Rabu, 28 Maret 2012

Serial Percy Jackson



Judul Buku: Percy Jackson & The Olympians, The Lightning Thief
Penulis: Rick Riordan
Penerbit: Mizan
Cetakan: VII (Juli 2010)
Tebal: 468 halaman

Baru tamat baca buku pertama Seri Percy Jackson & The Olympians. Padahal buku ini sudah aku beli dari sejak bulan Januari 2012.Seri Percy Jackson terdiri dari lima judul buku. Buku pertamanya berjudul The Lightning Thief (Pencuri Petir). 
Isinya mengisahkan tentang seorang anak berumur 12 tahun bernama Percy Jackson yang dianggap mengidap disleksia dan  dan GPPH (kerusakan pada otak sehingga sering salah menafsirkan situasi).
Saat liburan sekolah, Percy tinggal bersama ibunya, Sally Jackson dan ayah tirinya, Gabe. Namun pada musim liburan kali ini, ia bersama ibunya pergi berlibur ke tempat favoritnya yaitu Pantai Montauk, Long Island. Di mana pertama kalinya ibunya bertemu dengan ayah kandungnya. Liburannya itu membawa Percy pada suatu peristiwa yang menunjukkan identitas dirinya.

Novel ini ditulis oleh Rick Riordan seorang guru sejarah di California. Ia mengangkat mitos bangsa Romawi dalam novelnya. Keberadaan para dewa-dewi seperti Zeus, Poseidon, Athena, Ares dan lain-lain dimunculkan kembali dalam bentuk modern. Disambungkan dengan tokoh-tokoh muda zaman sekarang, juga setting tempatnya. Bayangkan saja, menurut buku tersebut ternyata Gunung Olympians itu tersambung dengan puncak State Empire Building, New York City hahaha.....

But, it's fantasi fiction. All is OK, right? :D

Dengan baca buku ini, pertama aku terhibur karena alur ceritanya cukup menarik, idenya unik apalagi Riordan sering menyelipkan kata-kata menggelitik. Aku suka itu. Keduanya, seenggaknya bisa mengingatkan kembali pada cerita-cerita mitos Romawi.

Kelihaian Riordan membingkai cerita ini bisa jadi memindahkan alam nyata kita ke alam ciptaan buatan Riordan. Sama seperti alam sihir buatan JK Rowling, alam Narnia buatan C.S. Lewis. Kita seakan-akan menyetujui ada dunia seperti itu di sekitar kita atau bahkan berharap ada di sana. Sehingga yang terjadi, harapan tersebut mengaburkan kesadaran akan kehidupan sejati kita yaitu kehidupan ciptaan Allah SWT. So, tetap harus waspada bahwa ini just fiction, OK!

Kalau aku sih dapetnya inspirasi, daya imaginasi makin kuat dan tentunya hiburan. Tak akan meninggalkan bacaan seperti ini selama bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya :)

Info penting gak penting: O,ya kotak book series di foto itu bikinanku sendiri lho. Dibuat dari kotak bekas detergent matic. Gambar-gambarnya aku print dari web dan aku tempel di sekeliling kotak. Keren dan pas banget kan :))



Senin, 26 Maret 2012

Workshop Komik KKPK-Mizan

Hari jum'at dan sabtu, tanggal 23-24 Maret kemaren, Hamzah dan Ovi ikut Workshop Penulisan Naskah Komik KKPK yang diselenggarakan oleh Penerbit Mizan. Para pengajarnya didatangkan dari Muffin Graphic. Acaranya dimulai dari pukul 9.00 pagi sampai pukul 16.00 sore.

Hari pertama kita nyangka acaranya pukul 8.00, jadi kita berangkat dengan tergesa-gesa banget. Eh, taunya pukul 9 hehe... Jadinya, di sana belom ada siapa-siapa kecuali pak satpam. Tapi, gak apa-apa juga sih kalo kita mesti nunggu lama kalo di gudang buku. Hehe... iya banget. Secara kita ada di ruang tamu Penerbit Mizan yang penuh dengan buku-buku oke, sssslllrrrpppp.......

Aku gak bisa nungguin anak-anak, soalnya khawatir sama si Ade di rumah. Sayang banget sih, padahal aku ingin liat proses kreatif mereka. Jadinya, aku hanya tau laporannya pas pulang.

Jam 15.30 aku jemput anak-anak. Sampai di sana pukul 15.45. Eh, ternyata di sana udah sepi. Katanya acara selesai pukul 15.15 karena anak-anak semangat banget gambarnya. Jadi cepat selesai.

Dari WS itu anak-anak dapat oleh-oleh dua buah komik KKPK dan materi. Ovi dan Hamzah juga bawa hasil gambar komiknya. Hahaha... isinya lucu banget!

