Minggu, 17 Mei 2015

(Sponsored Post by Blue Band) It is World Baking Day!





Horeee...hari ini adalah World Baking Day!

Senang sekali rasanya bisa ikut event dunia. Biarpun sebetulnya, bagi seorang ibu, aktivitas memasak kue mungkin bukan sesuatu yang baru. Namun, saat semua orang mengapresiasi pekerjaan ini, menjadikan pekerjaan memasak kue itu sesuatu yang besar, terasa juga bangganya.

Untuk teman-teman ketahui, dalam rangka memperingati World Baking Day ini, Blue Band membuat tema: Bake Yourself Happy on World Baking Day. Kurang lebih diartikan, Memasaklah sesuatu yang membuat kita bahagia di momen World Baking Day ini.

Kamis, 14 Mei 2015

Belanja ala Shopious



Instagram Shopious

Belanja di Instagram?

Wow bikin penasaran deh!

Tahu nggak, mungkin saya termasuk shopaholic ya. Dalam sebulan, minimalnya saya satu kali belanja online. Habis praktis sih. Tanpa harus capek pergi-pergi, mesti dandan, panas-panasan lagi. Udah gitu, hemat ongkos dan hemat jajan hehe...

Kok hemat jajan?

Iya, belanja itu kan perlu tenaga. *modus

Jadi, perut perlu diisi lah. Lagi pula tampilan makanan dekat pusat perbelanjaan itu kan bikin ngiler, bo.

Nah, makanya saya lebih milih online shoping. Begitu ingat yang harus dibeli, langsung deh ambil smartphone atau buka laptop. Klik-klik online shop, langsung dapet.

Soal harga? Wooo...bersaing, Man. Ya lah, di dunia maya juga kan mereka punya pesaing, jadi pastinya harga pun bersaing.

Lho kok jadi ngelantur sih hihi...

Back to soal belanja di Instagram. 

Jumat, 08 Mei 2015

(Sponsored Post by Blue Band) Pizza Fruit, Dapatkah Membahagiakannya?



“Teteh, bagaimana kabarmu dan anak-anak?” terdengar suara dari tab saya. Nadanya lemah dan seperti berharap. Karena saya anak sulung di keluarga, hampir semua anggota keluarga memanggil saya, Teteh.

“Ya, baik.” Saya yang sedang sibuk mendata barang-barang orderan hanya menjawab pendek-pendek.

“Teteh lagi di mana?” tanyanya lagi.

“Di kantor.”

“Oya, bagaimana suamimu? Bukankah kemarin sakit?”

“Sekarang malah sedang tugas  keluar kota.”

 “Apih sekarang lagi sakit. Mamahmu juga.”

“Ouh? Sudah ke dokter?”

“Sudah.”

-Hening-

“Oh, iya maaf, Teteh belum bisa nengok. Akang (suami saya) masih sibuk dengan tugas kantornya. Jadi tidak ada yang antar.” Ucap saya buru-buru memecah keheningan.

“Nggak apa-apa. Doakan saja supaya Apih dan Mamah segera sehat lagi.”

“Iya.”

“Teteh lagi sibuk ya? Ya, sudah ya.”

“Oke.”

Saya pun kembali sibuk memilah-milah barang-barang orderan supaya bisa segera sampai ke tangan konsumen.

Itu obrolan melaui telepon antara saya dengan ayah saya tadi pagi. Pagi yang sangat sibuk.

Minggu, 22 Februari 2015

Cinta “habis-habisan” Muhammad saw dan Khadijah ra



“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (Q.S. Al Kahfi: 7)
Cinta menyimpan berjuta pesona dalam kehidupan, sehingga dengan cinta, apa yang ada akan terasa indah. Jalaluddin Rumi menggambarkan dahsyatnya cinta sebagai berikut.
“Cinta dapat mengubah rasa pahit getir menjadi semanis madu. Cinta bisa mengubah tanah lempeng menjadi bongkahan permata. Cinta sangat mudah mengubah kekeruhan hidup menjadi bening yang menyejukkan. Dengan cinta, luka yang menganga menjadi sembuh seketika. Sakit yang teramat menyiksa menjadi tak terasa. Dengan cinta, bongkahan baja bisa menjadi lebur. Batu yang kokoh dapat menjadi debu. Cinta dapat menghidupkan kembali manusia yang telah mati.”
Dengan cinta seseorang akan melakukan apa saja demi sang bidadari yang dicinta. Demi sesuatu yang dipujanya, baik dan buruk, hitam dan putih, halal dan haram akan dilakukan. Inilah yang disebut cinta bak pisau bermata dua. Di satu sisi dapat mengantarkan seseorang pada cinta yang sesungguhnya dan di sisi yang lain dapat menjerumuskan pada cinta yang salah, yang mengantarkan pada kesengsaraan. Naudzubillahimindzalik.

Jumat, 02 Januari 2015

Mana yang Paling Cepat Membuat Mimpiku Terwujud?


Tepat di hari ulang tahunku yang ke-.... haha ada deh! ;) 
Saya akhirnya menerima tawaran untuk gabung di jaringan bisnis Oriflame.
Sebetulnya sudah sejak empat tahun lalu, beberapa temanku terutama teman di sosial media mengajakku bergabung di bisnis ini. Namun dengan beberapa pertimbangan, aku menolak tawaran tersebut.
Pertama, karena waktu itu saya baru saja pindah rumah. Kedua, saya juga baru melahirkan Yahya. Ketiga, saya masih ingin fokus menulis. Dan, keempat saya sama sekali belum menggunakan produk Oriflame.

Selama itu saya mengamati orang-orang yang tergabung dalam bisnis ini ada yang melaju dan tetap bertahan tapi ada juga yang jatuh tak kembali lagi. Wajar, sih karena bisnis kan cocok-cocokan juga.

Lantas kenapa saya akhirnya bersedia gabung?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...