Tampilkan postingan dengan label Karya Putriku Husna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Putriku Husna. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Desember 2012

Me VS My Twin, Buku Husna Yang Ke-5

PCPK Me VS My Twin, Penulis: Husna Salsabila

Aku baru saja terlelap tidur siang ketika Awan bilang ada Pak Pos. Sontak aku terbangun dan berfikiran, pasti itu bukuku Saranghae, Bluemoon yang dikirim penerbit.

Tidak ketinggalan suamiku pun turut datang dan bilang, buku Ibu ya?

Sambil masih setengah sadar, aku melirik logo di sudut amplop. Hah, Nourabooks? Good! Jadi bukan bukuku, hwuaaa....

Napa sih, aku segitunya? Ya lah, secara ini buku anak sekaligus buku solo perdanaku. Selama ini aku paling nerbitin antologi, selebihnya sibuk aja ngurus promosi dan penjualan buku karangan anak-anakku. Jadinya, pastilah berharap banget. Lagipula, acc penerbit bukuku jauh sebelum Husna nulis Holiday in Korea. Artinya, aku terloncati dua kali dengan buku Me Vs  My Twin ini. Duh... betapa sulitnya bukuku terbit T_T

Tapi, tidak apa-apa. Buku aku atau buku anak-anakku yang terbit, aku tetap gembira. Jadi, aku tetap bilang: Alhamdulillah, semoga laris dan berkah :)

Sabtu, 14 April 2012

Riset Data untuk Novel



Buku-buku di atas adalah buku-buku yang aku gunakan saat membuat novel dengan setting negeri Korea. Aku menyadari, saat menulis novel aku tidak bisa membuat bahasa-bahasa puitis. Oleh karenanya aku mencoba kekuatan novelku di setting dan tentu saja konflik dan alur. 

Untuk menghasilkan setting yang betul-betul terasa nyata, salah satu caranya adalah dengan riset data. Lihat saja buku-buku di atas. Aku punya novel yang bersetting Korea, catatan traveler ke Korea, beasiswa di Korea, mahasiswa di Korea, sampai kamus percakapan bahasa Korea.

Di luar itu, aku browsing berbagai situs yang berhubungan dengan Korea di internet paling sedikit 50 situs. Aku mendata nama-nama orang korea, makanan populernya, kebiasaan masyarakatnya, artis-artisnya, kendaraannya, jalur lalu lintasnya, tempat-tempat populer dan lain-lain. Pokoknya aku ingin novelku "Korea" banget.

Begitu pula saat aku menulis novel dengan setting Afrika. Aku browsing data di internet. Aku cari data negara-negara di Afrika sesuai dengan alur cerita yang aku rencanakan. Setelah ketemu yang cocok, aku cari foto-fotonya dan aku tentukan di mana sang tokoh tinggal, bagaimana bentuk rumahnya, bagaimana lingkungannya, dan lain-lain. Supaya sang tokoh terasa hidup, aku pun mencari foto untuk contoh profil tokoh utama dan tokoh pendukung yang disertai karakter yang aku ciptakan. Dengan cara seperti itu, kita bisa lebih membayangkan perjalanan sang tokoh dalam menjalani alur dari cerita yang kita buat.

Ide riset data ini berawal dari melihat anakku, Husna yang rajin sekali surfing blog. Dia tahan berjam-jam membaca berbagai blog. Salah satu blog favorit dia adalah "Blog Misteri Enigma". Husna keranjingan sekali dengan berbagai cerita mengenai misteri alien dan crop circle. Sampai akhirnya Husna membuat novel "Petualangan Joanna" yang isinya menceritakan misteri crop circle tersebut.

Ternyata ide tentang crop circle itu tidak cukup, maka mulailah aku membantu Husna mencari data yang lain yaitu tentang ubi jalar. Pengerjaan novel Husna ini berbarengan dengan novel Maryam yang Piza Pizi Veronica. Di novel Piza Pizi Veronica, Maryam memunculkan setting tempat sebuah planet penghasil batu-batuan dan mineral. Maka di situ pun aku membantu Maryam riset tentang berbagai batuan dan mineral.

Selama riset data, aku mengantar anak-anak ke perpustakaan. Kemudian menemani anakku berdiskusi, memilah dan memilih data apa saja yang cocok dan akan dimasukkan ke bagian mana di novelnya. Sehingga hasilnya menjadi sebuah novel yang menarik dan  "berisi".

Yang lucu pada saat pembuatan novel kedua Maryam yaitu Math Garden. Aku mengumpulkan buku pelajaran matematika dari kelas 1 sampai 6 SD untuk dipilih oleh Maryam, kasus matematika mana yang akan dimasukkan ke novelnya.

Nah, sedangkan untuk novel Husna yang Mysterious Egypt, aku harus mengeluarkan isi kocek untuk membeli ensiklopedi tentang mumi yang harganya cukup mahal ini dan sebuah novel yang berlatar Mesir Kuno seperti setting yang akan digunakan Husna di novelnya tersebut. Namun ya sudahlah. Yang penting kan berbuah buku lagi hihi...























































Nah, itulah pengalamanku saat riset data untuk penulisan novel. Sayang, karena kendala teknis dan menunggu waktu, novel-novelku belum bisa terbit. Tapi, mudah-mudahan sih tidak lama lagi. Insya Allah. Amiin....

Minggu, 01 April 2012

Husna Salsabila di Fokus Pagi Indosiar

Acara Fokus Pagi dipandu Abdel dan Arni Gusmiarni (foto: Dok. Mbak Dee)

Hari selasa aku dapat telepon dari Mas Hadi, editor PCPK, bahwa Husna diundang untuk acara Fokus Pagi Indosiar pada hari sabtu, 31 Maret 2011, pukul 06.00-07.00. Aku bilang, mau izin dulu sama ayahnya Husna.