Saat aku tertawa karena merasa lucu dengan cerita komik mereka, aku baru sadar. Ternyata sebuah gambar bagus itu dilihat dari sampai atau tidaknya sebuah pesan yang tersirat dari gambar. Huu... jadi selama ini kemana saja Yas? :D


                                            
                                                                        Ikut workshop komik memang bukan serta merta anak jadi komikus handal. Targetnya adalah bagaimana anak bisa menyampaikan pesan lewat gambar. Dan menurutku, target itu sudah tercapai saat Hamzah dan Ovi selesai mengikuti workshop selama dua hari tersebut. Mengenai bayaran... memang sedikit mahal sih. Walaupun sebenarnya gak ada ilmu yang kemahalan sih selama si peserta memang ingin dapet ilmu tersebut. Hamzah dan Ovi memang pengen banget ikut workshop tersebut. Mereka bayar sendiri lho dari uang tabungannya hasil nulis di media :)

O,ya satu cerita lagi. Tanpa sengaja, aku jadi kopdar dengan beberapa penulis lain karena putra-putri mereka ikut. Mereka itu antara lain, Mbak Neni Utami, Ary Nilandari, Shinta Handini dan Dina Y. Sulaeman.

Anak Kos: TUSUK GIGI

Seperti biasa, kalo’ malam-malam kita suka ngumpul di ruang tengah kos-kosan. Topik bahasannya, sekitar cara membersihkan gigi.
“Kalau aku sih, biasa aja. Selain sikat gigi, ya paling pake’ tusuk gigi kalo’ habis makan. Gak’ enak sih, kalo ada yang nyempil-nyempil,” ujarku membuka pembahasan.
“Pake benang dong! Pastinya lebih bersih,” kata Sri.
“Pake benang gigi, maksudnya?” tanyaku minta penegasan.
Sri nyengir,”Bukan sih, benang jahit aja….”
Serentak kita nyorakin.
Huuuuuu…………….
“Ya, kalian lagi. Dari mana daku punya uang buat beli benang gigi. Harganya kan, lumayan mahal,” ujar Sri memberi alasan.
“Eh, tapi sekarang ada lho tusuk gigi plastik. Bisa dicuci, jadi bisa dipakai berulang-ulang. Apalagi ada benangnya di pangkalnya. Jadi, gigi kita bisa bersihnya plus-plus,” timpal Eli yang tiba-tiba datang.
“La, kamu diam aja sih? Kalo’ kamu gimana?” Sri negur Lela yang sejak tadi diam saja.
“Aku sih pake peniti aja,” ujar Lela santai.
Sontak kita menjerit ngeri.
Hiiiiiiiii……………
“Tapi penitinya kamu steril-in dulu, ya kan?” tanyaku memastikan.
“O,iya dong!” tegas Lela yakin.
“Dibakar pake’ api, ya La?” tanyaku.
“Atau direbus pakai air mendidih?” tanya Sri.
“Pakai alkohol, pasti,” tukas Eli.
Si Lela mesem-mesem.
“Bukan sih….eng…pake ujung kerudung…,” jawab Lela pelan dan rada malu-malu.
Dan semua-semuanya pada melotot dan teriak…..
Heeeeee!!!

Resolusi Tahun 2012, di bulan Maret 2012 :D

Ini dia "Resolusi 2012" yang baru ditulis di bulan maret 2012 :p.

Sebenarnya, pencanangannya udah sejak Januari 2012. Namun karena salah satunya adalah rekonsep blog ini, jadi penulisan resolusi di blog pun mulur waktunya. Tadinya sih, pengen januari beres. Namun gak ke kejer. Selama januari aku running, menulis memori-memori dunia penulisanku di masa lalu. Aku khawatir jejak-jejaknya keburu hilang di memoriku. Aku juga harus hunting beberapa foto untuk melengkapi data. Sampai saat ini, ada yang keburu hilang jejaknya, hiks. Namun aku gak bakal putus asa. Nanti, setelah blog ini beres edit, aku bakal hunting lagi.

Nah, pas februarinya, aku sama sekali gak bisa diganggu. Sebulan itu aku ngegarap novel anak pesanan. Aku pengen fokus biar hasilnya maksimal. Terus maret awal? Gak bisa juga. Aku punya PR lama, ngedit novel orang lain dan ngerjain satu buku picbook dari Winner. Alhasil baru tanggal inilah aku nulis resolusi :D

So, apa resolusiku di tahun 2012 itu?
1. Baca buku-buku bacaan anak bermutu sebanyak mungkin (novel)
2. Nulis buku fiksi anak (novel garapan sendiri maupun pesanan)
3. Nulis picbook pesanan
4. Nulis artikel atau reportase untuk anak
5. Mempelajari ilmu dan gaya bahasa penulis buku anak terkenal dari buku dan blognya.
6. Memperkaya vocabulary (kudu rajin mencatat kata-kata baru dan buka-buka KBBI)
7. FB dan kegiatan gak penting, seperlunya.
8. Rajin up date blog tentang segala hal tentang penulisan (ingat konsep!)
9. Kalau mau ikut antologi, harus pilihan banget.
10. Pertahankan contiunitas menulis!

