Senin, 12 Maret 2012
Proses Kreatif Penulisan Novel PCPK Mysterious Egypt
Rencana penulisan cerita bersetting Mesir ini sudah Husna canangkan bahkan sejak Petualangan Joanna masih dalam tahap penerbitan. Waktu itu Husna sedang keranjingan browsing tentang mumi. Jadi dia pengeeen banget bikin cerita tentang mumi tersebut.
Dengan menimbang-nimbang akhirnya aku membelikan dia ensiklopedi khusus mumi sebagai bahan referensinya biar gambar-gambarnya jelas dan datanya akurat. Bagiku cukup mahal juga sih. Tapi, gapapalah kan ntar lahirnya buku juga kan... :D
Husna memulai setting penulisan terinspirasi dari liburan di rumah neneknya di Purwakarta. Saat di Purwakarta itu kebetulan ada pasar malam dan ada komidi putarnya. Maka, dimulailah petualangannya dari komidi putar pasar malam.
Naskah Mysterious Egypt gak lancar begitu saja. Sangat...sangat tersendat-sendat. Husna baru pede menyelesaikan dua bab saja. Yang lainnya masih dalam bentuk rancangan. Sampai ketika Mbak Icha, editor dari Lingkar Pena nanyain, naskahnya nggak maju-maju.
Tapi, kalau namanya ditanyain tentu jadi merasa ada kepastiankan...hehehe... Akhirnya aku membantu dia browsing mencari data. Semua data tentang Mesir dikumpulkan sampai membaca peta untuk menentukan lokasi kejadian. Setelah itu dipilih mana yang akan di ambil dan mana yang akan dibuang.
Nah, karena alur ceritanya sudah dibuat terlebih dahulu. Jadi, data-data itu tinggal dimasukkan. Namun, dari semua itu, yang diluar rencana adalah bab-bab akhir. Mysterious Egypt ditutup dengan kenyataan bahwa para pelakunya yang warga Inggris itu ternyata orang-orang muslim. Ouwh, so sweet...
Eh, kok jadi ngebocorin sih? Hehehe... gapapa, bagi pengunjung dan pembaca blog ini, special for you. So, tunggu apa lagi. Kamu baca deh bukunya. Asyik banget petualangannya!
Sinopsis novel PCPK Mysterious Egypt bisa dibaca di sini
Minggu, 11 Maret 2012
Karya Pertamaku di Media
Artikel ini aku tulis based on jalan-jalan ke komplek perumahan yang lagi di bangun tepat di belakang komplek perumahan tempat aku tinggal.
Sebelumnya, aku sempat berkeluh-kesah ke suami kalau saja aku bisa menulis artikel di suplemen Percil, Koran Pikiran Rakyat. Namun sayang aku tak bisa, demikian keluhku.
Suamiku langsung negur. Katanya, kamu belum pernah coba. Kenapa bisa bilang tak bisa?
Terus terang aku tersentak.
Habis itu, suamiku ngajak jalan-jalan menikmati pemandangan sore hari.
Nah, di situlah aku menemukan tanaman putri malu. Di semak-semak dekat bangunan-bangunan rumah yang belum jadi.
Pulang dari sana, aku langsung browsing mencari data tentang tanaman putri malu. Setelah cukup data, aku pun merangkaikannya menjadi sebuah artikel.
Setelah aku edit secukupnya, aku langsung kirimkan ke redaksi Pikiran Rakyat melalui email.
Mungkin aku sudah lupa pernah mengirimkan artikel ini. Tapi pada suatu hari minggu aku benar-benar penasaran membuka dulu suplemen Percil sebelum kuserahkan pada anakku. Kami memang langganan surat kabar tersebut. Namun selama ini, aku baru lirik-lirik Percil kalau anak-anakku sudah beres membacanya.
Ternyata kepenasaranku tidak sia-sia. Betul saja, tulisanku dimuat di kolom Tahukah Kamu? Percil, Pikiran Rakyat. Horeee....!
Sebelumnya, aku sempat berkeluh-kesah ke suami kalau saja aku bisa menulis artikel di suplemen Percil, Koran Pikiran Rakyat. Namun sayang aku tak bisa, demikian keluhku.
Suamiku langsung negur. Katanya, kamu belum pernah coba. Kenapa bisa bilang tak bisa?
Terus terang aku tersentak.
Habis itu, suamiku ngajak jalan-jalan menikmati pemandangan sore hari.
Nah, di situlah aku menemukan tanaman putri malu. Di semak-semak dekat bangunan-bangunan rumah yang belum jadi.