Aku pun langsung nelpon suamiku, tapi berhubung ia sibuk, jadi keputusannya kalau udah di rumah aja, katanya. Eh, ternyata pulangnya baru rabu paginya. Dan kabarnya: DIIZINKAN.

Aku pun ngabarin Mas Hadi bahwa ayahnya Husna sudah mengizinkan Husna untuk ikut acara Fokus Pagi tersebut. Tapi aku bingung teknisnya bagaimana. Mas Hadi bilang akan ngabarin teknisnya hari ini juga. Namun ternyata, ditunggu sampai sore belum ada kabarnya juga.

Hari kamisnya aku chat sama Mas Hadi lagi nanyain kelanjutan obrolan kemarin. Ternyata acaranya, Husna akan diwawancarai bersama-sama dengan penulis lain yaitu Mas Boim Lebon, Ifa Avianty, Melanie Subono dan Mas Deden Ridwan (CEO Nourabooks). Terus, Husna harus hadir di studio indosiar pukul 05.30. Aku nanya juga sama mas Hadi, apakah Husna harus memakai kaos Nourabooks dan bawa buku karangannya. Jawabannya, YA.

Kebetulan, hari kamis siang aku main ke rumah teman.. hihi... padahal jum'atnya sudah harus berangkat ke Jakarta. Dan temanku punya toko baju dan perlengkapan busana muslim merk KAFFA. Gak bisa lihat baju bagus, langsung aja aku nyamber. Baju dan kerudung Husna, kerudung Ovi, 2 potong kerudung dan ciput buatku. Bonnya langsung kuserahkan pada suami... hihi...

Pulang dari rumah teman, hujan-hujannan pake motor, aku ke rumah buku nyari buku Mysterious Egypt dan Girls Rule karena stok di rumah habis.Pas di motor, aku juga telponan dengan suami minta ia nyariin mobil travel buat berangkat besok, jum'at pukul 16.00 sore.

Pas pulang, aku disambut berita di televisi yang mengabarkan bahwa demo kenaikan BBM semakin memuncak. Ada rasa khawatir. Takut keberangkatan kita terhalang oleh peristiwa tersebut. Apalagi suamiku tidak bisa mendampingi. Aku pun nelpon ortu, dan adik-adikku yang tinggal di Karawang. Minta mereka supaya bisa nemani aku dan Husna ke Jakarta. Alhamdulillah keluarga besarku mendukung.

Hari jum'at pagi pukul 05.00 subuh terdengar dering hp suamiku. Suamiku segera mengangkatnya, katanya mobil sudah nunggu di depan pagar rumahku sejak pukul 04.00. Ya, ampun itu rental mobil kenapa sih? Kita kan pesannya buat pukul 16.00 sore, kok datang pukul 04.00 subuh sih? Kesian banget hehehe... Akhirnya mobil itu pun balik lagi :)

Seharian itu, hari jum'at aku mempersiapkan diri. Yang akan berangkat dari Bandung: Aku, Husna, Ovi dan Ade. Selain itu aku pun memantau perkembangan demo yang semakin memanas. Tapi berkat kabar dari saudara-saudaraku melalui hp dan fb, aku tetap berangkat juga.

Pertama aku jemput Ovi dulu di sekolahnya. Kemudian mobil melaju ke Purwakarta menjemput orang tuaku. Setelah maghrib, baru berangkat ke Karawang.

Semalaman itu, aku merasa tegang. Selain karena khawatir terjebak kerusuhan di ibu kota, karena kita harus ada di studio Indosiar pukul 05.30. Kalau perjalanan 1,5 jam berarti kita harus berangkat pukul 04.00. Untuk luangnya, aku menjadwalkan pukul 03.30. Kekhawatiran itu membuatku jadi susah tidur. Namun akhirnya aku terlelap juga beberapa saat, cukup untuk meredakan ketegangan urat-urat syarafku.

Pukul 02.30 aku bangun dan mandi. Karena di Karawang suhu udaranya panas, jadi aku tidak merasa kedinginan sama sekali. Aku ngebangunin Husna pukul 03.00. Akhirnya semua siap di dalam kendaraan pukul 03.55. Mobil pun meluncur dalam keheningan dini hari.

Ternyata keadaan yang ditakutkan tidak ada sama sekali. Kota Jakarta yang aku lewati begitu lengang. Bahkan depan gedung DPR yang kemarin menjadi pusat demonstrasi tidak menunjukkan ada aktivitas sama sekali. Hanya ada sisa-sisa pagar yang runtuh dan coretan-coretan pilox di dinding pagar.

Studio Indosiar

Waiting Room

Kita sampai di studio Indosiar pukul 05.10 menit. Whuaah...alhamdulillah. Kita disambut oleh Mbak Dee dan Pak Deden Ridwan (CEO Nourabook).

Kita pun digiring ke ruang tunggu dan diberi suguhan. Di situ sudah ada beberapa orang kru Nourabook (katanya mereka nginep di kantornya) dan beberapa penulis cilik bersama orang tuanya.
 
Pukul 05.30 semua peserta syuting fokus pagi dipanggil. Bahkan para orang tua penulis pun di panggil untuk menjadi penonton. Karena aku harus mengangin si ade yang super aktif, aku gak bisa ikutan nongol di tv. Tapi gpp, ortuku, mamah dan apih yang jadi gantinya :)

Pukul 06.00, acaranya dimulai. Acara yang disiarkan secara live ini dipandu oleh Abdel dan Arni Gusmiarni. Pertama mereka mewawancarai Boim Lebon. Selanjutanya Pak Deden Ridwan. Setelah itu Husna dan beberapa penulis cilik lainnya (Cheryl, Chicha dan Naya) disuruh berdiri dan diberi beberapa pertanyaan. Setelah itu interview berlanjut pada Melanie Subono. Dan diakhiri oleh penampilan seorang laki-laki yang merupakan editor dari buku Melanie.

