Senin, 03 November 2014

Review Syaamil Tabz, Tablet Berkonten Aplikasi Islami




Mendapat hadiah Syaamil Tabz, bagi saya seperti mendapat hadiah dari Tuhan supaya ke depan saya bisa menghasilkan tulisan yang lebih berkualitas :) . Ya, memiliki profesi penulis memang tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya sumber referensi. Apalagi sejak saya memilih fokus menulis buku-buku anak Islam, keberadaan Syaamil Tabz benar-benar sangat membantu.

Misalnya, saat penggarapan naskah terbaru yang saya buat. Saya menggunakan Ebook Harun Yahya dan Ebook Tafsir Ibnu Katsir. Jadi selama pengerjaan naskah tersebut, Syaamil Tabz mesti ada dalam genggaman saya.

Apakah hanya saya yang menggunakan Syaamil Tabz di rumah? Apakah Syaamil Tabz hanya bermanfaat untuk seseorang yang berprofesi sebagai penulis? Tentu tidak. Isinya yang lengkap, justru membuat tab ini menjadi rebutan seisi rumah. Semua ingin menggunakannya. Mulai dari ibu, ayah, kakak sampai adik. Nah, biar nggak penasaran, saya coba bedah isinya ya. Mudah-mudahan dapat dimengerti karena review saya tentu bukan seperti review ahli gadget. Review saya adalah review dari pengguna yang sudah merasakan manfaat produk Syaamil Tabz.

Senin, 13 Oktober 2014

Lembutkan Hati dengan Santuni Yatim

Acara Indonesiaku Cinta Yatim, Jokowi bersama sekitar 1000 anak yatim se-nusantara


Membaca ayat-ayat Al Qur’an dan hadits-hadits tentang anak yatim membuat saya merenung, adakah di sekitar saya seorang anak yatim? Kalau ada, rasanya saya ingin membelai kepalanya, memasang wajah ceria dan penuh perhatian terhadapnya.
Coba perhatikan hadits ini:
“Sesungguhnya, seorang laki-laki mengeluh kepada Nabi s.a.w., karena hatinya yang keras. Nabi s.a.w. berkata: Usaplah kepala yatim, dan berilah makan orang miskin”. (HR. Ahmad)
Bagi saya, hadits itu seakan-akan pertanda kalau seandainya hati saya tidak tergetar sama sekali saat mengusap kepala anak yatim, mungkin saya bisa mempertanyakan sejauh mana kekerasan hati saya. Naudzubillah…

Rabu, 24 September 2014

Menjelang Qurban Idul Adha




Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, ummat muslim di seluruh dunia merayakan hari raya Idul Adha. Pada tanggal tersebut dan dua hari setelahnya yang dikenal dengan hari tasyrik, ummat Islam biasa melaksakan syariat penyembelihan hewan qurban.

Pelaksanaan qurban ini merupakan simbol pengorbanan dan bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah swt. Alhamdulillah, dari tahun ke tahun geliat kesadaran berqurban masyarakat muslim di Indonesia semakin menunjukkan peningkatan.

Bagi saya, tahun ini adalah tahun ke-3 keluarga besar saya menyelenggarakan penyembelihan hewan qurban dengan sistem iuran per bulan. Berita buruknya, setiap tahun saya selalu saja terpilih menjadi bendahara alias pengumpul iuran qurban. Nggak buruk sih sebetulnya hehe..., insya Allah saya ikhlas kok. Dan tahun ini, saya tidak hanya memegang iuran qurban keluarga besar tapi juga iuran qurban ibu-ibu majlis taklim tempat saya menimba ilmu agama. Hasilnya, rekening saya pun makin gemuk dari bulan ke bulan.

Senin, 22 September 2014

Menghadapi Anak Usia Remaja



Ketika anak-anak kita sudah besar, ada yang bilang: enak ya, anaknya sudah besar-besar.
Benarkah begitu?
Bagi saya, setiap level umur anak tentu ada sulit dan senangnya. Senangnya, kalau anak sudah besar itu sudah bisa diajak duduk bersama membicarakan banyak hal. Sudah bisa diajak mengerti keadaan orang tua. Sudah bisa membantu meringankan pekerjaan orang tua, dan lain-lain.
Tapi di sisi lain, anak semakin besar itu juga semakin membutuhkan banyak biaya. Biaya pendidikan, biaya jajan, pakaiannya, rekreasinya dan lain-lain. Selain itu, semakin besar anak, pergaulan mereka pun semakin luas. Lingkungannya tidak hanya keluarga, tapi juga teman-temannya. Nah ini yang sebetulnya bikin deg-degan.

Minggu, 14 September 2014

Hore...Bikin Perkedel Lebih Gampang!


Biarpun saya jualan alat-alat masak, namun belum tentu saya
memiliki semua jenis alat masak yang saya jual. Kalau kayak gitu, alamat tekor ya Bo'. Dari dulu barang yang saya idam-idamkan itu Jumbo Chooper. Alat semacam blender tapi khusus untuk mengiling yang berat-berat. Bukan menggiling batu juga. Yang dimaksud seperti daging dan kentang. Memang menggiling daging dan kentang itu berat ya? Coba, saja.

Daging itu seratnya kuat. Pengalamanku nge-blend daging (blender kan alatnya) pakai blender biasa, blender langsung "ngahiung". Mesinnya ngeluh gak kuat muterin si pisau. Pisau terperangkap di antara serat daging yang alot. Beberapa teman cerita kalau blendernya langsung mengeluarkan asap dan memercikan api. Kebakar. 


Bagaimana dengan kentang?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...