Pulang dari sana, aku langsung browsing mencari data tentang tanaman putri malu. Setelah cukup data, aku pun merangkaikannya menjadi sebuah artikel.
Setelah aku edit secukupnya, aku langsung kirimkan ke redaksi Pikiran Rakyat melalui email.
Mungkin aku sudah lupa pernah mengirimkan artikel ini. Tapi pada suatu hari minggu aku benar-benar penasaran membuka dulu suplemen Percil sebelum kuserahkan pada anakku. Kami memang langganan surat kabar tersebut. Namun selama ini, aku baru lirik-lirik Percil kalau anak-anakku sudah beres membacanya.
Ternyata kepenasaranku tidak sia-sia. Betul saja, tulisanku dimuat di kolom Tahukah Kamu? Percil, Pikiran Rakyat. Horeee....!
Sinopsis PCPK Girls Rule
Yup, ini buku buat kamu, girls! Khusus buat kamu-kamu yang pengen pede, keren, dan oke! Di sini, kita bakal ngobrolin persahabatan, idola, musik, mode, pubertas, juga ngobrolin ortu! (ssssttt...!).
Tema lainnya? Oh, tenaaang, masih banyak. Dijamin kamu banget, deh! Yuk, berbagi kisah di sini. Percaya deh, buku ini akan jadi sahabat yang menemani hari-harimu!
TENTANG PENULIS
Maryam Muthmainnah (Maryam): Girls Rule adalah karyanya yang ketiga. Dua novelnya yang pernah diterbitkan Lingkar Pena sebelumnya adalah Piza Pizi Veronica dan Math Garden. Math Garden terpilih sebagai salah satu nominator buku fiksi anak terbaik di Islamic Bookfair Award 2011.
Husna Salsabila (Husna): Karya pertamanya adalah Petualangan Joanna (Lingkar Pena, 2010). Buku ini banyak berisi pengetahuan tentang makhluk luar angkasa. Satu novelnya yang akan terbit juga penuh dengan pengetahuan, yaitu sejarah Mesir Kuno.
Dias Nuryamsi (Dias): Buku pertamanya berjudul Yummy World (Lingkar Pena, 2011). Selain itu Dias juga telah menerbitkan buku di penerbit Edelweiss, yaitu Trio Detektif Cilik (Edelweiss, 2011).
Cheryl Kanza (Cheryl): Karya pertamanya adalah My New Mom (Lingkar Pena, 2011). Kemudian disusul dengan Kejutan Untuk Jane (Edelweiss, 2011).
Annisa Arigayota (Chicha): Cerpennya telah diterbitkan di buku Supermanda (DAR! Mizan, 2009), dan Strawberry Secret (DAR! Mizan, 2010). Selain cerpen, ia juga menulis novel yang berjudul Faquella Girls (Lingkar Pena, 2011).
KEUNGGULAN BUKU:
- Isi buku berbeda dengan PCPK yang biasa, yaitu kumpulan tulisan (non-fiksi) dengan tema-tema khas anak perempuan (yang lebih mengarah ke remaja).
- Tema-tema yang ‘berbau’ perempuan masih sangat digemari oleh sebagian besar pembaca PCPK.
- Buku PCPK pertama yang ditulis secara bersama-sama (antologi).
- Merupakan lini PCPK (Penulis Cilik Punya Karya) yang telah memiliki banyak penggemar
Sumber: http://www.bukukita.com/Buku-Novel/Anak-Anak/92522-PCPK-:-Girls-Rule.html
Artikel Candi Cangkuang, tulisanku dan Ovi
Sebenarnya aku nawar. Bisa tidak kalau kakak-kakaknya saja yang sudah SMP. Mereka pasti udah bisa banget nulis reportase kayak gitu. Tapi Mbak Dina bilang: Tidak!
Akhirnya, pilihanku jatuh pada Ovi. Aku minta Ovi untuk menceritakan perjalanannya ke Candi Cangkuang Garut. Kenapa tidak Hamzah? Hamzah memang ikut ke lokasi Situ Cangkuang tapi tidak sampai menyeberang sampai ke Kampung Pulo. Pasalnya Hamzah tidur di mobil dan tidak bisa dibangunkan.
Waktu aku setoran tulisan, aku sudah deg-degan banget. Karena tulisan Ovi tidak sampai pada target yang ditentukan. Kalau tidak salah harus 500 karakter.