Bersama Mas Abdel


Bersama Mas Boim Lebon dan Istri


Bersama Mbak Ifa Avianty




Sampai akhirnya acara berakhir, ada rasa heran. Kenapa Mbak Ifa Avianty kok tidak diwawancara? Ah, entahlah. Siaran memang tergangtung durasi. Mungkin memang waktunya tidak cukup. Apalagi ini acara live, tidak bisa melalui proses editing.


Duh, leganya acara berjalan lancar. Walaupun mungkin tidak 100% sesuai harapan, tapi bagiku Husna tetap keren hehehe....

O,ya Husna ingin mampir dulu ke Mall Taman Anggrek. Kata Husna, di majalah Bobo diberitakan, di sana ada semacam pameran premen. Namun karena waktu itu baru menunjukkan pukul 07.30, mall belum buka. Akhirnya kita pun langsung balik ke Karawang. Namun untuk mengobati kekecewaan Husna yang gak jadi ke Mall Taman Anggrek, akhirnya kita main dulu ke Mall Lippo Cikarang. Di sana Husna belanja pernak-pernik seperti pin dan ikat rambut.

Sore hari pukul 16.00 kita balik ke Bandung, sambil mengantarkan ortuku dulu ke Purwakarta. Di Bandung kita sampai dengan selamat pada pukul 19.00 malam.

Alhamdulillah....

My Kids and My Parent

Senin, 26 Maret 2012

Gathering PCPK Lover di IBF 2012


Hari sabtu, 17 Maret 2012, minggu kemarin, anak-anakku, Maryam, Husna, Hamzah dan Ovi ikut "Gathering PCPK Lover", di moment IBF 2012. Tempatnya di Kids Korner Istora Senayan. Acaranya sih kumpul-kumpul pecinta buku seri PCPK Lingkar Pena (sekarang Penerbit Nourabooks) yang dipandu oleh kru Penerbit Nourabooks. Jadi, bagi anak yang punya naskah atau sudah ngirim naskah tapi belum ada kabar, bisa tanya-tanya langsung sama editornya. Selain itu, ada juga acara bookswap atau tukeran buku. Tiap peserta memang diwajibkan bawa satu jilid buku untuk acara bookswap ini. Kayaknya acara ini yang paling heboh. Soalnya bukan tukeran 'baik-baik' hehehe... melainkan buku digelar di panggung. Kemudian peserta diberi aba-aba untuk ngambil buku bareng-bareng sesuai dengan yang diinginkannya. Jadinya tentu saja rebutan daaan.... rusuh hehehe..... Rusuh dalam arti seru, kok :)

Kita berangkat dari Bandung pukul 9.30. Padahal rencananya pukul 8.00 pagi! Penyebabnya, Mas Sopir nganter istrinya dulu yang hamil besar ke rumah orang tuanya (ternyata hari minggunya, istrinya bener-bener melahirkan. Hah, untunglah!). Kenapa pagi banget? Padahal acaranya dimulai pukul 16.00 sore. Ya, baiklah... Karena kita jarang pergi-pergi, maka pas ada moment keluar rumah, kita pengen manfaatin sebaik-baiknya.

Taman Bermain, RM Ayam Goreng Jakarta, Cianjur

Rencananya kita pergi lewat puncak, pengen berhenti di puncak, makan jagung bakar. Kalau keburu,  pengen ke taman mini atau sekedar jalan-jalan di Monas. Tapi kenyataannya, semua itu lewat! Alasan pertama, karena kita berangkatnya telat. Alasan kedua pas nyampe Cianjur anak-anak udah lapar, jadi kita berhenti makan dan shalat di Rumah Makan Ayam Goreng Jakarta, Cianjur. Di tempat itu kita nyampe pukul 12.00. Makan, sholat, main di taman sampai pukul 14.00.

Karena kita khawatir terlambat, jadi pas di Puncak kita gak berani berhenti. Apalagi pas di depan gerbang taman safari, Cisarua, Bogor macet 1 jam. Alhasil kita nyampe ke senayan pukul 16.30. Di tambah lagi kita nyasar-nyasar dulu di lantai 1. Hwuaa.... gak baca detil ternyata acaranya di Lt. 2. T_T

Ternyata acara IBF 2012 itu padet sangat. Untuk sampai ke lokasi sampai berdesak-desakan. Dan benar saja, acaranya sudah di mulai. Di situ ada panggung dan sudah tampil beberapa penulis cilik PCPK yang kebetulan hadir. Di antaranya Billy, Cheryl, Dias, dan lain-lain. Mereka sedang mengadakan sesi tanya jawab yang dipandu host laki-laki dan perempuan. Sementara di sekeliling panggung duduk para peserta lainnya.

Pas datang kita bingung juga sih. Kok, gak ada yang kenal sih... Host-nya juga aku nggak kenal. Kita terus jalan mengitari panggung. Aha! Ada Mbak Icha Paprika, salah seorang editor yang pernah menggarap naskah anak-anak. Kita pun langsung nyamperin Mbak Icha. Akhirnya Maryam dan Husna dibawa Kak Icha dan dikenalkan pada Mas Noor H Dee. Dan langsung dibawa ke panggung. Kasihan juga sih, anak-anak baru dateng sudah didaulat ke panggung. Resiko seleb hahaha.... lebe banget sih :D

Sementara anak-anak sibuk dengan editor dan fans, aku ngobrol sedikit dengan Mbak "Dee" Rahmadiyanti Rusdi (Direktur Lingkar Pena). Isinya seputar naskah anak-anak, termasuk naskah Hamzah dan Ovi. Duh, senangnya :)

Akhirnya hari beranjak sore, dan acara pun selesai. Menarik, pada saat-saat pulang host pria itu mengajak berkenalan. Eh, ternyata dia Kak Koko Nata yang selama ini sudah sering wara-wiri dan kontak di fb. Haha... akhirnya bisa kopdar juga.