Kayaknya, segitu cukup dulu. Biar dikit, yang penting dilaksanakan semaksimal mungkin. Oke deh, lanjoot...

Seri AVALON, Rachel Roberts

    

                             



















Ini dia buku-buku yang baru selesai aku baca. Eh, aslinya baru jilid 1 dan 2, kok. Yang jilid 3-nya blom beli. Baru sempet lihat kemarin di ruang tamu Penerbit Mizan :D.

Waktu aku googling, ternyata di luar, seri ini lumayan banyak. Cuma yang baru dateng ke Indonesia baru 3 judul pertama saja dan diterbitkan oleh Penerbit Mizan.

Yang aku suka dari buku ini, pertama gambar cover dan jenis kertas covernya. Terutama untuk jilid dua, warnanya cerah banget. Realy like it! Trus, covernya tuh, kalo diraba agak kasar dan terkesan lebih tahan air. Sayang, aku nggak tau jenis-jenis kertas :D

Secara cerita, lumayan menghibur dan menginspirasi. Setidaknya, buku ini mengawali salah satu resolusiku di tahun 2012 yaitu membaca buku-buku bacaan fiksi anak yang bermutu. Duh, padahal udah bulan maret :(

Jadi, tokoh dari cerita ini ada tiga orang. Emily, Adriane, dan Kara. Mereka ditakdirkan memiliki kekuatan sihir. Mereka adalah gadis-gadis berumur 12-13 tahun yang modern. Karena kekuatan sihir yang mereka miliki, mereka mendapat kepercayaan untuk menyelamatkan Dunia Sihir Aldenmor dari para penyihir jahat. Dunia Sihir Aldenmor adalah tempat para binatang sihir dan fairimental.

Buku ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Tanti Setiawati (belakangan aku baru tahu, beliau adalah Tanti Kuben Koko, temanku di fb dan pernah ketemu waktu di Yeheizkel). Sedangkan editornya adalah Ahmad Mahdi.

O,ya bagi yang penasaran sinopsisnya. Ini aku copas dari web Mizan Publishing.

Avalon 1: Lingkaran-lingkaran Air
Jauh di dalam hutan, ada sebuah tempat rahasia
Tempat yang belum pernah ditemukan dan dijamah manusia
Bagaimana kalau tiba-tiba kamu menemukannya?
Dan hal itu akan mengubah hidupmu selamanya....

Emily, Adriane, dan Kara adalah tiga orang dengan karakter yang sangat berbeda-beda.  Emily pemalu, dia tipe orang yang selalu mengandalkan logika, dan tidak percaya dengan hal-hal yang ajaib.  Adriane seorang yang  pendiam, susah bergaul, dan tidak percaya dengan persahabatan.  Sedangkan Kara adalah seorang yang sosialis, dia percaya dengan hal-hal ajaib, dan senang berteman dengan siapa pun.
Bayangkan kalau mereka bertiga terjebak dalam suatu masalah yang harus diselesaikan bersama.  Masalah yang cukup besar.  Masalah yang berhubungan dengan sihir dan persahabatan.
Selamat datang di dunia baru,
di sisi keajaiban itu nyata,
dan persahabatan adalah segalanya


Avalon 2: Semua yang Gemerlap
Hati-hati dengan apa yang kamu inginkan....

Tiga gadis terpilih untuk menemukan tempat legendaris yang disebut Avalon. Adriane yang sedikit tomboi ingin menjadi seorang prajurit yang kuat. Emily Si Pemalu tidak ingin berjuang di garis depan, dia memilih untuk membantu teman-temannya dari belakang sebagai seorang penyembuh. Tapi, Kara memiliki keinginan yang cukup aneh. Kara ingin menjadi sesuatu yang berkilau.

Selamat datang di dunia baru,

di sini keajaiban itu nyata,

dan persahabtan adalah segalanya
  
Avalon 3: Tangisan Serigala
Bisakah Adriane menyelamatkan Stormbringer?
Untuk seorang kesatria sihir seperti Adriane, pusat kekuatan sihirnya adalah ikatan persahabatan dengan Si Serigala Kabut, Stormbringer. Di Aldenmor, Adriane menghadapi seorang penyihir kegelapan, sendirian. Dia juga memepelajari beberapateknik sihir yang berbeda saat bertemu dengan seorang pria aneh. Kesatria sihir akan membutuhkan kedua temannya untuk bertahan hidup dari semua yang akan dihadapinya nanti.
Selamat datang di dunia baru, di sini kejaiaban itu nyata, dan persahabatan adalah segalanya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...