Namun, apa bagaimana respon redaktur Majalah Irfan? Katanya tulisan Ovi malah terlalu bagus...hahaha... (ntar dulu!) dan... terancam tidak bisa dimuat! Waks!? Why?
Ya, redaktur khawatir anak-anak SD yang baca reportase tersebut jadi tidak mau mengirimkan tulisan karena menstandarkan tulisan dengan tulisan Ovi. Oh, my god... ternyata begitu ya? Hiks....
Tapi, untunglah mereka mensiasatinya dengan cara, saya sebagai ibunya diminta jadi penulis pendamping. Jadi saya harus menambahkan data-data wisata candi misalnya lokasi tepatnya, jarak, transportasi dan biayanya. Alhasil, selain nama Ovi, namaku juga tercantum sebagai penulis.
Jumat, 09 Maret 2012
Februari pun terlewati...
Mengingat resolusi tahun 2012, aku pengen rajin ngeblog. Terbukti selama januari, aku berhasil memposting banyak-banyak banget tulisan. Namun nyatanya, itu tidak berlanjut. Selama februari = nol! Haha... apa aku kecewa? Hmm... kalau menilik sisi yang lain sih harusnya nggak. Ya, di februari aku menyelesaikan 1 naskah novel pesanan dan 1 naskah novel untuk diedit. Rasanya gapapa ya kalo tuh waktu dipake kerja.
Nah, mumpung sekarang agak lowong, aku pengen nulis lagi hal-hal yang tertunda. Soalnya aku khawatir jejak-jejaknya raib baik dari ingatanku maupun dari file dokumentasiku. Jadi, mudah-mudahan bisa segera jalan lagi.
Satu hal lagi yang aku inginkan dari blog ini adalah, aku pengen ngedit tulisan yang lama biar lebih enak dibaca. Yah, mudah-mudahan kesampaian, tidak segera ada kerjaan lagi. Karena sungguh, aku suka banget nulis di blogku ini. Selain bermanfaat buat diriku, mudah-mudahan sih bermanfaat juga buat orang lain.
Upps! Hampir lupa... aku juga ingin banget punya waktu buat baca. Pekerjaanku bener-bener nyita waktu hiks... Ya, udahlah yang penting aku jalanin semua dengan senang hati. Dan.. eh ya.. stt... di bulan februari juga aku mulai berani nolak tawaran nulis naskah lho... Hehehe...bukan sombong ya.. Tapi sifat selalu ingin menerima tawaran nulis adalah kelemahanku. Jadi, kejadian itu, bener-bener berarti bagiku :D
Mulai sekarang, aku lebih milih-milih mana tulisan yang benar-benar aku sukai dan aku kuasai. Pasalnya, kalau asal terima, ujungnya aku jadi suka stress sendiri. Alhamdulillah sih, skrg aku sudah mulai menemukan jati diriku dalam bidang penulisan. Pokoknya, dengan menulis, aku ingin bersenang-senang. Boleh kaaan..... :)
Nah, mumpung sekarang agak lowong, aku pengen nulis lagi hal-hal yang tertunda. Soalnya aku khawatir jejak-jejaknya raib baik dari ingatanku maupun dari file dokumentasiku. Jadi, mudah-mudahan bisa segera jalan lagi.
Satu hal lagi yang aku inginkan dari blog ini adalah, aku pengen ngedit tulisan yang lama biar lebih enak dibaca. Yah, mudah-mudahan kesampaian, tidak segera ada kerjaan lagi. Karena sungguh, aku suka banget nulis di blogku ini. Selain bermanfaat buat diriku, mudah-mudahan sih bermanfaat juga buat orang lain.
Upps! Hampir lupa... aku juga ingin banget punya waktu buat baca. Pekerjaanku bener-bener nyita waktu hiks... Ya, udahlah yang penting aku jalanin semua dengan senang hati. Dan.. eh ya.. stt... di bulan februari juga aku mulai berani nolak tawaran nulis naskah lho... Hehehe...bukan sombong ya.. Tapi sifat selalu ingin menerima tawaran nulis adalah kelemahanku. Jadi, kejadian itu, bener-bener berarti bagiku :D
Mulai sekarang, aku lebih milih-milih mana tulisan yang benar-benar aku sukai dan aku kuasai. Pasalnya, kalau asal terima, ujungnya aku jadi suka stress sendiri. Alhamdulillah sih, skrg aku sudah mulai menemukan jati diriku dalam bidang penulisan. Pokoknya, dengan menulis, aku ingin bersenang-senang. Boleh kaaan..... :)
Langganan:
Postingan (Atom)