Ya, udah. Setelah pamitan dengan seluruh kru Nourabooks, kita pulang. Hari sudah mulai gelap. Tapi kita pengen jalan-jalan keliling Jakarta dulu. Ya...just keliling-keliling. Kita ingin ngebuktiin nama-nama jalan yang selama ini hanya kita dengar di tivi hehe...

Setelah puas, kita pun meluncur menuju jalan tol keluar dari Jakarta. Kita sempet mampir di rest area KM 19 untuk makan dulu di KFC. Kemudian kita juga nengok tantenya anak-anak juga di Karawang yang lagi hamil 3 bulan dan sedang sakit. Akhirnya kita nyampe di Bandung pukul 01.00 malam. Alhamdulillah....

Rabu, 14 Maret 2012

Sinopsis PCPK Mysterious Egypt

"Ashley, aku curiga kita ada di zaman Mesir Kuno."
"Kamu ngaco, Sal! Mana mungkin!"
"Perahu, gerabah, pohon-pohon, semua terlihat asing! Kita sekarang mungkin ada di Sungai Nil! Dan tenda-tenda itu adalah tenda untuk membuat mumi."
"Tidak masuk akal. Lantas kenapa kita ada di sini?"

***

Setelah pertemuan di festival pasar malam, Ashley, Sally, dan Austin mengalami pengalaman yang menegangkan. Mereka terdampar di Thebes, ibu kota kerajaan Mesir Kuno pada masa kekuasaan para pharaoh.

Ashley dan Sally terpisah dari Austin. Austin, diangkat menjadi anak oleh Ratu Nefertari, seorang ratu Mesir Kuno, karena wajah Austin mirip dengan anak sang ratu. Sedangkan Ashley dan Sally tiba di pinggir Sungai Nil dan menemukan mumi yang bisa bergerak! Hiiiyyy…!

Apakah Ashley dan Sally bisa bertemu kembali dengan Austin dan pulang ke negeri asal mereka? Yuk, ikuti kisah menegangkan ini! Tak hanya dapat cerita seru, kamu juga dapat banyak ilmu tentang mumi dan sejarah Mesir masa lalu.

Senin, 12 Maret 2012

Proses Kreatif Penulisan Novel PCPK Mysterious Egypt


Rencana penulisan cerita bersetting Mesir ini sudah Husna canangkan bahkan sejak Petualangan Joanna masih dalam tahap penerbitan. Waktu itu Husna sedang keranjingan browsing tentang mumi. Jadi dia pengeeen banget bikin cerita tentang mumi tersebut.

Dengan menimbang-nimbang akhirnya aku membelikan dia ensiklopedi khusus mumi sebagai bahan referensinya biar gambar-gambarnya jelas dan datanya akurat. Bagiku cukup mahal juga sih. Tapi, gapapalah kan ntar lahirnya buku juga kan... :D

Husna memulai setting penulisan terinspirasi dari liburan di rumah neneknya di Purwakarta. Saat di Purwakarta itu kebetulan ada pasar malam dan ada komidi putarnya. Maka, dimulailah petualangannya dari komidi putar pasar malam.

Naskah Mysterious Egypt gak lancar begitu saja. Sangat...sangat tersendat-sendat. Husna baru pede menyelesaikan dua bab saja. Yang lainnya masih dalam bentuk rancangan. Sampai ketika Mbak Icha, editor dari Lingkar Pena nanyain, naskahnya nggak maju-maju.

Tapi, kalau namanya ditanyain tentu jadi merasa ada kepastiankan...hehehe... Akhirnya aku membantu dia browsing mencari data. Semua data tentang Mesir dikumpulkan sampai membaca peta untuk menentukan lokasi kejadian. Setelah itu dipilih mana yang akan di ambil dan mana yang akan dibuang.

Nah, karena alur ceritanya sudah dibuat terlebih dahulu. Jadi, data-data itu tinggal dimasukkan. Namun, dari semua itu, yang diluar rencana adalah bab-bab akhir. Mysterious Egypt ditutup dengan kenyataan bahwa para pelakunya yang warga Inggris itu ternyata orang-orang muslim. Ouwh, so sweet...

Eh, kok jadi ngebocorin sih? Hehehe... gapapa, bagi pengunjung dan pembaca blog ini, special for you. So, tunggu apa lagi. Kamu baca deh bukunya. Asyik banget petualangannya!

Sinopsis novel PCPK Mysterious Egypt bisa dibaca di sini

Minggu, 11 Maret 2012

Sinopsis PCPK Girls Rule



Yup, ini buku buat kamu, girls! Khusus buat kamu-kamu yang pengen pede, keren, dan oke! Di sini, kita bakal ngobrolin persahabatan, idola, musik, mode, pubertas, juga ngobrolin ortu! (ssssttt...!).

Tema lainnya? Oh, tenaaang, masih banyak. Dijamin kamu banget, deh! Yuk, berbagi kisah di sini. Percaya deh, buku ini akan jadi sahabat yang menemani hari-harimu!


TENTANG PENULIS

Maryam Muthmainnah (Maryam): Girls Rule adalah karyanya yang ketiga. Dua novelnya yang pernah diterbitkan Lingkar Pena sebelumnya adalah Piza Pizi Veronica dan Math Garden. Math Garden terpilih sebagai salah satu nominator buku fiksi anak terbaik di Islamic Bookfair Award 2011.

