku baca novel pertama bunda Sintren (2007),” ujar Fira, yang bercita-cita kuliah di Paris.

Sebaliknya, Adiyati, ibunda Qurrota Aini, mengaku turut mendampingi proses penulisan karya putri keduanya itu. Selain penggunaan tanda baca yang kurang tepat, alur cerita yang ditulis masih sering lompat-lompat. “Tapi, setelah buku ketiga, saya hanya dipercaya Aini sebagai pengirim naskah ke penerbit,” ujarnya sambil tertawa. Aini, yang pada 2004 dinobatkan Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai penulis antologi cerpen termuda, hingga sekarang telah menerbitkan 10 buku.

Begitupun Dewi Yas Marina, ibunda Muti, yang tidak memiliki latar belakang penulis. Ia banyak membujuk putrinya yang kutu buku dan gemar main game itu belajar menulis. Baru ketika menginjak kelas IV, pada 2008, Muti terlihat serius menulis cerita. Hasilnya, ya, Piza Pizi Veronica itu.

Kemampuan menulis Muti kemudian menular ke adiknya, Fatimah Husna, yang masih duduk di kelas V SD. Petualangan Joana, yang ditulis Fatimah, akan diterbitkan Lingkar Pena pada pertengahan Juli nanti. Sang bunda pun ikut tertular. Dewi, mantan editor buku yang kini sibuk berdagang kue brownies, ikut menyumbang tulisan dalam buku Business Moms terbitan Gramedia, Mei lalu. Buku itu berisi kiat-kiat bisnis 15 ibu rumah tangga yang menjadi pengusaha. Sudrajat | Anwar Siswadi (Bandung)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...