Kamis, 26 Januari 2012

PENULIS CILIK-Alur (Plot) (Materi 17)


Sambungan dari Materi 16
Alur atau plot adalah susunan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita.
Teknik alur yang biasa dan mudah digunakan dalam membuat sebuah cerita adalah teknik alur maju. Dalam teknik ini, susunan peristiwa dibuat secara berurutan sesuai kronologis ceritanya.
Sedangkan teknik yang lain adalah teknik alur mundur atau flashback. Teknik alur mundur biasanya dipilih penulis karena ingin memberikan penekanan pada adegan tertentu sehingga penceritaannya didahulukan walaupun sebetulnya secara kronologis, adegan itu baru akan terjadi kemudian.
Salah satu contoh cerita yang menggunakan teknik alur mundur ini adalah paragrap-paragrap pertama dari bab 1 novel PCPK Piza Pizi Veronica karangan Maryam Muthmainnah. Sebelum Maryam menceritakan siapa tokoh cerita dan bagaimana kronologisnya, Maryam membuka cerita dengan sebuah adegan tertentu yang dianggap bisa menghentak dan mengundang kepenasaran pembaca untuk mencari tahu kenapa kejadian menghentak itu bisa terjadi.
Sebuah alur cerita dengan memakai teknik manapun setidaknya harus meliputi:
  • Pengantar: Pengantar bisa dimulai dengan mengenalkan tokoh, menggambarkan suasana saat itu, waktu, tempat atau kejadian yang merupakan awal cerita.
  • Penampilan masalah/konflik: Bagian ini menceritakan masalah yang dihadapi oleh sang tokoh.
  • Puncak ketegangan/klimaks:Masalah dalam cerita sedang mencapai puncaknya atau sudah sangat gawat.
  • Ketegangan menurun/antiklimaks: Masalah telah berangsur-angsur dapat diatasi dan kekhawatiran mulai hilang.
  • Penyelesaian: Masalah utama telah berhasil diatasi dan diselesaikan.
Sekarang coba kamu buat catatan sederhana yang menggambarkan alur ceritamu. Sebagai contoh, di bawah ini kamu bisa melihat bagaimana calon novel Petualangan Joanna dibuatkan alurnya.
Contoh oret-oretan awal (alur) novel Petualangan Joanna (dibuat secara bertahap dalam tiga waktu):
(Mengetik 10 halaman pertama tanpa outline) --> Joanna melihat Crop Circle yang diduga buatan alien --> Joanna bersama temannya melakukan penyelidikan --> Malam hari alien datang lagi dengan mendaratkan piring terbangnya di samping rumah Joanna --> Joanna menyelinap ke dalam piring terbang dan terbawa ke Planet Torteklo-->
(terputus cukup lama karena tidak ada ide, lalu mencari bahan dan dibuat outlinenya tapi belum terpikir endingnya)
--> Di Planet Torteklo mendapat penjelasan tentang crop circle dari alien baik yang bernama Gop --> Teman-teman Joanna yang baru tahu kalau Joanna hilang, melakukan penyelidikan --> Saat melakukan penyelidikan, teman-teman Joanna diculik oleh professor jahat dari Planet Gregunio yang gersang untuk melakukan kerja paksa -->
(Husna sudah berhasil menuliskan novelnya sampai di sini, tapi belum memiliki ending cerita sehingga outline selanjutnya bongkar pasang terus)
--> Akhirnya diputuskan untuk diselesaikan langsung dengan ending: Atas bantuan para alien baik, Joanna menolong teman-temannya.
Saat menulis alur cerita ini, Husna pernah mentok lho di bagian setelah “Joanna menyelinap ke dalam piring terbang dan terbawa ke Planet Torteklo”. Husna bingung menggambarkan Planet Torteklo-nya dan harus bagaimana lanjutannya.
Dari sinilah, Husna melakukan metode ‘biopsi’ yaitu menggabungkan dua ide dalam satu cerita. Awalnya Husna hanya mengangkat ide crop circle. Untuk memperbanyak bahan, maka Husna menambahkan ide tentang umbi-umbian yang kebetulan masalah umbi ini sudah disinggung di bab pertama. Jadi, Planet Torteklo digambarkan sebagai planet yang bisa menghasilkan makanan ubi jalar super. Kalau di Planet Bumi, ubi jalar hanya sebesar bola tenis, tapi kalau ditanam di Planet Torteklo, ubinya jadi sebesar labu.
Husna melakukan riset tentang ubi jalar di internet. Karena bahan-bahannya banyak, mencakup jenis-jenis ubi jalar, manfaatnya, penggunaanya dan lain-lain, maka Husna tidak khawatir lagi kekurangan bahan penulisan untuk ceritanya itu. Tinggal dipikirkan caranya menyelipkan bahan-bahan itu dalam alur cerita.
Karena Planet Torteklo digambarkan sebagai planet hijau yang penuh tanaman sehat seperti ubi jalar, maka Husna membuat Planet Gregunio yang gersang sebagai kebalikannya. Di Planet Gregunio itulah Husna menciptakan karakter antagonis yaitu Dr. Klerrto, seorang professor jahat yang memerintahkan menculik anak-anak untuk melakukan kerja paksa di planetnya.
Nah, dari oret-oretan awal yang dibuat oleh Husna Salsabila ini, kamu sudah bisa melihat alur cerita dari novel Petualangan Joanna, bukan? Padahal saat oret-oretan itu dibuat, novelnya baru ditulis sekitar 10 halaman dari 45 halaman yang jadi kemudian.

Berlanjut ke Materi 18

Kalau kamu suka segala sesuatu tentang Korea, harus tahu dong ada apa aja di Korea. Nah,buku ini yang paling tepat buat kamu:

PCPK Holiday in Korea, karya Husna Salsabila

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih ya atas kunjungan dan komentarnya ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...