Husna Salsabila (Husna): Karya pertamanya adalah Petualangan Joanna (Lingkar Pena, 2010). Buku ini banyak berisi pengetahuan tentang makhluk luar angkasa. Satu novelnya yang akan terbit juga penuh dengan pengetahuan, yaitu sejarah Mesir Kuno.

Dias Nuryamsi (Dias): Buku pertamanya berjudul Yummy World (Lingkar Pena, 2011). Selain itu Dias juga telah menerbitkan buku di penerbit Edelweiss, yaitu Trio Detektif Cilik (Edelweiss, 2011).

Cheryl Kanza (Cheryl): Karya pertamanya adalah My New Mom (Lingkar Pena, 2011). Kemudian disusul dengan Kejutan Untuk Jane (Edelweiss, 2011).

Annisa Arigayota (Chicha): Cerpennya telah diterbitkan di buku Supermanda (DAR! Mizan, 2009), dan Strawberry Secret (DAR! Mizan, 2010). Selain cerpen, ia juga menulis novel yang berjudul Faquella Girls (Lingkar Pena, 2011).

KEUNGGULAN BUKU:
- Isi buku berbeda dengan PCPK yang biasa, yaitu kumpulan tulisan (non-fiksi) dengan tema-tema khas anak perempuan (yang lebih mengarah ke remaja).
- Tema-tema yang ‘berbau’ perempuan masih sangat digemari oleh sebagian besar pembaca  PCPK.
- Buku PCPK pertama yang ditulis secara bersama-sama (antologi).
- Merupakan lini PCPK (Penulis Cilik Punya Karya) yang telah memiliki banyak penggemar

Sumber: http://www.bukukita.com/Buku-Novel/Anak-Anak/92522-PCPK-:-Girls-Rule.html

Sabtu, 28 Januari 2012

Proses Kreatif Penulisan Buku Antologi Nonfiksi Girls Rule


Waktu itu, Husna dan Maryam nunjukkin ke aku, katanya mereka diminta Mbak Icha (Editor PCPK, Lingkar Pena) untuk memilih 2 judul dari 10 judul yang ditawarkan untuk buku Girls Rule. FYI, Girls Rule adalah buku seri PCPK tapi bersifat non fiksi. Jadi mereka diminta membuat artikel berdasarkan judul tersebut. Kalo nggak salah, ada pilihan tulisan tentang orang tua, internet, idola, cinta monyet, fashion, dan lain-lain.

Kaget juga sih waktu Husna milih cinta monyet dan ortu. Tapi, ya...tidak semata-mata dia milih kaan..., berarti di kepalanya memang dia udah punya bahan. Nah, kalau Maryam milih tema idola dan gank.

Karena diberi dedlen, maka anak-anak pun langsung bekerja. Terutama Maryam, dia langsung menuliskan artikelnya. Kalau Husna, sepertinya dia bingung dari mana harus mulai. Selalu seperti itu, pikirku.

Ya, Husna memang luas wawasannya. Tapi karena saking luasnya, dia suka tidak tahu harus mulai dari mana dulu atau apa dulu yang harus ditulis. Wajarlah. Namanya anak-anak, sistematika berpikirnya belum sempurna.

Lain dengan Maryam. Setengah jam dia menyelesaikan satu tulisan dengan panjang sekitar 5 halaman. "Bu, tolong edit," katanya. Waktu aku baca, aku malah bingung, mana yang harus diperbaikinya. Syukur deh, dia udah bisa nyelesein tugasnya sendiri.

Melihat Husna bengong di depan komputer, aku putar otak. Akhirnya aku tanya, kenapa dia milih judul tersebut, misalnya cinta monyet. Aku minta supaya dia menceritakan hal apa saja yang dia kuasai tentang judul tersebut. Maka dia pun dengan lancar menceritakan tentang kisah teman-temannya di kelas yang mulai mengalami cinta monyet.

Ooo, jadi begitu toh, kenapa Husna ingin milih judul tersebut. Aku pun ternganga-nganga mendengar 'sisi lain' dari kehidupan teman-teman Husna di kelasnya.

Akhirnya, setelah dia selesai menceritakan semuanya, aku membantunya membuat sistematika penulisan. Caranya, aku membuat daftar pertanyaan berdasarkan bahan yang aku dengar tadi dari Husna. Jadi pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya sama dengan outline. Hanya aku yang menentukan mana yang harus ditulis duluan dan mana yang selanjutnya dan selanjutnya.

Karena Husna memang menguasai bahannya, ia menulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu dengan lancar. Setelah selesai, aku bilang, "Tuh, kamu lihat urutannya kan? Dari pertanyaan nomor 1, sampai terakhir? Itu menunjukkan urutan tulisan yang harus kamu tulis. Sekarang tinggal kamu pindahkan ke dalam bentuk cerita."

Rupanya Husna mengerti, dia menuliskan dengan lancar paragrap per paragrap. Dan, taraaa... jadilah sebuah artikel yang siap dikirim.

Sinopsisnya bisa dibaca di sini

Rabu, 11 Januari 2012

Sinopsis PETUALANGAN JOANNA


Ada yang aneh di ladang gandum keluarga Joanna! Ladang bagaikan kanvas lukis yang super besar. Di atas kanvas itu tergambar lukisan bunga matahari. Joana menatap semua itu dengan takjub. Mengapa itu bisa terjadi? Siapa yang melakukannya?

Fenomena Circle Crop. Ya, akhirnya Joana mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di ladang gandum milik ayahnya itu. Circle Crop adalah suatu pola teratur yang terbentuk secara misterius di area ladang tanaman, seringkali hanya dalam waktu semalam. Namun, sampai sekarang masih belum diketahui mengenai siapa yang membuat Circle Crop ini: manusia ataukah alien?

