Tampilkan postingan dengan label idul adha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label idul adha. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Januari 2017

Teriyaki Favorit Keluarga




Ini nih, salah satu lauk favorit keluargaku! Teriyaki!
Menurut wikipedia, teriyaki adalah makanan Jepang yang dimasak dengan cara dipanaskan atau dipanggang dengan menggunakan kecap, sake, dan gula/madu. Sedangkan asal kata dari teriyaki yaitu teri dan yaki. Teri artinya bersinar (mungkin karena mengkilap yang berasal dari kecap) dan yaki artinya dibakar atau dipanggang. Bahan makanan yang biasa digunakan seperti ikan, daging atau tahu.
Saya sendiri biasa menggunakan bahan dasar daging sapi. Sedangkan untuk bumbunya, saya pakai bumbu teriyaki instan yang sudah ada label halalnya. Untuk bumbu-bumbu tambahannya nanti saya share di bawah ya.
Sebetulnya saya gak sering-sering juga masak makanan ini karena bahannya yang dominan daging. Sudah pada tahu kan harga daging sekilonya hehe... Paling sering sih pas hari raya qurban di mana stok daging cukup banyak. Bisa karena pas ada rejeki qurban sendiri atau dikasih saudara dan tetangga yang qurban.
Oya disclaimer satu lagi (sebelum ada yang protes), terus terang saya bukan seorang ibu yang jago masak. Bisa bikin masakan sederhana pun, baru setelah nikah. Itupun berakibat pada kesepuluh jari saya berbalut hansaplast haha... Tapi demi nyenengin keluarga, diusahakanlah ya. Jadi, jika para mastah cooking menemukan proses-proses yang dirasa ‘ajaib’ dalam pengolahan masakan ini, mohon dimaafkeun saja yah. InsyaAllah kritik dan saran membangun (membangun apaan? Jelas-jelas memasak), saya terima dengan senyum paling manis.
Oke tidak usah berpanjang-panjang lagi ya, Mak. Saya langsung share cara sederhana membuat teriyaki yang enak.


Bahan:
·         Daging sapi ½ kg
·         Bawang merah 5 buah
·         Bawang putih 2 buah
·         Jahe 3-4 cm
·         Bawang bombay 1 buah (ukuran besar)
·         Paprika hijau 1 buah (bisa diganti cabai hijau 4 buah)
·         Bumbu teriyaki instan (3 sachet)
·         Air 1 liter

Cara membuat:
·         Cuci daging dan potong sebesar jari


·         Kupas jahe dan iris tipis, siapkan bumbu teriyaki 2 sachet


·         Lumuri daging dengan irisan jahe dan bumbu, sisihkan


·         Haluskan bawang merah dan bawang putih, kupas dan iris tipis bawang bombay


·         Potong paprika memanjang (kalau cabe hijau rajang kasar)


·         Tumis bawang merah, bawang putih dan bawang bombay (untuk bawang bombay setengahnya saja)


·         Masukan daging dan tumis hingga berwarna coklat


·       Masukan paprika setengahnya saja dan tumis hingga layu. Tambahkan air, biarkan hingga mendidih dan air hampir surut.


 
·         Masukan 1 sachet bumbu teriyaki,  irisan bawang bombay dan paprika yang setengahnya lagi


·         Aduk hingga airnya benar-benar surut dan mengental, angkat dan hidangkan panas-panas


Nah gitu aja sih, Mak. Mudah, cepat dan enak. Sayangnya masak kali ini ada sedikit gagal. Paprikanya lupa gak dibagi dua, tapi dimasukin semuanya pas di awal. Jadinya terlalu layu. Diperbaiki deh pas masak lagi. Tapi yang ini rasanya insyaAllah enak. Cuma kurang di penampilan saja.
Oiya, berbagi sedikit pengalaman, aku lebih suka potong dagingnya pakai gunting. Soalnya pisau di rumahku pada tumpul dan males ngasahnya haha... Terus seringnya juga gak pakai paprika tapi pakai cabai ijo karena anak-anak suka rasa yang lebih pedas. Padahal pake paprika itu rasanya lebih sip dan terlihat lebih asli teriyakinya haha... Tapi alasan gak pake paprika itu sebenarnya sih susah dapetnya di warung sayur sebelah, mesti ke supermarket hehe... Oya, untuk bawang bombaynya, kalau ukurannya kecil-kecil bisa pakai 2 butir saja. Satu butir untuk ditumis di awal dan satu lagi dimasukan terakhir.
Demikian Mak, semoga bermanfaat ya. Happy Cooking :)

Rabu, 24 September 2014

Menjelang Qurban Idul Adha




Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, ummat muslim di seluruh dunia merayakan hari raya Idul Adha. Pada tanggal tersebut dan dua hari setelahnya yang dikenal dengan hari tasyrik, ummat Islam biasa melaksakan syariat penyembelihan hewan qurban.

Pelaksanaan qurban ini merupakan simbol pengorbanan dan bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah swt. Alhamdulillah, dari tahun ke tahun geliat kesadaran berqurban masyarakat muslim di Indonesia semakin menunjukkan peningkatan.

Bagi saya, tahun ini adalah tahun ke-3 keluarga besar saya menyelenggarakan penyembelihan hewan qurban dengan sistem iuran per bulan. Berita buruknya, setiap tahun saya selalu saja terpilih menjadi bendahara alias pengumpul iuran qurban. Nggak buruk sih sebetulnya hehe..., insya Allah saya ikhlas kok. Dan tahun ini, saya tidak hanya memegang iuran qurban keluarga besar tapi juga iuran qurban ibu-ibu majlis taklim tempat saya menimba ilmu agama. Hasilnya, rekening saya pun makin gemuk dari bulan ke bulan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...