Ikuti pertualangan seru Joanna dan ketiga sahabatnya: Victor, Lindsay Thurman, dan Charlie Traviolta. Kamu akan diajak berjalan-jalan ke Planet Torteklo (nama planetnya lucu, ya?), dan kamu juga akan mendapatkan petualangan yang sangat menegangkan ketika Joanna diculik di Planet Gregunio. Jadi tambah penasaran, kan? Selamat bertualang!

***

"Anak-anak Indonesia butuh lebih banyak buku seperti ini!"

--Arleen Amidjaja, Penulis buku cerita anak


Minggu, 08 Januari 2012

Artikel Petualangan Joanna di Annida Online

Proses Kreatif Penulisan dan Penerbitan Petualangan Joanna



Putriku yang ke-2, Husna Salsabila. Seperti aku meminta Maryam, putri pertamaku untuk menulis. Husna pun aku suruh menuliskan cerita karangannya. Ia tertarik sekali pada isu crop circle. Saat itu masyarakat Indonesia belum banyak yang mengetahui tentang isu crop circle. Crop circle baru ramai dibicarakan di Indonesia sejak adanya penampakan bentuk crop circle di areal pesawahan Sleman, Yogyakarta pada bulan 25 Januari 2011. Sedangkan novel Husna yang berjudul Petualangan Joanna sudah terbit sejak bulan Agustus 2010.
Responku sama seperti pada saat membaca tulisan Maryam. Aku pun merasa ‘surprise’ saat membaca tulisan Husna. Husna yang waktu itu baru berumur 10 tahun, ternyata bisa juga membuat cerita yang menarik. Sayang, ceritanya pun menggantung. Namanya anak-anak memang mood-moodan. Saat merasa tidak ada ide, langsung saja naskahnya ditinggal.
Penasaran dengan tulisan pertamanya? Bisa dilihat di sini.

Saat melihat naskah Maryam siap diterbitkan, Husna pun terpacu untuk menyelesaikan. Mulailah di sini aku sebagai ibunya berperan sebagai pendamping diskusi, mencarikan bahan, mengarahkan outline dan bahkan sampai mengetikkan ceritanya. Di kepala Husna itu idenya banyak sekali. Bahan tulisan menggunung di otaknya. Hal itu pulalah yang membuat dia suka kebingungan harus memilih mana yang dikeluarkan. Atau malah tulisannya melebar kemana-mana, nggak jelas ujungnya. Selain itu, kalau ide sudah di ujung kepala, sedangkan jari-jari dia tidak mampu kompak dengan derasnya ide, yang ada dia jadi uring-uringan. Akhirnya, aku merelakan untuk mendengar ceritanya dan mengetikannya di komputer dengan jari-jariku. Yah, tidak sia-sia aku mendapat pendidikan mengetik di jurusan Administrasi Niaga, Politeknik ITB hehehe….
Ketika naskah yang diberi judul PETUALANGAN JOE HARVEST DI PLANET TORTEKLO itu dikirimkan ke penerbit (LPPH), ternyata naskah tersebut tidak langsung diterima. Penerbit menginginkan tokohnya perempuan. Karena menurut survey, pasar pembaca buku cerita anak kebanyakan anak perempuan. Jadi, tokoh ceritanya harus sosok yang dekat dengan mereka. Ah ada… saja ujiannya, pikirku.
Ketika keinginan penerbit tersebut aku sampaikan ke Husna, Husna terlihat kecewa. Aku mencoba mengerti perasaannya. Menurutku, saat dia menulis dan membuat karakter tokoh, tentu dia sudah membayangkan sosoknya. Dan mungkin saja dia mengidolakan sosok impiannya itu. Tapi sekarang, semua gambarannya itu harus diubah menjadi sosok anak perempuan yang dia merasa tidak kenal. Aku sempat bingung menyelesaikan permasalahan ini. Sayang sekali kalau gagal. Padahal penerbit sudah siap menerbitkan . Masa tidak jadi hanya gara-gara terganjal masalah ini. Sayang bangeeet.... huhu... (Padahal emaknya pengen banget nerbitin buku hihi...)
Untunglah ayahnya Husna turun tangan. Ia memberikan pengertian pada Husna tentang masalah idealisme dan industri. Katanya, Husna harus tahu, bahwa kita beruntung karena sudah ada penerbit yang mau menerbitkan karya kita. Sebagai balasannya, kita pun harus mau menolong penerbit dengan menjadikan segala sesuatunya menjadi lancar. Caranya adalah, kita harus mau membuat naskah yang bakal laku di pasaran. Penerbit membutuhkan biaya, lho untuk menerbitkan buku kita. Kalau buku kita sampai tidak laku, kan kasihan juga penerbit. Terus, karya kita pun sia-sia diterbitkan.
Fhiuh...syukurlah, akhirnya Husna mau mengerti juga.
Aku pun mulai melakukan diskusi lagi dengan Husna. Supaya tidak jauh dari sosok laki-laki, Husna memutuskan tokoh perempuannya berkarakter tomboy. Meskipun namanya diganti dari Joe ke Joanna, tapi nama panggilan si tokoh tetap Jo. Kemudian kami menyusuri bagian lainnya dan mengganti beberapa dialog yang lebih ke perempuan-perempuanan.
Alhamdulillah, dengan tidak memakan waktu lama, naskah revisi rampung. Joe Harvest berubah menjadi Joanna Marian Harvest. Ketika disetorkan ke LPPH, Direktur LPPH, mbak Rahmadiyanti Rusdi pun merasa surprise. Akhirnya, judul novel Husna yang pertama berganti menjadi PETUALANGAN JOANNA.

Kamis, 10 September 2009

PETUALANGAN JOE HARVEST DI PLANET TORTEKLO (belum selesai...)

KARANGAN: FATIMAH HUSNA SALSABILA (10 th.)

Sang mentari bersinar dengan teriknya. Hari ini hari pertama musim panas. Sebentar lagi teman-temanku datang. Sekolahku sedang libur musim panas, jadi kami berencana main di ladang gandum ayahku.
Hmm..waktu-nya teman-temanku datang di ladang ayah.
Ow..ladang gandum ayahku hilang sebagian! dan bentuknya bunga matahari!
Aku pun berlari ke rumah dan menceritakannya pada ayahku. Ayahku segera menelpon polisi. Aku sangat ketakutan, tubuhku menggigil, bulu kudukku merinding. Aku takut dimarahi ayahku
Polisi berdatangan disertai wartawan dari berbagai stasiun televisi, radio dan koran. Mereka mewawancarai ayahku. Selain itu para ilmuwan datang. Mereka datang untuk membuktikan keberadaan UFO.
Namaku Joe, Joe Harvest. Umurku 10 tahun pada bulan Januari lalu. Aku tinggal di Perm, sebuah kawasan pertanian di negara Rusia . Selain itu, aku adalah anak dari petani gandum yang cukup kaya. Ladang ayahku di mana-mana.
Di sekitar tempat tinggalku ini, aku punya 4 sahabat yaitu; Linda Milian, Chili Traviolta, Victor Vaughn dan Dwayne Thurman. Kami biasa disebut 5 sekawan, karena kami sangat akrab sekali dan selalu bermain bersama-sama.
Setelah datang kejadian yang menghebohkan itu, akhirnya kami sepakat untuk mengisi liburan musim panas ini dengan melakukan penyelidikan. Kami penasaran sekali ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Kami membagi-bagi tugas untuk mencari petunjuk. Aku mencari di bagian timur, Linda di barat, Chili di selatan, Victor di utara dan Dwayne di tenggara.
Ibuku menyediakan lima gelas sirup dan biskuit keju dengan krim lembut diatasnya. Kami mencari terus-menerus dalam 2 jam tapi tidak ada petunjuk. Akhirnya Chili menemukan sepotong umbi yang digoreng dan terlihat renyah. Mungkin karena memakai tepung goreng.
“Mengapa alien suka umbi yang digoreng ya?” pikirku dalam hati. “Ah…biarlah kalau mereka suka. Toh berarti mereka tak akan makan kita, bangsa manusia”.
Keesokan harinya, saat ayah-ibuku pergi ke rumah nenek yang sakit, para alien mendarat lagi di ladang milik ayahku dan kebetulan aku melihatnya mendarat.
Aku keluar dari rumah dengan mengendap-endap dan aku mendengar suara alien berkata “indopritingused” dan pintu itu terbuka. Setelah para alien keluar semua terdengar suara lagi yaitu “kuinusedboiku”.
Para alien yang bentuknya aneh seperti cumi-cumi dengan badan kambing berwarna polkadot hijau tua plus merah muda membuatku muak juga mual.
Setelah mereka pergi, aku mengucapkan kata kunci untuk membuka pintu. Dan agar mereka tidak curiga aku menutupnya kembali.
Disana aku melihat-lihat kapal. Pertama aku mengunjungi kokpit pesawat. Duh, aduh bikin pusing saja tombol-tombolnya. Ada yang lingkaran merah besar yang dibawahnya ada tulisan “blaprito” kecil. Ada segitiga kuning dan yang paling banyak persegi hijau. Aku terus berjalan. Makin aku terus berjalan. Makin bayak benda aneh. Aku menyadari aku telah berada di tengah-tengah pesawat.
Tapi tiba-tiba……
“Oh tidak! Pesawatnya jalan” kataku setengah berteriak.
“Ah, tapi sudahlah. Toh aku tak bisa berbuat apa-apa lagi.”
Rasa penasaranku yang kuat membuat aku tidak berfikir jauh. Aku melanjutkan “jalan-jalanku” di pesawat itu. Aku memasuki sebuah pintu dan ternyata di dalamnya ada anak laki-laki seumuranku yang sedang tidur di atas ranjang yang tampaknya amat empuk dan dengan seprai bergambar Ben 10.
Saat aku membuka pintu, pintu itu berdecit sehingga orang itu bangun.
“Hmm, tampaknya orang itu orang ….orang……oh iya orang Asia. Dari…dari mana ya? Ouw aku ingat salah satu negara di Asia Tenggara, mungkinkah dari Indonesia? Di internet dikabarkan, Indonesia itu banyak pejabatnya suka korupsi!” pikirku mengingat-ingat.
“Hei kok bengong sih?” tanya anak itu setengah teriak yang membuatku kaget dan membuat jantungku hampir copot.
“Eeh, aku tidak apa-apa kok!” kataku yang kaget setengah mati.
Anak itu tiba-tiba memperkenalkan diri.
“Hai! Namaku Toni, lengkapnya Toni Hartono aku dari kota Bandung, Indonesia”.
“Tuh kan benar. Dia dari Indonesia,” pikirku.
“Lho kok bengong lagi sih?” teriaknya sambil mengguncang-guncang tubuhku.
“Iya…iya aku Joe Harvest dari Perm, Rusia,” keluhku masih bingung.
“Eh…ngomong-ngomong bagaimana caranya kamu sampai di sini?” tanyanya sambil menarikku ke kasur.
“Kalau kamu?” aku malah balik tanya. Sebenarnya aku tak peduli pertanyaannya karena aku sibuk melihat ke seluruh bagian kamar.
“Hmm…arsitektur kamarnya bagus sekali. Padahal ini roket,” ujarku masih tak peduli sedikit pun.
“HEEI..! KALAU ORANG NANYA, JAWAB DONG!!!!!” bentaknya jengkel.
Tapi aku tetap tak peduli (he..he..he).
“DENGAR GAK SEEH!!!” bentaknya lagi, tapi yang ini lebih lebiiihhh keras.
“Iya..iya..aku dengar kok!” keluhku sambil terkekeh.
“Nyebelin! Bikin serak saja sih!” umpatnya kesal.
“Biarin…week!” ejekku.
Tapi tiba-tiba…..PLEETAK!!!.
“Aduuh, kok kepalaku kamu pukul sih!?. Sakit tauk!!!!” keluhku manja.
“Jangan main-main ya, aku pemilik sabuk merah taekwondo tauk!” bangganya menyombongkan diri.
“Huu.. sombong, sombong,” soraiku.
“Eeh mengejek lagi! Mau aku pukul lagi?!!!” marahnya tampak tak terbendung lagi.
Ooh tidak…., dia benar-benar akan memukulku.
“Eee… iya iya jangan pukul aku. Maaf ya..? ya..? ya?!, please…….,”pintaku.
“Tidak..tidak! kau sudah keterlaluan. Kau harus diberi pelajaran. Akan tetap ku pukul kamu,” katanya gusar, sambil pasang kuda-kuda.
Tapi tiba-tiba…..
“Eitts ada apa ini Ton?” cegah mahkluk kepala cumi cumi itu, muncul tanpa sepengetahuanku.
“Ini nih ada orang yang kurang ajar. Sebaiknya kita beri pelajaran. Kau mau ikut beri dia pelajaran Gop?”
“Jangan Ton! kita ajak saja dia ke planet tujuan kita, planet Torteklo, planet tercinta.”
Makhluk yang dipanggil Gop itu mencoba mengalihkan perhatian Toni. Dan aku merasa tertolong olehnya. Walaupun aku merasa kurang suka melihat rupanya, tapi dia pahlawanku hari ini. Pahlawan dari kemarahan Toni. Aku berhutang budi pada mahkluk itu.
Mereka pun membawaku ke planet mereka, planet Torteklo. Aku ikut saja dengan mereka karena mereka tampaknya baik dan tidak akan menyakitiku sama sekali.
“Tapiii, mungkin gak ya mereka jahat dan ini sebelumnya sudah mereka rencanakan untuk menipu diriku? Aah…itu kan cuma pikiranku saja, tidak mungkin mereka jahat dan akan menipuku, lagipula ada Toni dan perasaanku mengatakan Toni pasti tidak jahat,” pikirku dalam hati.
Aku ingin menghilangkan firasat buruk itu. Namun, rasanya tetap ada yang mengganjal di hatiku. Rasanya membuat jantungku berdebar-debar. Sulit sekali dihilangkan untuk anak kecil sepertiku.
Memang sih, aku ini menurut teman-temanku agak-agak cengeng juga penakut. Tapi, aku tak pernah percaya omongan mereka tentang hal itu. Aku menganggapnya hanya sebagai lelucon murahan dari teman-temanku yang ngiri padaku. Aku hanya merasa, aku memang lebih sensitive dan selalu terlalu memikirkan sesuatu hal. Tapi bagiku, itu adalah kelebihanku, you know! Namun ternyata, kenyataannya sekarang aku benar-benar takut. Aku termenung di dek pesawat lama sekali hingga tiba-tiba ada yang berteriak.
“Horeee…. sampai! Aku rindu planet ini. Horeeee…..!” katanya kegirangan.
“Tenanglah, Pros…tenang!” kata yang satu lagi mengingatkan.
Di antara mereka tak ada Toni.
“Sungguh aneh!” heranku.
Aku segera berlari ke kamar Toni tapi ia tak ada.
“Biarlah. Kalau malah mencari dia, nanti aku tak bisa lihat planet ini. Aku ingin tahu seperti apa planet ini,” pikirku.
Aku pun keluar dan melihat suatu pemandangan yang sangat baru dan cukup ganjil bagiku. Ternyata planet iniiii….
“Wah, aneh sekali planet ini!” kataku.
Planet ini penuh tanaman umbi.
“Menakjubkan!” kataku dengan mata terbelalak.
Planet ini seluruhnya berasal dari umbi-umbian. Mobilnya dari umbi dan mengeluarkan bau gas Amoniak yang samar-samar. Tapi, anehnya gas itu tidak membuatku pusing. Selain itu, rumahnya juga sama yaitu; sama-sama dari umbi dan mengeluarkan bau gas amoniak juga. Dan tetap aneh, gas itu tidak membuatku pusing sama sekali. Sepertinya tubuh dan penciuman kami langsung bisa menyesuaikan diri dengan keadaan ini. Mungkin karena gas yang dihasilkan berasal dari bahan alami atau
mungkin udara yang kami hisap mengandung zat yang bisa menetralisir. Tak tahu lah, pokoknya semua serba aneh!
Aku tinggal di sebuah rumah kosong di pinggir kota. Walaupun itu rumah kosong, rumah itu masih bagus.
Tiba-tiba aku mendengar sebuah suara. Tampaknya itu suara pintu karena suaranya “kreek”berdecit keras Aku mengintip dari balik tembok. Ternyata . mahkluk kepala cumi itu. “Siapa ya dia?” pikirku bingung.
Sementara itu di bumi,
“ Eeh, Joe mana ya?”Tanya Dwayne bingung.
“ Kita ke rumah Joe saja yuk!” ajak Linda.
“yuk!!” kata yang lain.
Tetapi, saat Chili memencet bel, tidak ada yang membuka pintu. “tok,tok,tok ada orang di dalam?” kata Victor. (belum selesai............)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...